<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215</id><updated>2012-01-10T15:54:31.161+07:00</updated><category term='bumiayu webmatic'/><category term='nostalgia'/><category term='intermezo'/><category term='brebes'/><category term='BISNIS'/><category term='jawa tengah'/><category term='BUMIAYU'/><category term='bisnis bebek'/><category term='mudik'/><category term='modal dengkul lagi....'/><category term='berebes'/><category term='berbes'/><category term='curhat'/><category term='Motivasi'/><title type='text'>Blere</title><subtitle type='html'>Business and Blogging Life</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-7106474704908014492</id><published>2012-01-06T15:13:00.004+07:00</published><updated>2012-01-06T15:20:14.368+07:00</updated><title type='text'>Air ini hanya khusus untuk insinyur - Pengusaha Minyak No.1 Dunia [Kisah Inspiratif]</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ktgI7g3zvW4/Twat4dKmshI/AAAAAAAAAvg/lPisvf9J3fA/s1600/ali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ktgI7g3zvW4/Twat4dKmshI/AAAAAAAAAvg/lPisvf9J3fA/s400/ali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694429964269957650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan "buah" yang manis di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "SIKAP POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukan kamu apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.187927207962401.48122.103337489754707&amp;type=3"&gt;Miscellaneous Information&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-7106474704908014492?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/7106474704908014492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2012/01/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7106474704908014492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7106474704908014492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2012/01/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur.html' title='Air ini hanya khusus untuk insinyur - Pengusaha Minyak No.1 Dunia [Kisah Inspiratif]'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ktgI7g3zvW4/Twat4dKmshI/AAAAAAAAAvg/lPisvf9J3fA/s72-c/ali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1659130470153015989</id><published>2011-09-11T19:22:00.002+07:00</published><updated>2011-09-11T19:25:58.607+07:00</updated><title type='text'>Siapa Sukamdani Sahid Gitosarjono ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FkZgxlPUZeg/TmyoyywcqLI/AAAAAAAAAug/mMggPjfyPGs/s1600/xp_9.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 198px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FkZgxlPUZeg/TmyoyywcqLI/AAAAAAAAAug/mMggPjfyPGs/s400/xp_9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651077223015033010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak banyak orang indonesia yang mampu menjadikan  namanya sebagai lambang hotel prestisius dan ternama sebagaimana Sahid.  Ia mempunyai 14 hotel mencakup 2750 kamar dan sudah menerima 15 tanda  jasa dan bintang kehormatan atas karyannya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahukah Anda bagaimana Sahid memulainya?&lt;br /&gt;Apakah ia berasal dari keluarga yang kaya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Sukamdani kecil, kehidupan kedua orang tuanya prihatin.&lt;br /&gt;Bapaknya membuka usaha jahitan, dan ia membantu ibunya membuka usaha warung kecil-kecilan dan menjual makanan.&lt;span id="more-69"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1952, di usia 24 tahun ia merantau ke Solo ke Jakarta untuk  memperbaiki nasib. Waktu turun dari kereta di stasiun gambir modalnya  hanyalah koper dan sebuah sepeda. Sahid menikah di jakarta dan tinggal  di kamar gedeg(bambu) dengan ukuran 3×3. Ia bekerja di percetakan, lalu  dengan kerja kerasnya ia bisa membangun percetakanya sendiri.  Selanjutnya ia bisa membeli tanah dan rumah tempat ia menyewa rumah.  Kini di atas tanah tersebut berdiri Hotel Sahid di jalan Sudirman yang  merupakan jalan utama di ibu kota.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa pelajaran yang bisa di ambil :&lt;br /&gt;Segalanya bisa dimulai dari bawah, jika keuangan dikelola dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1659130470153015989?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1659130470153015989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/09/siapa-sukamdani-sahid-gitosarjono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1659130470153015989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1659130470153015989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/09/siapa-sukamdani-sahid-gitosarjono.html' title='Siapa Sukamdani Sahid Gitosarjono ?'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FkZgxlPUZeg/TmyoyywcqLI/AAAAAAAAAug/mMggPjfyPGs/s72-c/xp_9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3719635047307614339</id><published>2011-09-10T16:18:00.001+07:00</published><updated>2011-09-10T16:22:41.687+07:00</updated><title type='text'>Nasib, Juragan Bebek Beromzet Puluhan Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1ANmDUK_luQ/TmssSWz5XXI/AAAAAAAAAuY/Wp-dL57JCiw/s1600/1632011620X310.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1ANmDUK_luQ/TmssSWz5XXI/AAAAAAAAAuY/Wp-dL57JCiw/s400/1632011620X310.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650658851338935666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com  - &lt;/strong&gt;Krisis moneter tahun 1998 ternyata menjadi tonggak baru dalam sejarah kehidupan Nasib Budiono, peternak itik/bebek asal Dusun Gedang, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;”Sebelum membuka usaha ternak sendiri, saya ikut Pak Suwardi. Selama 12 tahun saya bekerja di peternakan milik beliau dan banyak belajar tentang bagaimana beternak bebek secara baik dan benar,” kata Nasib Budiono.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama bekerja di peternakan milik tetangganya itu, Nasib tidak semata-mata mengharapkan imbalan uang alias gaji. Dia rupanya menimba ilmu beternak itik/bebek. ”Yang penting ilmunya, bukan berapa saya dibayar,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gonjang-ganjing krisis moneter tahun 1998 berdampak pada kehancuran ekonomi, termasuk gulung tikarnya sejumlah usaha kecil peternakan bebek. ”Setelah tidak bekerja di peternakan Pak Suwardi, saya mencoba usaha sendiri,” katanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bermodalkan Rp 5 juta, Nasib membeli 3.000 itik. Saat memulai usaha peternakan itik/bebek, Nasib memeliharanya dengan cara tradisional. Bebek-bebeknya dibiarkan mencari makan di sungai kecil dan sawah. Alasannya, tidak cukup modal untuk membeli pakan ternak yang kala itu sangat mahal. ”Saya angon sendiri ke sungai dan sawah,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seiring dengan berputarnya waktu, hasil usahanya berkembang pesat. Saat ini setidaknya ada 9.000 bebek di kandang miliknya dan 25.000-30.000 bebek di kandang milik mitra kerjanya, yang tersebar di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketekunan, keuletan, dan kehati-hatian dalam menjalankan usaha ternaknya tak ayal mengantarkan Nasib menjadi peternak itik/bebek yang berhasil. Kehidupan keluarganya pun kini jauh lebih baik. ”Alhamdulillah, dari usaha ternak itik, saya bisa membeli rumah, tanah, sepeda motor, dan mobil. Namun yang penting dalam hidup ini, saya bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Peternak binaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Omzet hasil ternaknya saat ini berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan. Omzet sebesar itu belum termasuk hasil ternak dari 32 mitra usaha yang dia modali di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dan di Kepanjen, Malang. Peternakan itik miliknya dengan lima karyawan menyediakan bibit itik/bebek untuk para mitranya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain di desa tempat kelahirannya, kata Nasib menjelaskan, dia juga punya usaha ternak binaan di Kepanjen, Malang, yang mulai dikembangkan tahun 2003. ”Sekarang ini ada 15 peternak binaan saya yang saya modali dengan bibit itik untuk dibesarkan,” tutur Nasib seraya menekankan bahwa dia selalu mengedepankan kejujuran dan kepercayaan bagi para mitranya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Soal penetasan telur, Nasib mengaku memiliki 35 oven penetasan yang keseluruhannya mampu menghasilkan lebih kurang 10.000 anak itik. Harga setiap itik (anak bebek) Rp 3.200 untuk pejantan dan Rp 5.000 untuk betina. ”Setiap hari rata-rata 2.500 bibit itik saya kirim ke Samarinda dan Tarakan, Kalimantan Timur. Sebagian lainnya ke Makassar, Malang, dan Tulungagung. Kalau untuk bebek potong, lebih kurang 500 ekor per hari,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Usaha yang digeluti Nasib tidak hanya pembibitan itik dari proses penetasan oven, tetapi juga bebek potong dan bebek siap telur. ”Khusus untuk telur bebek, setiap hari saya bisa mengirim 9.000 butir untuk konsumsi, pembibitan, dan pabrik mi serta kerupuk,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nasib, yang sejak berusia 2 tahun sudah yatim piatu karena orangtuanya (Madilan-Rukemi) meninggal, adalah potret anak keluarga miskin tetapi berhasil menggapai kehidupan layak dari beternak itik/bebek. ”Mbakyu saya, Ngatining, yang membiayai sekolah saya sampai SMP. Karena tidak ada biaya untuk melanjutkan (sekolah), ya saya mau tidak mau harus mencari pekerjaan untuk hidup,” tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai peternak itik/bebek, Nasib hanya berharap pemerintah memerhatikan harga pakan ternak yang kini cenderung naik dan mahal. ”Sekarang pakan ternak kosentrat 144 harganya Rp 290.000 per sak, katul Rp 2.500 per kilogram, dan kepala udang Rp 150.000 per blong,” keluhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai peternak itik/bebek yang terbilang sukses, Nasib tetap bersahaja dalam melakoni hidup. Jika ada waktu senggang, dia tak segan dan malu angon bebek ke sungai yang berada di belakang rumahnya. ”Sesekali saya masih angon bebek, dan di sungai ini saya dahulu memulai beternak itik serta memeliharanya sendiri,” katanya sembari menunjuk puluhan bebek yang berlarian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kerinduan masa lalu saat angon itik dan melakoninya kembali tatkala dirinya sudah menapaki kesuksesan sebagai peternak tidak melarutkan Nasib dalam gemerlap kehidupan. ”Saya orangnya dari dahulu ya seperti ini, masih suka angon bebek,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama 13 tahun menjalankan usaha ternak itik/bebek, Nasib mengaku lancar-lancar saja. Walaupun demikian, kasus flu burung yang mencuat sekitar tahun 2004 berdampak pada penurunan omzet. ”Alhamdulillah, sampai sekarang ini aman-aman saja dan tidak ada ternak saya yang terserang flu burung. Namun, saat marak kasus flu burung, pengiriman itik dan telur bebek ke beberapa daerah, termasuk Bali, sempat tertunda. Hal ini berdampak pada penurunan omzet sampai 50 persen,” tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menyoalkan dampak anomali cuaca terhadap pemeliharaan ternak itik/bebek, Nasib mengatakan, hal itu tak banyak berpengaruh. Namun, dia mengakui, produksi telur bebek menurun. ”Cuaca mendung, hujan, dan dingin bisa membuat produksi telur bebek turun sampai 60-70 persen,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai orangtua yang hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SMP, dia termotivasi untuk lebih memerhatikan masa depan dan pendidikan anak-anaknya. Dia ingin anak-anaknya menjadi orang yang sukses dengan keilmuannya. ”Saya ingin anak saya sukses dan kuliah peternakan serta mengerti nutrisi. Apakah nanti mau jadi peternak seperti bapaknya, saya tak tahu. Kalaupun memilih jadi peternak, mereka bisa mengamalkan ilmu nutrisi yang diperoleh dari kuliah,” kata Nasib. (&lt;strong&gt;Abdul Lathif)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3719635047307614339?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3719635047307614339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/09/nasib-juragan-bebek-beromzet-puluhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3719635047307614339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3719635047307614339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/09/nasib-juragan-bebek-beromzet-puluhan.html' title='Nasib, Juragan Bebek Beromzet Puluhan Juta'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1ANmDUK_luQ/TmssSWz5XXI/AAAAAAAAAuY/Wp-dL57JCiw/s72-c/1632011620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-5182153848097017366</id><published>2011-06-20T18:52:00.003+07:00</published><updated>2011-06-20T18:58:49.948+07:00</updated><title type='text'>Cosa Aranda : Raup Dollar dari Kamar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Kalau  ada orang menjadi kaya setelah bersusah-payah membangun bisnis  bertahun-tahun, itu hal biasa. Tetapi jika mendengar anak muda  berkantong tebal dengan cara mudah, jelas menarik untuk ditelusuri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Cosa  Aranda jutawan. Nyaris tak ada yang tahu. Hanya mereka yang rajin  keluar masuk situs milik Cosa, panggilannya, yang paham betul. bahkan  teman kuliahnya baru bulan lau tahu bahwa orang inilah yang sering  dibicarakan di Google AdSense dan Adwords.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Memiliki  Penghasilan dari iklan yang masuk di situs milik Google ini awalnya  memang mimpi bercampur coba-coba. "Jika ada yang mengatakan berbisnis  iklan di Internet mudah menghasilkan uang, itu bohong", Kata lelaki 25  tahun ini saat ditemui di rumahnya di Surabaya, Rabu &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=""&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;(1/8)  Berbeda dengan banyak orang yang menganggap bisnis seperti ini bisa  dilakukan sambil lalu dengan hasil tak terbatas, COsa justru menganggap  pekerjaan ini berat. Sangat berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketika  pertama kali membuat situs yang berawal dari blog pribadi, dia harus  jungkir balik menghabiskan waktu 8-10 jam sehari. Selama itu dia tidak  keluar kamar. Dan ini terjadi pada bulan-bulan pertama saat membangun  www.cosaaranda.com April 2005.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Percobaan  demi percobaan dilakukan dengan telaten. Kesulitan utama yang dialami  mahasiswa semester akhir jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi  Manajemen Informatikan dan Teknik Komputer (Stikom) surabaya ini adalah  melakukan promosi. Karena niat awalnya belajar dan mencoba, Cosa memilih  cara gratis lewat search engine. setelah itu, menunggu "dan berdo'a",  kelakarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penantian  itu tak sia-sia. Tiga minggu setelah diluncurkan, ada juga iklan yang  datang. semakin banyak pengunjung yang datang ke situsnya, makin besar  kemungkinan iklan di klik. Jika pengguna melakukan transaksi, maka  publisher, pemilik situs yang sudah bergabung dengan Google Adsense dan  surah pula memasang iklan AdSense di situs mereka, mendapat fee.  biasanya 20 persen dari harga iklan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Bulan  pertama saya mendapat 1 dollar AS. wah.. senang sekali. Ternyata laku  juga", kata sulung dari dua bersaudara yang terkesan berhati-hati ketika  berbincang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Satu  dolar AS inilah yang memacu Cosa memoles situsnya. Tidak dengan  tampilan artistik tetapi dengan isi yang paling dibutuhkan orang. Dia  meng up date data setiap hari. Dengan demikian setiap hari pula orang  berkunjung karena membutuhkan informasi terkini dan penting. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sekarang  situs ini dikunjungi 800-1.000 pengguna setia hari. Ini membuat  perolehan Cosa dimungkinkan makin besar. Ledakan penghasilannya baru di  dapat tiga bulan setelah menunggu dan berdoa. Jika Oktober 2005  penghasilannya Rp. 1 dolar AS, akhir juli 2007 dia mendapat kiriman cek  5.000 dolar AS atau lebih dari Rp. 45 juta. Ini baru perolehan lewat  Google Adsense. Padahal dia juga memiliki jalur lain, Adwords. Jika  semua ditotal, Juli Kemarin Cosa mendapat lebih Rp. 90 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Cosa memang kaya, tetapi belajar dari buku &lt;i&gt;Seven Years To Seven Figures&lt;/i&gt;  karangan Michael Masterson, kaya menurut Cosa adalah kondisi saat  segala kebutuhan terpenuhi, baik yang bersifat sekunder maupun darurat  atau mendadak. "Saya tabung uangnya. Saya ingin punya rumah sendiri",  kata lelaki yang mengaku belum punya kekasih ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Putra  pasangan Drs. Toto, Soedjianto dan Ir. Yustisia Martani ini ingin  menjadi full time blogger. Awalnya keluarga dari Jawa Tengah ini tak  sadar jika Cosa punya bisnis di kamarnya. Yang mereka tahu anak mereka  'gila' internet. Baru setelah ada kiriman cek, mereka paham. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tetapi  sambil bergurau Cosa mengaku tak tahu harus mengatakan apa pada calon  mertua bila ditanya pekerjaan. "Pokoknya saya jawab kerja di Internet.  Mudah-mudahan bisa mengerti", katanya sambil tertawa ngakak. Karena  semuanya sudah tertata, sekarang Cosa hanya butuh dua jam untuk up date  dan setelah itu waktu luangnya diisi dengan jalan-jalan ke mal dan  membaca. Jangan salah, bukan buku komputer atau teknologi yang jadi  favoritnya melainkan komik. Tahun ini atas desakan para kerabat di  situsnya, akhirnya Cosa membuat workshop di warnet. Tiga kali workshop  dilakukan di Surabaya. Pesertanya tak lebih dari 30 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Saya  lebih suka kelas kecil karena semua pertanyaan bisa dijawab dan  langsung praktik", tutur pelahap film apa saja ini yang tidak memungut  biaya kecuali untuk membayar pemakaian internet di warnet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=""&gt;"Di  Jogjakarta banyak publisher yang penghasilannya lebih hebat. Saya belum  apa-apa. Tetapi kalau ada yang mau mengikuti cara ini, ayo sama-sama  belajar", tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kisahsuksesbisnis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-5182153848097017366?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/5182153848097017366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/06/cosa-aranda-raup-dollar-dari-kamar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5182153848097017366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5182153848097017366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/06/cosa-aranda-raup-dollar-dari-kamar.html' title='Cosa Aranda : Raup Dollar dari Kamar'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8160059294230700674</id><published>2011-06-13T00:34:00.003+07:00</published><updated>2011-06-13T00:43:18.380+07:00</updated><title type='text'>Elang Gumilang Mahasiswa Beromset 17 Milyar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali saya membaca profilnya di majalah Pengusaha yang berjudul  "Kepak Elang Memburu Intan". Yang membuat saya kagum, statusnya yang  masih mahasiswa berusia 22 tahun, dan sudah memiliki perusahaan beromzet  miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dalam satu seminar  entrepreneurship, Jumat sore kemarin saya bisa bertemu langsung dengan  dia. Sosoknya yang ramah dan rendah hati, serta gaya berbicara  menunjukkan prinsip hidup yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kiprahnya dalam  menjalankan bisnisnya ?? Saya cari di internet, akhirnya dapat artikel  mengenai profil Elang. Saya sharing disini saja ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang Gumilang, Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi Keseimbangan Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama  ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa  dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer  yang membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil.  Elang Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha  tinggi ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang  tidak memiliki rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun  perumahan khusus untuk orang miskin. Apa yang mendasarinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat  sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat lengang.  Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari itu,  hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita  melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan  kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang  Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin.  Sambil duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang  ini, langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus  IPB. Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15  menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat  melewati deretan rumah bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang  berdiri di atas lahan 60 meter persegi itu adalah perumahan yang  didirikannya yang diperuntukan khusus bagi orang-orang miskin. Setelah  puas mengitari perumahan, Elang mengajak Realita untuk melanjutkan  obrolan di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang sendiri merupakan anak pertama dari  tiga bersaudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (45). Elang  terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya berprofesi  sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sejak  kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh  tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa rezeki itu bukan  berasal dari mereka tapi dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika duduk di bangku  Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah mengikuti berbagai  perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat lomba cerdas  cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak kesayangan  guru-gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP  terfavorit di kabupaten Bogor, Elang selalu mendapatkan rangking. Pria  kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang ia raih saat  ini bukanlah sesuatu yang instan. “Butuh proses dan kesabaran untuk  mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara  instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri mulai terasah saat ia  duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam hati, Elang  bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai kuliahnya  sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia pun  mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta  untuk modal kuliahnya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berjualan Donat&lt;/span&gt;.  Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai berbisnis  kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia  mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat  untuk kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan  juga. Dari hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan  Rp 50 ribu. Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan  sembunyi-sembunyinya ini tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah  dekat UAN (Ujian Akhir Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti  berjualan donat. Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu  ujian akhir,” jelas pria pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000  se-kabupaten Bogor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilarang berjualan donat, Elang justru  tertantang untuk mencari uang dengan cara lain yang tidak mengganggu  sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB  mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa, Elang mengikutinya dan  berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas  Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang juga berhasil  menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap  perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB (Institut  Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB (Sistem  Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang akan  masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah menjuarai  kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa tes.  Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan  uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa  musibah yang dialaminya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal uang itu rencananya  akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya bermodal Rp 1 juta,  Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp 1 juta itu ia  belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat usaha ini,  dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi setelah  berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa  mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per  satu pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu,  Elang memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak  lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis apalagi. Pada  awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia akan gunakan  untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam  potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di  kampusnya. “Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak  lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang  menggiurkan,” paparnya. Karena tidak punya modal banyak, Elang  menggunakan strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan  modal. Ario Winarsis sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari  Amerika Latin, Ario Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau  yang kaya raya di Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar  rumah, Ario Winarsis selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada  awalnya pengusaha itu tidak memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu  melambaikan tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan  mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan tangan setiap  saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu menjawab, “Saya punya  tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting  saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban dari pemuda  itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel kepada  pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha  Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di  kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu.  Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula  Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan lampu  Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal  saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,”  ucapnya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan  perputaran uangnya lambat, Elang mulai berfikir untuk mencari bisnis  yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai  menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung. Setiap pagi sebelum  berangkat kuliah, ia harus membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi  minyak goreng curah, dan dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta  Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak goreng, ia kembali ke  kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali mengambil  jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya. Tapi,  karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga mengganggu  kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya sering  ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang mengaku  selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari pada otak.  Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk minta  wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa  berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang  bisnis yang tidak menggunakan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat berbagai  masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di  kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di  kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita  dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia  patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu  sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk  mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara  profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak  Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan  hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai  marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan,  saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bangun Rumah Orang Miskin&lt;/span&gt;.  Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak suka merokok ini sudah  menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu Elang sudah  mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik keberhasilannya itu,  Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia mulai merenungi  kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya  tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi  yang saya cari di dunia ini?” batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama merenungi  ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan jawaban. Ternyata  selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat itulah Elang  mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan oleh  Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat  istikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam  tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah  di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang  membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang  membuat?” Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi  tersebut. “Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia  properti,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman bekerja di marketing perumahan  membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak mimpi itu ia  mulai mencoba-coba ikut berbagai tender. Tender pertama yang ia menangi  Rp 162 juta di Jakarta yaitu membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah  Jakarta Barat. Sukses menangani sekolah membuat Elang percaya diri untuk  mengikuti tender-tender yang lebih besar. Sudah berbagai proyek  perumahan ia bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini bisnis properti kebanyakan  ditujukan hanya untuk orang-orang kaya atau berduit saja. Sedangkan  perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin  jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal di Indonesia ada 70 juta  rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi rumah juga merupakan  kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh dan membangun  keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum  punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala  mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang  mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang,  kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan  juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang  termiskin dan terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan  pasti akan melakukan sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial  seperti itu, Elang terdorong untuk mendirikan perumahan khusus untuk  orang-orang ekonomi ke bawah. Maka ketika ada peluang mengakuisisi satu  tanah di desa Cinangka kecamatan Ciampea, Elang langsung mengambil  peluang itu. Tapi, karena Elang tidak punya banyak modal, ia mengajak  teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk patungan. Dengan modal  patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat  sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah.  Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar  kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun  satu demi satu mulai berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang membangun rumah dengan  berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang  berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga  Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya dengan DP Rp 1,25  juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah  bisa memiliki rumah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena modalnya pas-pasan, untuk  media promosinya sendiri, Elang hanya mengiklankan di koran lokal.  Karena harganya yang relatif murah, pada tahap awal pembangunan langsung  terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di  dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam, angkot 24 jam, rumah  ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat dengan pasar. Karena  rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan para  profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha (TU) IPB,  bahkan ada juga para pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sisihkan 10 Persen&lt;/span&gt;.  Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak lupa diri  dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan diri  kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam  setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal.  “Uang yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa  Tanwil/tabungan) pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang  miskin dan orang yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang  saat ini ia miliki ada hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi.  Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan  sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah  kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika  dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang  sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses  dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan  dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua  anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan  manusia dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia  diberi akal. Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai  berfikir, manusia itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau  dibawa kemana. “Kita hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung  kitanya mau mengisi catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau  mengisi hidup ini dengan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,”  ucapnya berfilosof. Ketika seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya  mau dibawa kemana, tinggal orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya,  seperti ilmu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjaga Masjid&lt;/span&gt;.  Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan gaya  hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa  padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari  peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun  ketika malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi  penjaga Masjid. “Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya  tinggal di Masjid yang berada dekat terminal Bogor. Dari mulai  membersihkan Masjid, sampai mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk  orang-orang yang akan shalat Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya  merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat  kekuatan pemikiran yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai  sarana ibadah, juga tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan  memasang strategi. “Dalam halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan  di sampingnya gundukan tanah. Saya anggap itu adalah kuburan saya.  Ketika saya punya masalah saya merenung kembali dan kata Nabi, orang  yang paling cerdas adalah orang yang mengingat mati,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Elang  semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di  ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum  lama ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat  informasi dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa  “ghaib”?, sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah  kembali lagi padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa  aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya.  Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah  langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan  mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah  mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya,  karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan  cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya.  Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian tukang  koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu  pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia  tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa  wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan  dan dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang  Bapak yang anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel  Indonesia. Elang merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi  ada orang tinggal di hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi  lain ada orang yang tinggal di jalanan. Akhirnya, pada malam  penganugerahan, tim juri memutuskan Elanglah yang menjadi juaranya.  Padahal kalau diukur secara omset, pendapatannya berbeda jauh dengan  para pengusaha lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa  hadiah sebesar Rp 20 juta, ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas  Indonesia. Melalui lomba itu, terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk  menapaki dunia wirausaha yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan  Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan mulus.  Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami hambatan,  terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa biasa,  tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal,  prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti  membutuhkan rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang  percaya. Apalagi perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke  tukang gorengan daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sering  ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah semangat  untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman, masih  banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman.  Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk  organisasi Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang  mempekerjakan karyawan 100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam  meraih impian tersebut adalah ingin menjadi tauladan bagi generasi muda,  membantu masyarakat sekitar, dan meraih kemuliaan dunia serta akhirat.    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-1097530746"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=3586812023627830216&amp;amp;postID=3725726499914386673" title="Edit Post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt;sumber:zenialbudiman&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8160059294230700674?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8160059294230700674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/06/elang-gumilang-mahasiswa-beromset-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8160059294230700674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8160059294230700674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/06/elang-gumilang-mahasiswa-beromset-17.html' title='Elang Gumilang Mahasiswa Beromset 17 Milyar'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4482518743927304139</id><published>2011-06-11T17:23:00.000+07:00</published><updated>2011-06-11T17:28:52.719+07:00</updated><title type='text'>Penjual Somai yang Kehilangan Pelanggan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di kompleks perumahan tempat saya tinggal, di daerah Kembangan Jakarta Barat, ada seorang penjual somai dengan gerobak kaca tanpa roda dengan tulisan "Somai Hoki" yang mangkal di depan sebuah minimarket ternama (dahulu di sebuah bank swasta nasional besar). Karena sudah bertahun-tahun mangkal di tempat yang sama, jumlah pelanggan pun semakin beragam dan bertambah banyak. Ada pembeli eceran untuk dimakan di tempat itu dengan duduk di kursi plastik, ada yang dibawa pulang, dan ada pembeli pesanan dalam jumlah banyak. Semua pelanggan dilayani dengan suka-cita dan antusias. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pelanggan yang suka membeli somai di situ banyak yang bilang somainya lengkap dan enak, rasa ikan tenggirinya 'nendang', di samping itu sambalnya pedas-pedas menggoda.Harganya?Jangan ditanya, cuma seribu rupiah per biji, tempat lain pasti 25% - 100% lebih mahal.Banyak orang yang percaya bahwa Somai Hoki ini laris karena harganya yang murah sekaligus rasanya yang pas dengan selera pelanggan. Saya pun hampir percaya itu, sampai suatu saat saya bisa membuktikan bahwa bukan faktor harga dan rasa yang membuat Somai Hoki itu laris.Begini ceritanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hoki Penjual Baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Suatu saat, adik penjual somai ini punya hajatan menikahkan anaknya sehingga dia harus pulang kampung selama sebulan. Sebelum pulang kampung, dia meninggalkan gerobak somai dan peralatannya pada seorang saudaranya.Lalu dia mengajarkan pada saudaranya itu cara mempersiapkan somai, memanaskan, meracik, memotong, memberi bumbu, dan seterusnya, sampai bisa.Setelah dia yakin betul, barulah dia pulang kampung dengan tenang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat penjual somai ini pulang kampung, saya juga pernah membeli Somai Hoki dari saudaranya ini. Karena somai dan bumbu-bumbunya dibeli dari tempat yang sama, maka rasanya juga sama, sambalnya sama, racikannya sama, harganya pun juga sama.Gerobaknya sama, mereknya sama, peralatan yang dipakai juga sama.Bagi saya hampir tidak ada bedanya, yang berbeda hanya abang penjualnya saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hoki Penjual Lama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah penjual somai asli ini balik lagi, dia banyak mengeluh pada saya.Selama sebulan pulang kampung, omset jualannya turun sampai 30 persen! Selain itu, banyak pembeli yang komplain, dan pembeli pesanan jadi pada batal beli. Mengapa? Si penjual somai kebingungan tidak tahu mengapa omsetnya jadi turun, padahal produk dan mereknya sama. Apakah ada faktor keberuntungan atau hoki dalam menjual suatu produk? Begitu pertanyaan penjual somai dengan rasa penasaran tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Brand - Service - Process&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagi kami di &lt;i&gt;Markplus&lt;/i&gt;, Pak Hermawan Kartajaya sudah membuat sebuah model yang bisa menjelaskan masalah yang dihadapi penjual somai ini, maka tidak akan susah menjelaskannya. Penjual somai ini menghadapi masalah pada 3 core (dari 9 Core Elements) yaitu Brand - Service - Process. Pada dua kejadian itu jelas brandnya sama yaitu Somai Hoki. Tapi apakah service kedua penjual somai itu sama? Apakah proses penjualan dan penyajian kedua penjual somai ini sama? Ternyata tidak sama! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;- &lt;u&gt;Proses Penjual Somai Asli&lt;/u&gt;: somai dipanaskan dulu sampai air mendidih, pembeli boleh pilih sendiri somainya, pembeli ditanya siomai mau dipotong kecil-kecil atau besar, mau pedas atau tidak, mau dikasih kecap atau tidak, kemudian diberi tetesan jeruk limau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;- &lt;u&gt;Proses Penjual Somai Baru&lt;/u&gt;: kadang-kadang somai belum sempat dipanaskan sampai mendidih sudah langsung dijual (dia biasa datang lebih siang saat pembeli sudah ramai), penjual yang memilih somai dan langsung memotongnya; sambal dan jeruk limau diberikan terpisah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;- &lt;u&gt;Service Penjual Somai Asli&lt;/u&gt;: datang atau buka lebih awal dan pulang lebih sore (sekitar jam 10.00 - 18.00), bisa mengantar ke ruko-ruko di dekatnya, proses penjualannya lebih cepat, tidak menolak bila dibayar dengan uang besar, dan selalu tersedia uang kembalian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;- &lt;u&gt;Service Penjual Somai Baru&lt;/u&gt;: jam jualannya lebih pendek karena datang lebih siang dan pulang lebih awal, belum tahu dan hafal pelanggan dan ruko-ruko di sekelilingnya jadi kalau mengantar dia bingung dan proses penjualannya lebih lama. Selain itu seringkali tidak tersedia uang kembalian dan minta uang pas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;: penjual siomai asli prosesnya lebih customized atau customer focus, dan service-nya lebih baik karena lebih disukai pelanggan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi jelaslah penjualan somai turun bukan karena hoki atau keberuntungan semata, tapi karena memang proses dan service-nya berbeda.Nah, bila Anda menjual produk yang mirip atau sama dengan pesaing, brand atau merek saja tidaklah cukup sebagai faktor pembeda. Anda harus merancang proses produksi, proses penjualan dan servis yang diinginkan pelanggan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Oleh : Drs. Mukti Wibawa, MBA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4482518743927304139?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4482518743927304139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/06/penjual-somai-yang-kehilangan-pelanggan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4482518743927304139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4482518743927304139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/06/penjual-somai-yang-kehilangan-pelanggan.html' title='Penjual Somai yang Kehilangan Pelanggan'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-123279304320024868</id><published>2011-05-05T14:47:00.004+07:00</published><updated>2011-05-05T14:52:55.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis bebek'/><title type='text'>Bisnis Modal Rp.50.000, Bisa Kok!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bLjWImt2bKg/TcJWmdX-HNI/AAAAAAAAAsc/CHg1U0Y3Kew/s1600/20110222_071952_DewaBebek-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 285px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bLjWImt2bKg/TcJWmdX-HNI/AAAAAAAAAsc/CHg1U0Y3Kew/s400/20110222_071952_DewaBebek-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603136105122503890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Anda ingin sukses terjun di bisnis peternakan  bebek? Sukses yang direngkuh Dewa Gede Putra Darmada ini mungkin bisa  menjadi salah satu inspirasi Anda. Semua orang pun sepertinya bisa  melakukan karena modal sangat minim dan bisa mengantarkan anda menjadi  peternak bebek yang sukses.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Adalah Dewa Gede Putra Darmada, pemuda kelahiran Gianyar, Bali 21  September 1984 yang memulai usaha berternak bebek (Bali) sejak tahun  2009 dan kini sudah berhasil menangguk sukses. Dewo panggilan akrab Dewa  Gede, mengatakan, untuk sukses dibisnis ini tidak lah susah, yang  penting kata dia seorang peternak harus senang lebih dahulu dengan bebek  sehingga punya rasa memiliki terhadap bebek.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sesuai dengan nama bendera usahanya Dewa Duwe Duck yang berarti Dewa  Punya Bebek, Dewo berhasil menjadi penyuplai bebek potong di wilayah  Gianyar Bali dan sekitarnya. Bisnis usahanya hanya dimulai dari modal Rp  50.000 saja.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Sejak awal saya memang senang dengan bebek, saya selalu senang melihat bebek," kata Dewo kepada &lt;strong&gt;detikFinance&lt;/strong&gt; beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Dewo yang memang punya keluarga usaha pemotong hewan, awalnya cuma  iseng-iseng membeli 10 ekor bebek anakan seharga Rp 30.000, lalu ia juga  membeli konsentrat seharga Rp 20.000 untuk pakannya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Walhasil tak disangka, bebek peliharaannya tumbuh kembang dengan  cepat, dalam tempo 2 bulan ia berhasil memanen hasil jerih payahnya  seharga Rp 500.000. Semenjak itu lah, ia semakin bersemangat memutar  uangnya, yang akhirnya membawanya menjadi penyuplai 1200 ekor bebek per  bulan di wilayah Bali dengan omset puluhan juta per bulan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Margin dibisnis bebek itu sekali panen bisa berlipat-lipat," kata  Dewo yang merupakan salah satu peserta wirausaha Mandiri itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Ia kini sudah memiliki 4 buah kandang dengan masing-masing ukuran 4x6  meter, dimana setiap kandang bisa menampung 500 ekor bebek. Setiap dua  minggu sekali ia mendatangkan bibit dari Badung Bali, sehingga panen  bebek ia bisa lakukan setiap seminggu sekali.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Untuk urusan kandang, Dewo punya tips bagi yang mau memulai usaha  bebek, yaitu usahan disiapkan kolam kecil di areal kandang untuk  keperluan bebek mandi setiap harinya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Hal ini penting agar kondisi bebek bisa terus bersih dan tak berbau.  Mengenai bau, Dewo juga punya tips jitu agar kandang bebeknya tak  mengganggu tetangga sebelah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Syaratnya setiap pemberian pakan pagi dan sore,  ia mencampurkan daun  pepaya secukup agar kotoran bebek tak berbau. Daun pepaya juga  berkhasiat membuat daging bebek akan lebih empuk jika dimasak, meskipun  ia mengingatkan porsinya diberikan secukupnya karena daun pepaya  memiliki rasa pahit yang tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Mengenai pakan bebek, selama ini ia hanya mengandalkan pakan bebek  dari sisa makanan nasi restoran disekitarnya yang ia dapatkan cuma-cuma.  Selain itu, yang terpenting harus ada campuran sayur yang bisa  diperoleh dari sisa-sisa di pasar plus dicampur gedebong (pelepah)  pisang yang dicacak yang sudah direbus.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Berdasarkan pengalaman saya, bebek itu unggas yang tahan penyakit,  dikasih makan apa saja mau. Tingkat kematiannya pun jauh dibawah 10%,"  katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Untuk tetap menjaga kesehatan bebek terhadap penyakit yang sering  menimpa bebek seperti flu, Dewo juga punya tips ampuh untuk mengobati  bebek dari flu yaitu dengan memberikan campuran daun mengkudu dalam  adonan pakan bebek.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Berdasarkan hitungan saya biaya produksi untuk satu ekor bebek hingga panen termasuk karyawan hanya Rp 14.000," imbuhnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Ia juga menuturkan berternak bebek begitu menggiurkan, khususnya di  Bali banyak masyarakat yang masih berternak bebek hanya sambilan yang  hanya dijual ke pengumpul. Sementara konsep yang ia kembangkan adalah  berternak bebek secara total dengan tidak melepas bebek namun  dikandangkan dalam jumlah besar sehingga tingkat pertumbuhannya sangat  cepat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Kalau saya langsung pasarkan ke konsumen seperti restoran, pecel lele, rumah makan, pendeta dan lain-lain," ujar Dewo.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Bahkan kata Dewo, jika dibandingkan berternak ayam, dari sisi harga,  harga bebek cenderung tidak pernah turun dengan harga jual yang cukup  bagus. Saat ini ia menjual bebeknya bervariatif, misalnya bebek dibawah 1  Kg dengan usia satu bulan khusus untuk pecel lele  dijual Rp  25.000-30.000 per ekor, umur 2 bulan dijual Rp 35.000, hingga paling  besar dijual Rp 60.000 per ekor untuk usia 3 bulan keatas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Terus terang saja, saya sekarang kewalahan meladeni permintaan, di  wilayah Ubud saja permintaan pasar 1000 ekor per hari. Saya baru bisa  suplai 100,"kata pemuda lulusan S-1 Peternakan Kampus Marwa Dewa ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Lewat keuletan dan keseriusannya ini, ia kini menikmati bisnisnya  yang terus berkembang. Setidaknya ia sudah mandiri membangun kandang  senilai Rp 14 juta di pekarangan rumahnya, bahkan Dewo sudah memiliki  kendaraan mobil pick up sendiri untuk menopang kegiatan usahanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Intinya kata dia berbisnis ternak tidak lah susah, jika ada kemauan  pasti bisa sukses. Untuk urusan modal, ia telah membuktikan bahwa  memulai bisnis tak melulu merogoh kocek tebal.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   "Dengan pakan sampah, kita menghasilkan produksi yang tinggi.  Berternak tak selamanya pakai dana besar," tutur pengusaha muda usaha  Mandiri yang memiliki 6 karyawan ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Potensi pasar bebek menurutnya tidak hanya di Bali saja, dibanyak  daerah termasuk di Jawa peluang ini selalu ada. Permintaan terhadap  bebek khususnya untuk sajian restoran terus meningkat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Khusus untuk di Bali, bebek selain digunakan untuk pangan di  restoran, bebek sering dipakai untuk pengganti angsa sebagai keperluan  ibadah para pendeta Hindu. Terutama bebek putih, yang melambangkan  kesucian terkait dengan Dewa Brahma.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Bagaimana mau mencoba, ternak bebek ala Dewo?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;strong&gt;Dewa Duwe Duck&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    Dewa Gede Putra Darmada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    Jl. Ida Bagus Mantra&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    Br. Pabean, Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(hen/qom)   &lt;p&gt;    &lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Suhendra&lt;/strong&gt; - detikFinance&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-123279304320024868?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/123279304320024868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/05/bisnis-modal-rp50000-bisa-kok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/123279304320024868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/123279304320024868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/05/bisnis-modal-rp50000-bisa-kok.html' title='Bisnis Modal Rp.50.000, Bisa Kok!'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bLjWImt2bKg/TcJWmdX-HNI/AAAAAAAAAsc/CHg1U0Y3Kew/s72-c/20110222_071952_DewaBebek-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4913094453388121357</id><published>2011-04-08T14:59:00.005+07:00</published><updated>2011-04-08T15:47:29.363+07:00</updated><title type='text'>DUDUK DIAM = UANG MENGALIR??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-VAkfTYch0pk/TZ7KI9sYx6I/AAAAAAAAAsU/d11_IFR_8W4/s1600/%2528Maling%2529%2Bitu%2BJuga%2BManusia.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 332px; height: 375px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-VAkfTYch0pk/TZ7KI9sYx6I/AAAAAAAAAsU/d11_IFR_8W4/s400/%2528Maling%2529%2Bitu%2BJuga%2BManusia.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593130042589235106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini saya sering dapat email spam, yang sebagian besar mengiming-ngimingi penghasilan besar dari bisnis internet tanpa melakukan usaha pula. Hmmm..siapa yang gak tergoda dengan hanya menjadi membernya atau kerja 2 jam sehari di depan komputer uang akan mengalir bak tsunami. Supaya meyakinkan si empunya situs memamerkan screenshot penghasilannya. Ckkckkk..penghasilan perharinya bisa buat beli es cendol 1 tanki hehehe...ditambah fotonya di depan mobil XXX keluaran terbaru biar lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa bermaksud suudzon /  berburuk sangka, saya googling profile si punya web ini, apa benar ni orang penghasilannya segede itu?. Setelah saya telusuri ooppss..ketauan tuh siapa dia. Ternyata, saya sebut Mr.x ini ternyata resedivis dunia maya. Namanya terkenal bukan karena kebaikannya tapi karena pandai menipu. Mr.X ini suka berganti nama, alamat yang berbeda-beda untuk mendapatkan mangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk para netter yang sedang mencari penghasilan tambahan dari internet, hati-hati didunia online sama halnya di dunia offline, banyak penipu yang bergentayangan, bahkan lebih kejam. Gak ada rumusnya Duduk diam terus uang mengalir, atau kerja 2 jam sehari di komputer  tinggal keruk uang, di awal-awal bisnis semua butuh kerja keras, butuh kesabaran, keuletan dan tentunya doa (kok jadi serius ya..hehe). Tinggal deh klo sistem sudah jalan pasive income akan menunggu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Duduk diam = uang mengalir&lt;/span&gt;?? emang ngepet..heheh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4913094453388121357?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4913094453388121357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/04/duduk-diam-uang-mengalir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4913094453388121357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4913094453388121357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/04/duduk-diam-uang-mengalir.html' title='DUDUK DIAM = UANG MENGALIR??'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-VAkfTYch0pk/TZ7KI9sYx6I/AAAAAAAAAsU/d11_IFR_8W4/s72-c/%2528Maling%2529%2Bitu%2BJuga%2BManusia.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4657981381381560605</id><published>2011-04-03T21:58:00.002+07:00</published><updated>2011-04-03T22:24:40.148+07:00</updated><title type='text'>Blog Saya dimakan Kolor Ijo</title><content type='html'>Sudah pernah liat Kolor Ijo? pasti jawabannya belum pernah bukan?, Ingat kolor ijo pasti akan teringat syetan atau makhluk jadi-jadian yang doyan anunya perempuan, konon cerita tersebut merupakan Hoax ataupun Omong kosong hanya sekedar pengalihan isu politik, stop kalau dah  sampai ngomongin Politik ntar jadi ribet..hehe.&lt;br /&gt;Terus apa hubungannya antara blog saya ini  dengan kolor Ijo? Gak ada hubungannya cuy..lho kok?.. Begini sekitar sebulan yang lalu blog saya hilang dari peredaran, setelah masuk dasboard blogger, blog tidak diketemukan, saya coba cari dari di google, cache masih ada tapi setelah link di klik.. tuing! blog tidak ditemukan juga!..kemana blog saya ini, dimakan gendurwo atau kolor Ijo? apa salahku, apa dosaku..setelah googling sana-sini gak menemukan jawaban yang memuaskan. Ada yang bilang blog di banned Om google, di hack orang lah. Tapi saya gak menyerah begitu aja, saya coba cari tulisan terakhir saya lewat google dan saya klik cachenya..tuing! ada keanehan disitu di daftar pengunjung terlihat ada kunjungan tiap detik kebanyakan dari India dan Arab...wah..wah siapa yang ngunjungi blog sy itu, jangan-jangan....???&lt;br /&gt;Tapi Alhamdulillah blog saya ini sudah balik ke pangkuan Bapak pertiwi, mudah-mudahan gak dimakan kolor Ijo lagi hehehe..peace!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4657981381381560605?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4657981381381560605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/04/blog-saya-dimakan-kolor-ijo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4657981381381560605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4657981381381560605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/04/blog-saya-dimakan-kolor-ijo.html' title='Blog Saya dimakan Kolor Ijo'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1608913377541693624</id><published>2011-02-16T22:41:00.012+07:00</published><updated>2011-02-17T01:01:30.926+07:00</updated><title type='text'>Hanya Kegigihan yang Bisa Merubah..</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk yang sedang down, BeTe, manyun, mewek, sumpek,riweuh,rungsang, gak nafsu (makan, tidur, xxx) mungkin karena mengalami bisnis yang bangkrut, kejar jabatan yang tak sampai-sampai, kejar pacar justru pacarnya makin menjauh, langsingin badan justru tambah gemuk hehe..jangan putus asa jangan ambil jalan pintas &lt;s&gt;ke dukun&lt;/s&gt;, membaca tulisan Om Napoleon mungkin akan menyadarkan kita, untuk terus berjuang tak boleh menyerah. Bagaimana Om Napol memberikan pencerahan tentang pentingnya sebuah kegigihan atau ketekunan, yuk mari kita simak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon Hill memberikan delapan faktor bahwa kegigihan didasarkan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Kedefinitan tujuan: tahu apa yang Anda inginkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Keinginan - gairah yang kuat untuk apa yang Anda inginkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Kemandirian-kepercayaan untuk melaksanakan rencana Anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Pasti rencana - rencana terorganisir tertulis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Akurat pengetahuan - rencana Anda didasarkan pada pengalaman atau observasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;6. Kerjasama - sedang dengan orang lain yang akan membantu Anda mengembangkan ketekunan.&lt;br /&gt;7. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;daya Will - memusatkan pikiran Anda pada mendapatkan tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;8. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Kebiasaan - ketekunan adalah akibat langsung dari menjadikannya kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Langkah pada Pengembangan Ketekunan/Kegigihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Tujuan yang ditulis adalah bersama harus dengan keinginan membara untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;2. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Tulis sebuah rencana tindakan. Apa langkah-langkah yang perlu Anda mewujudkannya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;3. Bercermin berbicara pada diri Anda. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;bicara sendiri Negatif menyebabkan banyak kerusakan. Menyingkirkan semua pengaruh negatif dan mengecilkan hati dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;4. &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Membentuk atau bergabung dengan sebuah kelompok mastermind orang berpikiran positif yang mendorong terus Anda bertanggung jawab pada menyelesaikan tindakan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Percaya pada diri sendiri. Percayalah pada tujuan Anda. Tetap fokus. Jangan pernah mengubah tujuan Anda, hanya menyesuaikan rencana Anda. Anda dapat mengganti rencana jika diperlukan, tetapi tidak tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin sukses, ketekunan harus berada di inti dari hidup Anda. Bila Anda belajar untuk menerobos dinding pembatas, Anda berada pada jalan menuju kebesaran.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang setuju dengan tulisan Om Napol (Napoleon Hill), silakan ikuti, bagi yang tidak setuju cari artikel sendiri..ya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;"&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Never give in--never, never, never, never&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; "( opung Winston Churchill )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu sendiri yang merubahnya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;http://kangdayat.com&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1608913377541693624?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1608913377541693624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/02/hanya-kegigihan-yang-bisa-merubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1608913377541693624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1608913377541693624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/02/hanya-kegigihan-yang-bisa-merubah.html' title='Hanya Kegigihan yang Bisa Merubah..'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-5658485886899305371</id><published>2011-02-13T20:35:00.002+07:00</published><updated>2011-02-13T21:05:59.821+07:00</updated><title type='text'>Samudera Biru</title><content type='html'>Dalam dunia bisnis sering kita dengar istilah samudera biru. Samudera biru atau bahasa bulenya blue ocean bisa di artikan tempat dimana adanya peluang bisnis baru pada produk yang sudah jenuh di pasaran atau gampangnya persaingan usahanya sudah ketat.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam bisnis pulsa, semua sudah tahu kalau bisnis satu ini hampir tidak ada celah lagi untuk inovasi di dalamnya, persaingan sangatlah ketat. Tapi bagi yang jeli melihat  peluang, samudera biru di bisnis pulsa masih cukup lebar untuk digarap.&lt;br /&gt;Salah satu contoh samudera biru di bisnis ini adalah penjualan nomor cantik. Hanya sebagian kecil pemain bisnis pulsa yang jual nomor cantik. Mungkin melihat resiko yang tidak sepadan dengan modal yang di keluarkan untuk memulai bisnis nomor cantik. Resiko kartu expired adalah yang menjadi alasan para pedagang pulsa emoh menekuni bisnis nomor cantik.&lt;br /&gt;sangatlah tidak adil kalau hanya melihat resiko saja, sebenarnya bisnis nomor cantik juga sangat pontensial menambah pundi-pundi rupiah. Saya beri contoh salah satu teman saya yang sepecialis penjual nomor cantik, dia mampu menukar satu mobil Avanza dengan satu nomor cantik, ya serius..satu nomor cantik ditukar dengan mobil Avanza baru..hmmmm...hayoo cari samudera biru di bisnis anda..siapa tahu bisa dapatin Jaguar..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-5658485886899305371?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/5658485886899305371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/02/samudera-biru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5658485886899305371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5658485886899305371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/02/samudera-biru.html' title='Samudera Biru'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-9114114469551663220</id><published>2011-02-02T15:52:00.002+07:00</published><updated>2011-02-02T18:01:24.287+07:00</updated><title type='text'>Member Bumiayu Dahsyat Reload tembus1600</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah per 31 Januari 2011, member Bumiayu Dahsyat reload lebih dari 1600 anggota. padahal semenjak launching sampai sekarang tidak ada promosi khusus untuk mengembangkan bisnis Multichip ini. Kami hanya mengandalkan promosi mulut kemulut saja, karena bumiayu dahsyat reload awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan konter bumiayu yang kala itu sampai 56 konter. untuk menjaga selalu tersedianya stok pulsa maka kami mempunyai inisiatif untuk membuat multi chips sendiri.&lt;br /&gt;Dengan Multichip milik sendiri, efektifitas sangat terasa. diantaranya transaksi tiap-tiap konter mudah di monitor. dari sini kami bisa mengetahui konter mana yang penjualan pulsanya meningkat ataupun menurun dengan cepat.&lt;br /&gt;Memang tidak gampang mengelola multichip sendiri, banyak kendala yang senantiasa mengiringi perjalan bisnis Bumiayu dahsyat reload. Diantaranya sering byar petnya listrik di daerah kami, sehingga mengakibatkan kerusakan pada software dan hardware komputer. Koneksi internet yang sering putus sehingga menggangu member yang transaksinya via yahoo messenger.&lt;br /&gt;alhamdulillah semua kendala itu sedikit demi sedikit masih bisa kami atasi. Bukankah di setiap kesulitan pasti ada kemudahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-9114114469551663220?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.blere.co.cc' title='Member Bumiayu Dahsyat Reload tembus1600'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/9114114469551663220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/02/member-bumiayu-dahsyat-reload.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9114114469551663220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9114114469551663220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/02/member-bumiayu-dahsyat-reload.html' title='Member Bumiayu Dahsyat Reload tembus1600'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-824251098590978558</id><published>2011-01-31T13:55:00.001+07:00</published><updated>2011-01-31T13:55:54.866+07:00</updated><title type='text'>Tips for Competing with Larger Businesses</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;If you are, you will likely face a large amount of competition from others; others who may be larger than you and others who may have more resources at hand than you do.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;This automatically makes you unique right away.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;While this may not sound promising to you, it should give you a little bit of hope. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;While you may not necessarily be able to control the competition that you do and do not have, one thing that you can control is your business’s public perception. To prevent that from happening, you want to give your customers a reason to come to your store, as well as reason to keep on coming back. The first step is to make sure that your establishment is well-kept and always clean.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;In addition to making sure that your establishment is well-kept and always clean, you need to examine the type of service that you and your employees provide your customers with.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;When it comes to doing business with a small business, there are customers who want to feel like they are known by name, even if they aren’t actually, or feel like they can stop and talk with you and your employees about nothing in particular, like the weather, just because.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;This is what will essentially set your business apart and make it easier to compete with larger businesses.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Making sure that all of your customers receive the best service available, as well as thank you every time, is the best way to compete and win against your larger competitors.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;The above mentioned ways are just a few of the many ways that you can make sure that your small business is running just as strong as the competition.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;A simple suggestion box may give you insight into your customers, as well as their wants and their needs.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-824251098590978558?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.blere.co.cc' title='Tips for Competing with Larger Businesses'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/824251098590978558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/tips-for-competing-with-larger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/824251098590978558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/824251098590978558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/tips-for-competing-with-larger.html' title='Tips for Competing with Larger Businesses'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-9022063408512833233</id><published>2011-01-31T13:30:00.002+07:00</published><updated>2011-01-31T13:43:04.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BISNIS'/><title type='text'>How to Market Your Small Online Business</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TUZZ5u441lI/AAAAAAAAAqg/uRa0mEgx6_0/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 158px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TUZZ5u441lI/AAAAAAAAAqg/uRa0mEgx6_0/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568236837664249426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Even if you are happy with the money that you are currently making, you may be looking to make even more.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;One of the reasons for that is because of the internet.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;There are a number of different ways that the internet can help you with the marketing of your online business.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;A few of those ways are briefly touched on below.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tare many online message boards or forums that allow participating members to have what is referred to as a signature.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;A signature is a block of print that always appears at the end of a member’s posts.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;What is nice about pay per click advertising programs is that, just as the name sounds, you only have to pay when one of your advertisements gets clicked on.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;This type of advertising arrangement may be able to save you a considerable about of money, when compared to paying a flat rate fee for an advertisement that may never even be seen, let alone clicked on.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;In addition to paying for advertising, you may also be able to get free advertising by doing what is known as a link exchange.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;The only thing that you want to make sure you do is not exchange links with your competition.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;You want to try and make sure that all links can be connected or related to each other, in one way or another, but you don’t want to end up generating income for your competition.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;That is why it is important that your website, whether it is used to sell products or services, is optimized for the search engines.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Your website needs to be filled with content that the search engines will pick up, as well as content that your visitors can read. If you need assistance with this, you may want to think about hiring the services of a SEO specialist or a professional content writer.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;The above mentioned marketing approaches are just a few of the many that you may want to use to help increase your small online business’s profits.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;For the best chance of success, you are advised to implement more than just one of the above mentioned approaches.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-9022063408512833233?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.blere.co.cc' title='How to Market Your Small Online Business'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/9022063408512833233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/how-to-market-your-small-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9022063408512833233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9022063408512833233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/how-to-market-your-small-online.html' title='How to Market Your Small Online Business'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TUZZ5u441lI/AAAAAAAAAqg/uRa0mEgx6_0/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-7571364991341199768</id><published>2011-01-30T23:59:00.003+07:00</published><updated>2011-01-31T01:03:12.993+07:00</updated><title type='text'>Why old computers need to be recycled?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TUWbAytxrwI/AAAAAAAAAqY/X5botNt1JCU/s1600/old_xt_computer.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TUWbAytxrwI/AAAAAAAAAqY/X5botNt1JCU/s400/old_xt_computer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568026952229564162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;This method of disposal will soon become a necessity because of the computer industries continued upgrading and making more computers that are newer more affordable for the average person to buy. If the computers make it into landfills as they have in the past, it could eventually cause environmental issues that would then need to be addressed by the government. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Because the monitors as well as televisions have gases and other toxins that if placed in landfill sites could sooner or later release these gases into the atmosphere as well. This is a concern for all who have the ozone and air quality in mind. The gases inside a monitor need to be released safely as you do with a refrigerator or air-conditioner. Without proper release, the air can become filled with these toxic gases. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;It is vital that everyone disposes of their computer equipment properly and take it to a participating recycler in the area. You may have to pay a small fee to drop off your old electronic equipment, but you will also be spending the money wisely to protect the environment. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Many people express concern about ways to clean up landfill sites that already have the electronics dumped there, but the cost would be in the millions to do such a huge project of this sort. Besides the fact that electronics that have been in landfills for some time now have probably already done what harm they could do already. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Many ink and toner manufactures that sell to stores, supply pre-paid envelopes for sending the old cartridges back for recycling. These practices have been around for quite a while now. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;With the newer computer systems becoming available for an affordable price and the way technology changes daily, people are going to need new computers and other electronic equipment to keep up with the changing world. Recycling is needed to accommodate all the old equipment that will double if not triple over the next few years.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-7571364991341199768?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.blere.co.cc' title='Why old computers need to be recycled?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/7571364991341199768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/why-old-computers-need-to-be-recycled.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7571364991341199768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7571364991341199768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/why-old-computers-need-to-be-recycled.html' title='Why old computers need to be recycled?'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TUWbAytxrwI/AAAAAAAAAqY/X5botNt1JCU/s72-c/old_xt_computer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4213177931518508717</id><published>2011-01-01T17:59:00.002+07:00</published><updated>2011-01-01T18:03:10.685+07:00</updated><title type='text'>Ternyata kantor Google santai dan nyaman</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;e&lt;/span&gt; dikenal dengan etos kerjanya yang santai.&lt;br /&gt;Bulan Januari 2007,budaya &lt;span style="color:blue;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;e&lt;/span&gt; tersebut dipelajari oleh &lt;b&gt;Fortune Magazine&lt;/b&gt;,dan menempati urutan &lt;b&gt;#1&lt;/b&gt; ( dari &lt;b&gt;100&lt;/b&gt;) perusahaan terbaik untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi perusahaan ini didasarkan pada berbagai &lt;b&gt;prinsip&lt;/b&gt; seperti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Anda dapat menghasilkan  uang tanpa melakukan vandal"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Anda dapat bekerja serius tanpa mengenakan seragam,"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Bekerja harusnya menantang dan tantangan itu harusnya menyenangkan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya bekerja santai &lt;span style="color:blue;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;e&lt;/span&gt; dapat dilihat dari logo &lt;span style="color:blue;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;e&lt;/span&gt; nya yang bervariasi pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih gambar keasikan para karyawan di kantor &lt;span style="color:blue;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;e&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perosotan ini bertujuan untuk memudahkan karyawan untuk menuju ke lantai bawah,enak ya gan,jadi keinget masa2 kecil dulu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEega1JYI/AAAAAAAAAFM/RqQrLAmicks/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEega1JYI/AAAAAAAAAFM/RqQrLAmicks/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549354456739816834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Karyawan dapat menyantap berbagai macam hidangan yang tersedia,&lt;b&gt;SEPUASNYA..!!!&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEaziHcYI/AAAAAAAAAFE/zW4dLk_bK5I/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEaziHcYI/AAAAAAAAAFE/zW4dLk_bK5I/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549354393151172994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ada banyak tempat hiburan gan,salah satunya billiard,video game dan masih banyak lagi,&lt;span style="color:blue;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;e&lt;/span&gt; emang mangstab..!!!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEWpWw1bI/AAAAAAAAAE8/8ok3jjK22R0/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEWpWw1bI/AAAAAAAAAE8/8ok3jjK22R0/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549354321699722674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ruangan pijat profesional,bisa FIT terus ni karyawannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNESeW7m4I/AAAAAAAAAE0/TPtGQ1kqcdQ/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNESeW7m4I/AAAAAAAAAE0/TPtGQ1kqcdQ/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549354250028161922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt;sumber : &lt;span class="fn"&gt;ngasngisngusker&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http:://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4213177931518508717?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4213177931518508717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/ternyata-kantor-google-santai-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4213177931518508717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4213177931518508717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2011/01/ternyata-kantor-google-santai-dan.html' title='Ternyata kantor Google santai dan nyaman'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4P4TxS_H3_I/TQNEega1JYI/AAAAAAAAAFM/RqQrLAmicks/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4642268173649192570</id><published>2010-12-30T16:26:00.003+07:00</published><updated>2010-12-30T16:35:20.588+07:00</updated><title type='text'>Calon Bintang Tinju Dunia Dilatih Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;selamat hari ibu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan tinju yang akan digelar 17 Desember 2010 di Doubletree Hotel, Monroeville, Pennsylvania, AS, itu menjadi perhatian. Pertandingan itu akan mempertemukan antara Denis Douglin dan Matt Berkshire.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TRxRqNe7l5I/AAAAAAAAAqE/z6fBJMC4uYA/s1600/0-000000000boxing.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TRxRqNe7l5I/AAAAAAAAAqE/z6fBJMC4uYA/s400/0-000000000boxing.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556405825884100498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan ini memang bukan perebutan gelar tinju kelas menengah, tetapi melihat rekor pertandingan Denis, sangat mungkin ia akan jadi juara dunia tinju kelas itu suatu saat nanti. Denis bertanding di tinju pro dengan rekor 11 kali menang (7 di antaranya KO) dan belum pernah kalah. Sedangkan Berkshire menang 11 kali, dua kali seri, dan dua kali kalah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Selain memegang rekor bagus, Denis punya rekor lain. Dialah satu-satunya petinju pro yang dilatih seorang perempuan, yaitu Saphya Douglin, yang tak lain ibunya sendiri. Bagaimana seorang ibu bisa melatih anaknya hingga bisa sehebat Denis?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pada awalnya Denis tak mau dilatih sang ibu karena malu. Namun lama kelamaan ia menyadari teori yang diberikan ibunya lebih ampuh dan berpengaruh pada perkembangan tekniknya dibanding gurunya sendiri. Ketika itu usianya masih belasan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Saphya mengirimkan Denis ke sebuah sasana tinju ketika anaknya itu berusia 8 tahun. Pada awalnya ia melakukan itu agar anaknya tak jadi bulan-bulanan teman-temannya di sekolah. Ia memang menemukan muka anaknya bonyok setelah suatu perkelahian. "Saya mengirimkannya ke sasana agar ia bisa menjaga diri," kata Saphya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sementara anaknya belajar tinju di &lt;em&gt;Gleason's Gym New York&lt;/em&gt;, Saphya pergi juga ke sasana tinju lain bernama &lt;em&gt;Rivera Boxing Gym&lt;/em&gt; masih di kota New York. Ia berlatih ingin menjadi petinju pro. Namun keinginannya menjadi perempuan petinju gagal karena cedera dalam latihan. Meski begitu ia tetap ingin menekuni tinju. Karena jadi petinju tak mungkin, ia kemudian memilih jadi pelatih tinju. Dari sanalah ilmu bertinjunya ia peroleh. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ketika anaknya berusia belasan tahun ia mulai tertarik melatih anaknya sendiri. Meskipun pada awalnya Denis sulit diyakinkan, akhirnya ia tahu, sang ibu merupakan pelatih bertangan dingin. Setelah menyadari kemampuan ibunya akhirnya ia memilih ibunya sebagai pelatih. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   Hasilnya luar biasa! Pada tahun 2008 lalu ketika bertarung di jalur tinju amatir, Denis berhasil menjadi juara nasional di ajang kejuaraan tinjuGolden Gloves untuk kelas menengah ringan. Saat itu banyak yang melihat Denis memiliki masa depan bagus di ring tinju. Setelah kemenangan itu, mulai tahun 2009, ia memasuki tinju pro dengan harapan kelak bisa menjadi juara dunia. Ia percaya ibunya bisa mengantarkannya ke singgasana juara. Hal ini terlihat dari pencantuman tulisan "Da Momma's Boy" di celana pendeknya kala bertinju. Ia tak malu lagi mengakui ibunya sebagai pelatih.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Apakah sang "Anak Mama" ini bisa jadi juara dunia? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Sejauh ini ia dan ibunya sudah membuat catatan bagus.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: AndrieWongso&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4642268173649192570?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4642268173649192570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/calon-bintang-tinju-dunia-dilatih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4642268173649192570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4642268173649192570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/calon-bintang-tinju-dunia-dilatih.html' title='Calon Bintang Tinju Dunia Dilatih Seorang Ibu'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TRxRqNe7l5I/AAAAAAAAAqE/z6fBJMC4uYA/s72-c/0-000000000boxing.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8801205226391589559</id><published>2010-12-16T06:15:00.004+07:00</published><updated>2010-12-16T06:18:46.032+07:00</updated><title type='text'>Teguran Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQlMsjQQG7I/AAAAAAAAAp4/XZkek39sMc8/s1600/kerikil2-cinta.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQlMsjQQG7I/AAAAAAAAAp4/XZkek39sMc8/s400/kerikil2-cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551052343972207538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mandor bagunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-Kali sang mandor berteriak memanggil tapi si tukang tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mandor terus berusaha agar si tukang mau menoleh ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilemparnya uang 1000an yang jatuh tepat di sebelah si tukang. Si tukang hanya memungut uang 1000 dan melanjutkan pekerjaanya. Sang mandor akhirnya melemparkan 100.000 dan berharap si tukang mau menengadah sebentar ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi si tukang hanya lompat kegirangan karena menemukan uang 100.000 dan kembali bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya sang sandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si tukang. Merasa kesakitan akhirnya si tukang menoleh ke atas dan akhirnya dapat berkomunikasi dengan sang mandor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tersebut di atas mungkin sama dengan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan selalu ingin menyapa kita,&lt;br /&gt;Akan tetapi kita selalu sibuk bekerja.&lt;br /&gt;Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak,&lt;br /&gt;Sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan sampai kita mendapatkan 'batu kecil'&lt;br /&gt;agar kita selalu dekat dan ingat kepada Tuhan.&lt;br /&gt;(diambil dari kisah bijak) /abduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blere.co.cc&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8801205226391589559?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8801205226391589559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/teguran-tuhan_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8801205226391589559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8801205226391589559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/teguran-tuhan_16.html' title='Teguran Tuhan'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQlMsjQQG7I/AAAAAAAAAp4/XZkek39sMc8/s72-c/kerikil2-cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-5095387956892563262</id><published>2010-12-11T23:26:00.003+07:00</published><updated>2010-12-11T23:39:16.102+07:00</updated><title type='text'>7 Jenis Penyakit Wanita Yang Sangat Ditakuti Pria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQOome0_PNI/AAAAAAAAApQ/OUlPzKTxUic/s1600/pasangan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 284px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQOome0_PNI/AAAAAAAAApQ/OUlPzKTxUic/s400/pasangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549464544914390226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia 7 Jenis penyakit WANITA yang sangat DITAKUTI oleh pria:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. Nangisitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. Curhatitis B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bawaannya pengen nyerocos. Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis. Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. Shoping Syndrome&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot. Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. Cerewetisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. Lamanian Dandanitos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, nggak kebagean makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cemburunotomy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ngambekilation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala hampir sama dengan Cemburunotomy. Minum Sabaron dan Bersyukurinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : unik aneh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-5095387956892563262?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/5095387956892563262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/7-jenis-penyakit-wanita-yang-sangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5095387956892563262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5095387956892563262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/7-jenis-penyakit-wanita-yang-sangat.html' title='7 Jenis Penyakit Wanita Yang Sangat Ditakuti Pria'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQOome0_PNI/AAAAAAAAApQ/OUlPzKTxUic/s72-c/pasangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4693173631631875619</id><published>2010-12-11T02:09:00.013+07:00</published><updated>2010-12-11T02:30:26.303+07:00</updated><title type='text'>PRESIDEN YANG MISKIN HARTA, NAMUN KAYA IMAN</title><content type='html'>Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika diwawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7aO-dKBI/AAAAAAAAAoA/wqSV5dshzK4/s1600/c838438511.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7aO-dKBI/AAAAAAAAAoA/wqSV5dshzK4/s400/c838438511.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549133381500741650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;TV Fox (AS) : “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”&lt;br /&gt;Presiden : “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya,  “Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan  tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran.”&lt;br /&gt;&lt;span id="more-66"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berikut adalah gambaran &lt;em&gt;Ahmadinejad&lt;/em&gt;, yang mungkin dapat  memberi contoh teladan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan  seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada  masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah  dibersihkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan  menghormati tamu VIP,lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut  dan menanyakan pada protokoleruntuk menggantinya dengan ruangan biasa  dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8DOHxb-I/AAAAAAAAAog/GjXZAGHhLys/s1600/c593615322.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 246px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8DOHxb-I/AAAAAAAAAog/GjXZAGHhLys/s400/c593615322.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134085646020578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8hScWdqI/AAAAAAAAAo4/GKFHW9-Yr6U/s1600/c775035233.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8hScWdqI/AAAAAAAAAo4/GKFHW9-Yr6U/s400/c775035233.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134602202150562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang  kepadanyadan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang  ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama  sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhanadan  disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,  sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat  meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya  yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,sebuah rumah sederhana warisan  ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.Rekening  banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji  bulanannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.Hanya  itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik  secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan  pertahanan.Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa  semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk  menjaganya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu  dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau  roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga  menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk  presiden.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8NfTPHgI/AAAAAAAAAoo/pmQKhW-dk9Q/s1600/c674671144.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 201px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8NfTPHgI/AAAAAAAAAoo/pmQKhW-dk9Q/s400/c674671144.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134262056197634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang  Kepresidenan,ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat  menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,ia meminta terbang dengan  pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info  tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,dan ia memotong  protokoler istana sehingga menteri2nya dapat masuk langsung ke  ruangannya tanpa ada hambatan.Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2  seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,atau hal2 spt  itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa  tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas  kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan  selimut.Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden  Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg  selalu mengikuti kemanapun ia pergi.Menurut koran Wifaq, foto2 yg  diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa  di seluruh dunia, termasuk Amerika.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7nOYWHuI/AAAAAAAAAoI/YBRSzls84sE/s1600/c385114155.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7nOYWHuI/AAAAAAAAAoI/YBRSzls84sE/s400/c385114155.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549133604679196386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7wdJHX3I/AAAAAAAAAoQ/iLyvsDKg4XE/s1600/c031175066.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7wdJHX3I/AAAAAAAAAoQ/iLyvsDKg4XE/s400/c031175066.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549133763260669810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan  sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ76tvoHgI/AAAAAAAAAoY/Fi2E9-T4ZIY/s1600/c554398077.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ76tvoHgI/AAAAAAAAAoY/Fi2E9-T4ZIY/s400/c554398077.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549133939515858434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan  Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan  kaum Buruh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Makanannya hanya ada Pisang,Jeruk, Apel.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ82CS9-DI/AAAAAAAAApI/27VfqIp0cZg/s1600/c06225501212.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ82CS9-DI/AAAAAAAAApI/27VfqIp0cZg/s400/c06225501212.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134958645082162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8YG8luSI/AAAAAAAAAow/VjJ2R9Jho88/s1600/c716845388.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8YG8luSI/AAAAAAAAAow/VjJ2R9Jho88/s400/c716845388.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134444497320226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8rO03x9I/AAAAAAAAApA/DiU4ZhuhaJg/s1600/c03700521010.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ8rO03x9I/AAAAAAAAApA/DiU4ZhuhaJg/s400/c03700521010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134773029947346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Akankah kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau ?&lt;/h2&gt;Mudah-mudahan di Pemilu yang akan datang nanti kita akan memiliki Presiden seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Amin...&lt;/h2&gt;sumber: yepiye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4693173631631875619?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4693173631631875619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/presiden-yang-miskin-harta-namun-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4693173631631875619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4693173631631875619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/presiden-yang-miskin-harta-namun-kaya.html' title='PRESIDEN YANG MISKIN HARTA, NAMUN KAYA IMAN'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQJ7aO-dKBI/AAAAAAAAAoA/wqSV5dshzK4/s72-c/c838438511.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3945162339850972311</id><published>2010-12-09T14:18:00.002+07:00</published><updated>2010-12-09T14:21:26.591+07:00</updated><title type='text'>Dari Raja Parkir Menjelma Jadi 'Raja Luwak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQCDRaM01mI/AAAAAAAAAnw/kCSK9UOIlIY/s1600/Luwak-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQCDRaM01mI/AAAAAAAAAnw/kCSK9UOIlIY/s400/Luwak-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548579076034582114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Lampung&lt;/strong&gt; -  Pesona Kopi Luwak kian menjadi buah bibir sebagai jajaran kopi yang  memiliki cita rasa khas. Bahkan Kopi Luwak juga sempat mendapat julukan  sebagai kopi termahal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasyuran Kopi Luwak rupanya  ditangkap juga oleh Gunawan penduduk  Way Mengaku, Liwa Lampung Barat.  Gunawan yang dahulunya adalah seorang koordinator parkir di Lampung  Barat dengan penghasilan&lt;br /&gt;pas-pasan, kini setelah 3 tahun menggeluti bisnis produksi dan penjualan Kopi Luwak kehidupan ekonominya membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  sebelumnya sudah 17 tahun menjadi koordinator parkir, itu hanya bisa  buat makan saja. Saya akhirnya tereliminasi," tutur Gunawan kepada &lt;strong&gt;detikFinance &lt;/strong&gt;saat ditemui di kediamannya, Way Mengaku, Liwa, Lampung Barat, Rabu (6/10/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan  mengaku sempat menguasai lokasi perparkiran di 7 pasar di Lampung  Barat, dengan anak buah sampai 25 orang. Namun seiring berjalannya  waktu, profesi itu kian tergusur saat pengelolaan perpakiran di ambil  alih oleh pemda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib pun akhirnya membawa Gunawan untuk  mengakrabi bisnis kopi luwak. Ia menuturkan kisah awal dirinya terjun di  bisnis Kopi Luwak berawal saat ia berjalan-jalan di pasar dan kepincut  dua binatang musang atau luwak. Sebagai penggemar binatang ia lantas  membeli dua musang tersebut dengan masing-masing harga Rp 50.000 per  ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kasih nama Luwak itu Inul dan Adam (penyanyi dangdut)," kenangnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menjelaskan, perkenalannya dengan bisnis Kopi Luwak berawal dari  kenalan seorang warga keturunan asal Medan yang meminta bekerjasama.  Tugas Gunawan ktika itu hanya memberikan umpan kopi kepada dua binatang  luwaknya. Si rekannya ini dalam periode tertentu mengambil dan membeli  hasil kotoran luwak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musang saya ditawar Rp 1 juta sama dia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang  waktu 3 bulan berjalan ia mulai curiga terhadap gerak-gerik dari  rekannya yang tidak terbuka. Sebelumnya, ia hanya mengetahui alasan  rekannya membeli kotoran Kopi Luwak hanya untuk obat. Sementara kondisi  dua luwaknya memprihatinkan karena terlalu banyak diberi makan kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  penasaran, karena nggak ngerti internet saya minta tolong dicarikan di  internet oleh teman soal kotoran luwak oleh teman. Saya terkejut  ternyata di China ada informasi harga kopi dari Luwak dihargai  persetengah kilo sampai Rp 2,5 juta," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai semenjak itu  lah ia berpikir untuk mengembangkan Kopi Luwak dengan mengumpulkan  sebanyak-banyaknya luwak hingga 67 ekor. Sayangnya, hal itu tak semudah  yang ia bayangkan karena banyak Luwak yang sakit dan akhirnya mati atau  bahkan kabur dari kandang. Hingga saat ini jumlah luwak yang ia miliki  hanya tersisa belasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Luwak pun sempat mencuat menjadi  binatang yang paling dicari pada waktu itu, padahal Luwak sebelumnya  dikenal sebagai hewan hama yang mengganggu petani di kawasan Liwa.  Harganya pun naik tajam sampai Rp 150.000 per ekor, saat ini bisa dijual  Rp 300-500.000 per ekor.  Menurut Gunawan Musang dibagi berbagai jenis  yaitu musang bulan, musang pandan dan pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musang yang bagus untuk kopi luwak itu yang pandan dan bulan. Musang pohon nggak makan kopi, tapi sarinya saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  mengaku luwak-luwak yang masih hidup pun tak mudah diberi makan.  Melalui proses belajar otodidak ia mulai mengenal seluk beluk Luwak  termasuk makanan apa saja yang ia harus beri, kapan waktunya, kopi jenis  apa yang disukai Luwak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanan yang disukai Luwak selain kopi  merah yang matang, Luwak juga suka pisang, pepaya sampai bekicot, proses  makan kopinya pun malam hari," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan makanan  luwak juga tak mudah, pasalnya dia waktu itu belum memiliki kebun kopi  sendiri. Sehingga harus berburu mencari kopi dari petani ke petani  dengan harga Rp 5000 per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses belajar ini ia harus  bergadang untuk memberi umpan kopi kepada Luwak pada malam hari. Gunawan  menuturkan pada saat yang bersamaan para tetangganya mulai banyak yang  tertarik, meski saat itu musangnya belum bisa diandalkan untuk  menghasilkan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mulai ada keinginan meminta kerjasama bagi hasil. Tapi saya tak mau direcokin," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat  laun jerih payahnya mulai terlihat, meski banyak tetangga menjalini  bisnis yang sama ia tetap yakin bisa sukses. Setidaknya saat ini bisa  membuktikan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari dan mampu  membeli mobil operasional Jeep Trooper seharga Rp 40 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang banyak menilai saya sukses, lalu banyak bermunculan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  juga mengaku ada hal yang membanggakannya yaitu saat produk Kopi  Luwaknya kabarnya pernah dibeli untuk keperluan jamuan kepresidenan.  Sebelum bulan puasa beberapa waktu lalu, lanjut Gunawan, ada kenalannya  dari kalangan militer yang membeli untuk keperluan jamuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kopi luwak saya pernah dipakai untuk coffee morning Pak Presiden SBY, waktu itu jumlahnya 4 Kg," klaimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menuturkan saat ini di Liwa Lampung Barat panen kopi robusta sudah  usai, dan saat ini adalah musim kopi selingan. Masa panen kopi bulan  Juni-Agustus, sehingga saat ini proses produksi kopi menurun, para  produsen hanya mengandalkan stok yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan menambahkan  pada saat produksi tinggi produksi kopi luwaknya dalam bentuk brenjel  (bentuk kotoran belum diolah) mencapai 300 Kg per bulan. Namun saat  tidak musim panen kopi produksi riilnya jauh dibawah 100 Kg per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang  lebih banyak jual bubuk, sebulan penjualan dari bubuk Rp 10 juta per  bulan, kalau penjualan brenjel masih minim," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  memproduksi  kopi luwaknya sendiri, ia memiliki mitra-mitra dengan  produsen kopi luwak skala kecil dengan jumlah luwak perorangnya 2-5  ekor. Perannya juga disini sebagai pengumpul atau broker penjualan bagi  pelanggan-pelanggan di Bandar Lampung, Bandung, Jakarta dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga  kopi Luwak bubuk yang ia jual mulai dari  Rp 600.000-750.000 per Kg  tergantung wilayah tujuannya. Sementara Kopi Luwak dalam bentuk brenjel  atau gelondongan kotoran dijual Rp 200-250.000 per Kg sementar dalam  bentuk biji bersih siap giling Rp 350.000-500.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dengar harga kopi Luwak di Jakarta di Grand Indonesia sampai Rp 2 juta per kg," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  diketahui booming produksi kopi Luwak di Liwa Lampung Barat setidaknya  sudah mulai ramai pada tahun 2007. Pada waktu itu kopi Luwak mulai  dikembangkan secara insentif dengan pola penangkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  kopi luwak itu sendiri telah dikenal pada zaman kolonial Belanda sampai  era tahun 1950-an. Pada masa itu sudah diketahui bahwa Luwak merupakan  binatang yang gemar memakan buah kopi yang sudah matang dan para petani  sering memunguti kotoran buah kopi luwak di alam bebas dengan adanya  keyakinan kopi-kopi tersebut merupakan biji kopi terbaik dan sudah  melalui proses fermentasi di dalam lambung luwak secara alami.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Raja Luwak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Raden Intan Gg. Pekonan, Way Mengaku Liwa Lampung Barat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3945162339850972311?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3945162339850972311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/dari-raja-parkir-menjelma-jadi-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3945162339850972311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3945162339850972311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/dari-raja-parkir-menjelma-jadi-raja.html' title='Dari Raja Parkir Menjelma Jadi &apos;Raja Luwak'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TQCDRaM01mI/AAAAAAAAAnw/kCSK9UOIlIY/s72-c/Luwak-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8577516426846156024</id><published>2010-12-07T17:36:00.002+07:00</published><updated>2010-12-07T17:42:00.695+07:00</updated><title type='text'>9 dari 10 Pintu Rezeki di Perdagangan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TP4PWFs2pGI/AAAAAAAAAng/FGBywlLdJ58/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 259px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TP4PWFs2pGI/AAAAAAAAAng/FGBywlLdJ58/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547888663128876130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah, shalawat&lt;/em&gt; dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebuah hadits yang sering tersebar di kalangan orang awam sebagai motivasi untuk berbisnis atau menjadi pedagang. Namun, disayangkan hadits ini belum diletiti akan keshahihannya. Walaupun mungkin makna perkataan tersebut benar dan sah-sah saja. Akan tetapi, sangat tidak tepat jika kita menyandarkan suatu perkataan pada Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, padahal beliau tidak pernah mengatakannya. Karena, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sendiri bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" style="text-align: right;"&gt;مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari, no. 1291 dan Muslim, no. 3).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits yang kami maksudkan di atas adalah hadits berikut ini,&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" style="text-align: right;"&gt;تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"&lt;em&gt;Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.&lt;/em&gt;"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang kita akan meneliti shahih ataukah tidak hadits tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perkataan Para Ulama Pakar Hadits&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;Al-Istidzkar&lt;/em&gt; (8/196), Al-Hafizh Ibnu ‘Abdil Barr mengisyaratkan bahwa hadits ini &lt;em&gt;dha’if &lt;/em&gt;(lemah, ed.).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar&lt;/em&gt;, Al-Hafizh Al-‘Iraqi pada hadits no. 1576 membawakan hadits,&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" style="text-align: right;"&gt;عليكم بالتجارة فإن فيها تسعة أعشار الرزقة&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan oleh Ibrahim Al-Harbi dalam &lt;em&gt;Gharib Al-Hadits&lt;/em&gt; dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman,&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" style="text-align: right;"&gt;تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"&lt;em&gt;Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan&lt;/em&gt;.".Para perawinya&lt;em&gt; tsiqah &lt;/em&gt;(kredibel). Nu'aim di sini dikatakan oleh Ibnu Mandah bahwa dia hidup di zaman sahabat, namun itu tidaklah benar. Abu Hatim Ar-Razi dan Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadits ini memiliki&lt;em&gt; taabi' &lt;/em&gt;(penguat), sehingga haditsnya dapat dikatakan &lt;em&gt;mursal&lt;/em&gt; [Hadits &lt;em&gt;mursal&lt;/em&gt; adalah hadits yang dikatakan oleh seorang&lt;em&gt; tabi’in&lt;/em&gt; langsung dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tanpa menyebut sahabat. Hadits &lt;em&gt;mursal&lt;/em&gt; adalah di antara hadits &lt;em&gt;dha’if &lt;/em&gt;yang sifat sanadnya terputus (&lt;em&gt;munqothi’&lt;/em&gt;)].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;Dha’if Al-Jaami’&lt;/em&gt; no. 2434, terdapat hadits di atas.&lt;em&gt; Takrij&lt;/em&gt; dari Suyuthi: Dari Nu’aim bin ‘Abdirrahman Al-Azdi dan Yahya bin Jabir Ath-Tha’i, diriwayatkan secara &lt;em&gt;mursal&lt;/em&gt;. Syaikh Al-Albani berkomentar hadits tersebut &lt;em&gt;dha’if&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Ibnu Abid Dunya dalam Ishlah Al-Maal (hal. 73), dari Nu’aim bin ‘Abdirrahman.[1]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Conclusion:&lt;/strong&gt; Hadits tersebut adalah &lt;em&gt;dha’if&lt;/em&gt; sehingga&lt;strong&gt; tidak bisa disandarkan pada Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, walaupun maknanya mungkin saja benar. &lt;em&gt;Wallahu a’lam bish shawab&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al-Jibrin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau ditanya, “Apakah hadits ini shahih, yaitu ‘perdagangan adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki’ sebagaimana yang selama ini sering kami dengar?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menjawab, “Aku tidak mendapati hadits tersebut dalam kitab-kitab hadits seperti &lt;em&gt;Jaami’ Al-Ushul, Majma’ Az-Zawaid, At-Targhib wa At-Tarhib&lt;/em&gt; dan semacamnya. Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Abdirrahman Al-Washabi menyebutkan dalam kitabnya &lt;em&gt;Al-Barakah fis Sa’yil Harakah&lt;/em&gt; halaman 193, beliau menegaskan bahwa hadits tersebut &lt;em&gt;marfu’&lt;/em&gt; (sampai pada Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;). Beliau juga menyebutkan beberapa hadits&lt;em&gt; dha’if&lt;/em&gt;, namun beliau tidak melakukan &lt;em&gt;takhrij &lt;/em&gt;terhadapnya. Sebenarnya hadits tersebut tidak diriwayatkan dalam kitab shahih, kitab &lt;em&gt;sunan&lt;/em&gt;, maupun &lt;em&gt;musnad&lt;/em&gt; yang masyhur. Yang nampak jelas, hadits tersebut adalah hadits &lt;em&gt;dha’if&lt;/em&gt;. Mungkin saja hadits tersebut &lt;em&gt;mauquf &lt;/em&gt;(sampai pada sahabat), &lt;em&gt;maqthu’&lt;/em&gt; (hanya sampai pada tabi’in) atau hanya perkataan para ahli hikmah. Perkataan tersebut boleh jadi adalah perkataan sebagian orang mengenai keuntungan dari seseorang yang mencari nafkah lewat perdagangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya, telah terdapat beberapa hadits dalam masalah berdagang yang menyebutkan keutamaanya dan juga menyebutkan bagaimana adab-adabnya sebagaimana disebutkan dalam kitab &lt;em&gt;At-Targhib wa At-Tarhib&lt;/em&gt;, yang disusun oleh Al-Mundziri, juga dalam kitab lainnya. Di antara hadits yang memotivasi untuk berdagang adalah sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" style="text-align: right;"&gt;الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang,&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;Muttafaqun ‘alaih&lt;/em&gt;)[2]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga pada hadits,&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" style="text-align: right;"&gt;أَطْيَبُ الْكَسْبِ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.&lt;/em&gt;” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rafi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya). &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.[3]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk motivasi dalam berbisnis atau berdagang lainnya, silakan simak artikel rumaysho.com: http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/3055-meraih-berkah-menjadi-pebisnis-muda.html.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga sajian ini bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : pengusahamuslim&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8577516426846156024?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8577516426846156024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/9-dari-10-pintu-rezeki-di-perdagangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8577516426846156024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8577516426846156024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/12/9-dari-10-pintu-rezeki-di-perdagangan.html' title='9 dari 10 Pintu Rezeki di Perdagangan?'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TP4PWFs2pGI/AAAAAAAAAng/FGBywlLdJ58/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8453516452046218525</id><published>2010-11-28T16:56:00.002+07:00</published><updated>2010-11-28T16:59:45.429+07:00</updated><title type='text'>Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TPIoAjOv1KI/AAAAAAAAAmo/77lgfMMQUJw/s1600/tazkiyah-siluet.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TPIoAjOv1KI/AAAAAAAAAmo/77lgfMMQUJw/s400/tazkiyah-siluet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544538081168708770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran dan kematian putrinya menjadi titik perubahan dalam  hidupnya. Ketika tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa ia akan  menjadi orang tua tunggal. Jika karena bukan rasa cinta, pengabdian dan  dukungan dari ibunya, Madonna mungkin tidak akan pernah bisa melewati  semua persoalan hidupnya. &lt;p&gt;Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada  usia 5 bulan, bayinya meninggal akibat "Sudden Infant Death Syndrome"  (SIDS) yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai kematian tiba-tiba  pada balita yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian putrinya yang  mendadak, membuat Madonna sangat berduka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya belum pernah mengalami rasa sakit seperti itu, panik dan merasa  sangat hampa. Tapi saat pemakaman, saya mengatakan pada orang-orang  bahwa saya percaya sepenuh hati Tuhan tidak akan memberikan rasa sakit  jika Dia tidak memiliki sesuatu yang luar biasa untuk saya di masa  depan, apa yang harus saya lakukan adalah tetap berada di jalan yang  benar dan Tuhan akan menunjukkannya begitu saya siap," ujar Madonna  mengenang saat pemakaman bayinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengungkapkan, ketika itu teman-temannya mengatakan bahwa ia akan  bertemu dengan putrinya lagi kelak. Madonna menanyakan bagaimana orang  tahu bahwa ia akan masuk surga? Hanya karena ia seorang Kristiani, tidak  ada jaminan ia masuk surga apalagi ia bukan seorang Kristiani yang  taat. Begitu banyak pertanyaan Madonna yang tak terjawab. Tanpa sadar ia  mulai mempertanyakan soal "satu agama yang benar" yang bisa menjaminnya  masuk surga untuk bertemu lagi dengan putrinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madonna sejenak melupakan pertanyaan itu. Ia mendapat pekerjaan di  sebuah bar di Indianapolis dan bertemu seorang perempuan yang kemudian  menjadi sahabat baiknya. Temannya itu memiliki sejumlah bisnis, tapi  bisnisnya tidak terlalu sukses. Suatu hari, temannya itu menanyakan  apakah Madonna mau pergi ke Malaysia. Ia mengatakan butuh tenaga Madonna  untuk membeli busana model Malaysia, membuat foto-fotonya dan mencari  sesesorang yang bisa menangani ekspor impor.  Tanpa pikir panjang,  Madonna menerima ajaka temannya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya tiba di Kuala Lumpur di pertengahan bulan Ramadan. Saya belum  pernah mendengar soal agama Islam dan tidak tahu bahwa Malaysia adalah  negara Muslim. Saya melihat hampir semua perempuan menutupi kepalanya  dengan kerudung bahkan dalam cuaca yang sangat panas. Saya juga  menyaksikan bagaimana orang-orang berusaha bersikap baik pada saya,"  tutur Madonna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Seorang sahabat yang sangat spesial menjelaskan pada saya bahwa  Malaysia adalah negara Islam, dan Muslim meyakini jika mereka berbuat  baik pada orang lain, Allah akan senang dan akan memberikan pahala bagi  mereka di Hari Akhir nanti," sambungnya menirukan penjelasan sahabat  spesialnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lalin Madonna melihat sisi negatif Islam, seperti pandangan  orang-orang yang sebenarnya tidak banyak tahu tentang Islam. Ia lalu  membeli beberapa buku Islam, termasuk Al-Quran dan mulai mempelajari  Islam. Banyak pertanyaan yang diajukannya tentang ajaran Islam,  misalnya; mengapa perempuan harus menutup seluruh tubuhnya kecuali  tangan dan wajah, mengapa muslim sangat bahagia dan mau berpuasa  sepanjang siang hari, mengapa ada orang mau berlapar-lapar dan itu  membuat mereka bahagia? Madonna merasa tidak ada orang yang bisa  berbahasa Inggris dengan baik untuk menjelaskan jawaban atas  pertanyaan-pertanyaannya itu, sehingga Madonna memilih untuk mencarinya  dalam Al-Quran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semakin saya mendalami agama Islam, saya makin sering bertanya-tanya  apakah ini jalan untuk bertemu dengan putri saya, apakah agama ini akan  membawa saya ke surga?" imbuh Madonna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ganjalan terbesar bagi Madonna tentang Islam adalah perbedaan konsep  Yesus (Nabi Isa) dalam Kristen dan Islam. Ia membayangkan betapa  sulitnya menjelaskan pada keluarganya soal perbedaan itu. "Saya punya  persoalan di sini, haruskah saya mengambil tantangan ini ... menjadi  seorang muslim dan berjalan menuju surga? Atau saya menolak kebenaran  yang telah saya yakini dalam hati hanya karena takut akan penentangan  dari keluarga dan teman-teman saya ...  dan hanya untuk tinggal di  neraka selama-lamanya?" hati Madonna masih risau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pikiran apakah ia seharusnya segera masuk Islam atau tidak membuatnya  merasa gelisah setiap hari. Bagi Madonna,  keputusan itu tidak mudah.  Islam bukan agama paruh waktu, seorang muslim sejati tidak mempratekkan  Islam satu kali seminggu. Islam adalah agama yang menyeluruh dengan  tantangan dan perjuangan yang berat, tapi juga memberikan banyak  keindahan.  "Makin banyak Anda belajar dan memahami (Islam), semakin  Anda menyadari bahwa Anda hanya harus memulai sebuah langkah, yang  membuat Anda harus berusaha keras dan belajar lebih banyak lagi," ungkap  Madonna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan sampailah ia pada suatu hari dimana ia dengan mantap  mengatakan,"Ok, saya yakin, saya akan masuk Islam" dan sejak itu segala  keresahan dan kegundahannya sirna. "Alhamdulillah. Semua rasa pedih yang  saya alami di masa lalu, termasuk rasa sakit akibat kematian putri  saya, semuanya sirna. Tak ada lagi mimpi buruk dan saya merasakan  kedamaian yang luar biasa," tandas Madonna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madonna mengunjungi PERKIM, sebuah organisasi muslim di Malaysia dan  ia di sana ia mengucapkan dua kalimat syahadat.  "Hati saya diliputi  kedamaian dan rasa cinta pada Allah Swt. Alhamdulillah," tukasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tentu saja tantangan masih menghadang. Menjadi seorang muslim bukan  berarti saya tidak menghadapi masalah. Tapi menjadi seorang muslim,   saya punya solusi atas semua persoalan yang menghampiri saya, dengan  mengikuti jalan kebenaran, jalan Islam. di ujung jalan ini, terbentang  surga, ada putri saya dan banyak kenikmatan lainnya."&lt;/p&gt; "Segala puji bagi Allah Swt. yang telah membawa saya ke dalam  kebenaran dan atas rahmat-Nya yang telah menjadikan saya seorang  muslim," tandas Madonna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : eramuslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8453516452046218525?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8453516452046218525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/dalam-islam-madonna-menemukan-kedamaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8453516452046218525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8453516452046218525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/dalam-islam-madonna-menemukan-kedamaian.html' title='Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TPIoAjOv1KI/AAAAAAAAAmo/77lgfMMQUJw/s72-c/tazkiyah-siluet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4098867419247025149</id><published>2010-11-21T20:41:00.004+07:00</published><updated>2010-11-21T20:50:29.663+07:00</updated><title type='text'>Tip-ex</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TOki_pACBWI/AAAAAAAAAmg/5RW34lcjKgQ/s1600/yourfired.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 262px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TOki_pACBWI/AAAAAAAAAmg/5RW34lcjKgQ/s400/yourfired.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541999293189195106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="text_11 link6"&gt;&lt;br /&gt;sumber : andrie wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dipecat  dari pekerjaan bukanlah sebuah 'kiamat'. Justru, barangkali, itulah  kesempatan Anda untuk menjadi hebat. Hal inilah yang dialami oleh  seorang janda cerai bernama &lt;strong&gt;Bette Nesmith Graham&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bette adalah seorang ibu muda yang tinggal bersama anak semata  wayangnya. Demi menghidupi sang anak yang masih kecil, Bette kemudian  bekerja menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan. Sayangnya,  perempuan yang pernah bercita-cita jadi artis ini tak punya latar  belakang jadi sekretaris. Karena itu, mengetik pun ia seringkali salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, ia punya ide unik saat melihat pelukis yang menumpuk warna  sebuah gambar dengan cat lain. Dari sana timbul ide untuk menutupi  kesalahan ketik di kertasnya. Ia memblender cat yang disesuaikan dengan  warna kertas dan dimasukkan ke dalam botol-botol kecil agar mudah dibawa  ke mana-mana. Untuk mengoleskan cat ramuannya, ia menggunakan kuas  kecil. Hasilnya? Si bos tak tahu kalau beberapa dokumen yang salah sudah  ditutupi dengan cat buatan Bette itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat efektivitas cat ini, maka teman-teman Bette pun akhirnya ikut  memakai cat ramuannya. Ia pun kemudian mengemasnya dalam botol kecil dan  diberi nama &lt;strong&gt;”Mistake Out”&lt;/strong&gt;. Itulah awalnya kemudian ia mendirikan usaha Mistake Out Company di rumahnya.&lt;br /&gt;Putranya pun kemudian membantunya mengemas dalam botol-botol kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, karena sebuah kesalahan yang tak bisa dimaafkan, Bette  dipecat. Meski sempat sedih, rupanya justru inilah jalan Bette  membesarkan usahanya. Ia lebih punya banyak waktu untuk memasarkan  produk buatannya itu. Dan, pada tahun 1967, perusahaannya itu telah jadi  perusahaan besar. Bahkan, perusahaan yang kemudian diberi nama Liquid  Paper itu pada tahun 1976 sudah mampu menghasilkan keuntungan bersih  lebih dari 1,5 juta dolar. Tahun 1980, sebelum meninggal Bette mampu  menjual kepemilikan perusahaan itu seharga 47,5 juta dolar. Sungguh,  pemecatan yang jadi keberkahan bagi seorang Bette.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4098867419247025149?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4098867419247025149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/tip-ex.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4098867419247025149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4098867419247025149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/tip-ex.html' title='Tip-ex'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TOki_pACBWI/AAAAAAAAAmg/5RW34lcjKgQ/s72-c/yourfired.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-311525070484484077</id><published>2010-11-17T17:01:00.004+07:00</published><updated>2010-11-17T17:10:39.212+07:00</updated><title type='text'>Orang Kanan Menguasai Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TOOozWd6zaI/AAAAAAAAAmQ/WUFHKlF4pHc/s1600/braindeath.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 302px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TOOozWd6zaI/AAAAAAAAAmQ/WUFHKlF4pHc/s400/braindeath.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540457566753705378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;/b&gt; : Tom MC Ifle   &lt;div class="text_11" style="padding-top: 5px;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="text_11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="text_11" style="padding-left: 5px; line-height: 16px; padding-top: 5px;"&gt;Tahukah Anda orang yang menggunakan otak kanan lebih banyak menguasai masa depan? &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing otak memang diketahui memiliki karakter dan fungsi yang  berbeda. Kali ini saya tidak membedakan dari sisi fungsi (seperti otak  kiri: sistematis, angka, matematis, terstruktur, dst / otak kanan:  imajinasi, musik, kreativitas, dan seterusnya).  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memberikan gambaran efek dari penggunaan otak kiri dan kanan.  Mari kita bedakan antara orang yang didominasi otak kiri dan kanan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Kiri&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;- Mengendalikan tubuh kanan&lt;br /&gt;- Berpikir secara urutan&lt;br /&gt;- Spesialis di text&lt;br /&gt;- Menganalisa detail&lt;br /&gt;- Termotivasi oleh rasa takut&lt;br /&gt;Mengambil keputusan lambat&lt;br /&gt;Ada menjadi tidak ada&lt;br /&gt;Ingin rumah "atau" mobil&lt;br /&gt;Sangat canggih melihat masalah&lt;br /&gt;Efektif mencari alasan&lt;br /&gt;1+1=2&lt;br /&gt;Fokus pada teknis&lt;br /&gt;Jarak pandang terbatas&lt;br /&gt;Mengontrol&lt;br /&gt;Bukan salah saya&lt;br /&gt;Serius&lt;br /&gt;Menghindari risiko &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Kanan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan tubuh kiri&lt;br /&gt;Berpikir secara simultan&lt;br /&gt;Spesialisasi di context&lt;br /&gt;Berpikir besar&lt;br /&gt;Termotivasi oleh rasa ingin tahu&lt;br /&gt;Mengambil keputusan cepat&lt;br /&gt;Tidak ada menjadi ada&lt;br /&gt;Ingin rumah "dan" mobil&lt;br /&gt;Canggih melihat solusi&lt;br /&gt;Efektif melihat kesempatan&lt;br /&gt;1+1= terserah saya&lt;br /&gt;Fokus pada blue print&lt;br /&gt;Jarak pandang tak terbatas&lt;br /&gt;Menginspirasi&lt;br /&gt;Mari kita selesaikan bersama&lt;br /&gt;Fun&lt;br /&gt;Mengambil risiko &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Nah, kira-kira ini sebagian kecil perbedaan yang bisa Anda lihat,  rasakan dan tanyakan kepada diri Anda tentang efek sifat otak kiri dan  kanan terhadap bisnis Anda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bertanya, mengapa saya tidak bisa berpikir besar? Kemungkinan  besar karena otak kiri Anda terlalu terlatih. Dan apa yang terjadi jika  ada orang yang sulit menganalisa detail? Karena terutama otak kanan  mereka terlalu aktif!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-311525070484484077?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/311525070484484077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/penulis-tom-mc-ifle-tahukah-anda-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/311525070484484077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/311525070484484077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/penulis-tom-mc-ifle-tahukah-anda-orang.html' title='Orang Kanan Menguasai Masa Depan'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TOOozWd6zaI/AAAAAAAAAmQ/WUFHKlF4pHc/s72-c/braindeath.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-6883652168330857556</id><published>2010-11-15T14:12:00.007+07:00</published><updated>2010-11-15T14:23:40.239+07:00</updated><title type='text'>Menyasar segmen pekerja, sukses lewat dunia maya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TODdzmj_z4I/AAAAAAAAAmI/ZhANQaF4-eE/s1600/20101115_063956_hakim.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 219px; height: 306px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TODdzmj_z4I/AAAAAAAAAmI/ZhANQaF4-eE/s400/20101115_063956_hakim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539671420260306818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sumber : tangan diatas&lt;br /&gt;&lt;p&gt;     Bosan menjadi pekerja selama 15 tahun, Hikmanul Hakim memutuskan  membuka usaha jualan busana muslim. Kegagalan di tahun pertama  membuatnya lebih berani memasarkan produk secara online. Alhasil,  bisnisnya sukses di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Lebaran, busana muslim menjadi sangat laku. Rupanya, orang  ingin merayakan kemenangan setelah berpuasa, sembari berkumpul dengan  keluarga, memakai baju baru. Salah satu yang menikmati berkah di masa  seperti sekarang adalah Hikmanul Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya memiliki satu butik di ITC BSD, Hakiem – begitu ia biasa disapa – sukses berbisnis busana muslim secara &lt;em&gt;online. &lt;/em&gt;Ia memasarkan 90% produknya lewat &lt;em&gt;website &lt;/em&gt;dan  situs jejaring sosial. Dalam sehari, ia meraup omzet Rp 7 juta sampai  Rp 10 juta. Tapi, sejak sebulan terakhir, omzetnya bisa mencapai Rp 20  juta per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan Hakim ini tidak datang dari langit. Ia merintis butik  busana muslim Rumah Madani dengan keringat. Pria kelahiran Sidoarjo, 7  Februari 1969, ini dibesarkan di keluarga pegawai negeri sederhana.  Ayahnya adalah seorang staf di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan  sang ibu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Hakim sudah didorong untuk berprestasi secara akademis. Ia selalu fokus pada studi. “Boro-boro &lt;em&gt;mikirin &lt;/em&gt;soal  bisnis,” ujarnya. Hasilnya, ia selalu juara kelas. Puncaknya, ia  menamatkan kuliah di Institut Teknologi Surabaya, Jurusan Teknik Fisika  bidang Instrumentasi, dengan predikat sangat memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selulus kuliah pada 1992, Hakiem merantau ke Jakarta. Penyuka ilmu  eksakta ini bekerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan teknologi  informasi (TI). “Saya belajar TI secara otodidak,” ungkapnya.  Selanjutnya, selama 15 tahun, ia berpindah dari satu perusahaan ke  perusahaan lain, hingga terakhir bekerja di PT Fujitsu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Hakiem cukup mapan dengan kariernya. Gajinya tergolong  besar. “Selalu di atas Rp 10 juta,” ungkapnya. Tapi, ia merasa jenuh.  Kemacetan ibukota dan jadwal kerja yang ketat membuatnya tidak nyaman.  Di pikirannya, ia ingin mengubah cara mencari nafkah dengan berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakiem lantas mensurvei segala jenis bisnis, dari jual beli beras  sampai waralaba burger. Ia sempat terpikir membuka usaha konsultan IT  sendiri. Tapi, ia tak pernah bisa merealisasikan sementara belum keluar  dari tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dari Fahmi, Jihad, dan Hanif ini pun resmi mundur pada April  2007. “Saat itu, keluarga besar saya heboh, mengatai saya bodoh karena  melepas kemapanan,” kenangnya. Untunglah sang istri tercinta tetap  mendukung lantaran lebih punya waktu untuk keluarga.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gagal di tahun pertama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         Hakiem akhirnya memutuskan berbisnis busana muslim. Ia melihat,  peluangnya cukup besar. Pada Mei 2007, ia membuka butik Rumah Madani di  ITC BSD. Modal awalnya Rp 40 juta, setengah di antaranya untuk untuk  sewa tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di butiknya, Hakiem menjual aneka busana muslim dan aksesorinya  seperti kerudung, jilbab, dan cadar. Harga jualnya berkisar Rp 80.000  sampai Rp 500.000. “Segmennya untuk kalangan menengah ke atas, terutama  para pekerja,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun pertama, bisnis Hakiem sudah meredup. Omzet penjualannya  sangat kecil. “Profit kotornya hanya Rp 1 juta tiap bulan, habis untuk  membayar gaji SPG,” terangnya. Praktis selama setahun, sang istri yang  bekerja di Pamulang Medical Center lebih banyak menafkahi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan itu sempat membuat Hakiem frustrasi, tapi sekaligus memacu  semangat. “Saya tahu, penyebab kegagalan itu karena jaringan penjualan  belum ada, kurang pemasok, kualitas barang, terutama model, tren, dan  reputasi butik masih kurang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kedua, Hakiem berusaha memperbaiki. Ia mulai mensurvei  selera pasar dan memilih pemasok yang bagus. Ia juga mulai merintis  menjual secara &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;sejak Juni 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Hakiem membuat sebuah &lt;em&gt;blog &lt;/em&gt;untuk mempromosikan  tokonya. Setengah tahun jalan, penjualannya bagus. Pembeli terbanyak  berasal dari karyawan kantor. Ia juga menjaring pembeli dari  mancanegara. “Paling banyak dari Malaysia dan Singapura,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008 itu, Hakiem membuat situs&lt;em&gt; www.rumahmadani.com. &lt;/em&gt;Ia  juga memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Facebook. “Sekarang ini  siapa, sih, yang tidak punya Facebook?” ungkapnya. Saat ini, Rumah  Madani sudah memiliki 80.000-an fans di Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal 2008, omzet penjualan busana muslim Rumah Madani naik  drastis. Dalam sehari, pendapatannya bisa mencapai Rp 10 juta. Sekitar  90% berasal dari transaksi secara online. “Penjualan secara online  ternyata lebih efektif karena bisa menjangkau pasar yang lebih luas  dengan biaya operasional murah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengambil margin untung antara 5%–60%, saat ini, penjualan  rata-rata sehari sekitar 300 barang. Dengan mempekerjakan 12 karyawan,  kini, ia hanya memantau bisnis dari rumah. Ia ingin ekspansi dengan  mendirikan butik di daerah. “Saya ingin Rumah Madani menjadi rujukan  pertama orang dalam mencari busana muslim di Indonesia,”terangnya.. &lt;a href="http://i790.photobucket.com/albums/yy188/blerex/jempol2.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 81px; height: 50px;" src="http://i790.photobucket.com/albums/yy188/blerex/jempol2.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i790.photobucket.com/albums/yy188/blerex/jempol2.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-6883652168330857556?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/6883652168330857556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/menyasar-segmen-pekerja-sukses-lewat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/6883652168330857556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/6883652168330857556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/11/menyasar-segmen-pekerja-sukses-lewat.html' title='Menyasar segmen pekerja, sukses lewat dunia maya'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TODdzmj_z4I/AAAAAAAAAmI/ZhANQaF4-eE/s72-c/20101115_063956_hakim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-5021705776261322385</id><published>2010-10-22T13:20:00.007+07:00</published><updated>2010-10-22T13:33:12.066+07:00</updated><title type='text'>TAK PERNAH MEYERAH</title><content type='html'>Mempunyai impian besar atau cita-cita yang tinggi adalah bagian yang paling mudah. Karena bagian yang tersulit adalah, harus terus berjuang dari hari ke-hari sambil terus menjaga agar impian tersebut tetap hidup. &lt;p&gt; Jadi, apakah Anda pernah memiliki sebuah impian besar-tetapi karena sesuatu dan lain hal-sekarang impian itu Anda tinggalkan? Atau, apakah pada saat ini Anda bahkan sudah sangat ingin sekali menyerah? Nah, sebelum Anda membuat keputusan yang akan membuat diri Anda menyesal seumur hidup - tundalah beberapa menit keputusan itu - untuk &lt;strong&gt;menyimak kisah beberapa pribadi yang kokoh, pantang menyerah, bermental baja, dan terus berusaha bangkit untuk "berkelahi," sampai menang atau meraih impian yang didambakan&lt;/strong&gt;. Kami menyebutnya, fakta dan kisah besar yang sangat inspiratif, yang menyiratkan pesan sangat kuat: &lt;em&gt;&lt;u&gt;Never, never, never give up&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;! Jangan pernah menyerah, percayalah pada diri sendiri!  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semoga kisah-kisah di bawha ini dapat memberikan dorongan semangat, ketika impian Anda tampak di luar jangkauan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;1. Auguste Rodin (1840 - 1917) - Sang Pencipta "The Thinker"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvN3n_ToI/AAAAAAAAAkk/U-BKm56TDfo/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 177px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvN3n_ToI/AAAAAAAAAkk/U-BKm56TDfo/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530753732704161410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ia adalah pembuat patung "The Thinker" yang terkenal itu. Namun di masa sekolahnya, ia dianggap tak berprestasi. Ayahnya sendiri menganggapnya sebagai anak idiot. Pamannya menyebutkan "orang yang sulit dididik".Ia bahkan tiga kali gagal lulus dari sekolah seni!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun Rodin tak pernah menyerah untuk terus belajar membuat patung. Kini ia dikenal sebagai salah seorang pematung ternama di dunia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. Albert Einstein (1879 -1955) - Dianggap Lemah dan Konyol&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvgQQZ4cI/AAAAAAAAAk0/oKzFm7x5TGY/s1600/images3.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvgQQZ4cI/AAAAAAAAAk0/oKzFm7x5TGY/s400/images3.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530754048553771458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai usianya empat tahun, Einstein tak bisa bicara. Hingga usia 7 tahun ia tak bisa membaca. Gurunya menggambarkan Einstein kecil sebagai anak yang memiliki mental rendah, antisosial, dan terobesi dengan mimpi-mimpi konyolnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ketika dewasa, Einstein ditolak masuk &lt;em&gt;Zurich Polytechnic School&lt;/em&gt;. Bahkan ketika ia masuk &lt;em&gt;The University of Ber, &lt;/em&gt;disertasi Ph.D-nya tak diterima karena dianggap tak relevan. Namun dari mimpi-mimpi yang oleh kebanyakan orang tak masuk akal itulah Einstein menciptakan sejumlah penemuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.Michael Jordan (47 tahun) - Sukses Berkat Kegagalan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvnHru1mI/AAAAAAAAAk8/x4jUnp11pO8/s1600/images4.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 264px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvnHru1mI/AAAAAAAAAk8/x4jUnp11pO8/s400/images4.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530754166511556194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Legenda hidup NBA ini dikenal dengan akurasi lemparan dan gaya &lt;em&gt;slam dunk&lt;/em&gt;-nya yang seolah berjalan di udara. Namun sebelum mencapai kepiawaiannya itu, Michael Jordan pernah mengalami kegagalan demi kegagalan. Namun ia tak pernah menyerah untuk mencoba memperbaiki dan memperbaikinya lagi. Bahkan dalam pertandingan resmi pun, ribuan kali lemparannya tak menghasilkan angka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Selama karir saya, lebih dari 9000 kali lemparan saya tak membuahkan angka. Saya kalah dalam 300 pertandingan dan 26 kali saya dipercaya melakukan &lt;em&gt;winning shot&lt;/em&gt;, tetapi gagal. Saya sering mengalami kegagalan dan gagal lagi dan gagal lagi dalam hidup saya. Tapi itulah yang membuat saya sukses...." &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Baca ini untuk mendapat kisah sukses MJ selengkapnya: &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/1301/Michael_Jordan/" target="_blank"&gt;Legenda Basket&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;4. Nick Vujicic (27 tahun) - Tak Punya Tangan dan Kaki tapi Serba Bisa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvwI2YR_I/AAAAAAAAAlE/nhYTXFYP0qg/s1600/images5.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 194px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvwI2YR_I/AAAAAAAAAlE/nhYTXFYP0qg/s400/images5.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530754321443473394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Belajarlah pada Nick Vujicic soal semangat tak pantang menyerah. Ia tak dikaruniai anggota tubuh yang lengkap. Tangan tak punya, kaki hanya terdiri dari beberapa jari. Tapi ia tak mau bergantung pada orang lain. Ia bisa memasak, bisa menggambar dan melukis, menulis, bahkan berenenang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kini, Nick Vujicic dikenal sebagai pembicara / motivator ulung. Klik ini untuk mendapatkan tulisan lengkap mengenai dirinya: &lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-3062-AW_Inspirational_Video-Nick_Vujicic_-_No_Arms,_No_Legs,_No_Worries" target="_blank"&gt;No Arms, No Legs, No Worries&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;5. George Lucas (66 tahun) - Star Wars Ditolak Terus&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEv41yB-1I/AAAAAAAAAlM/JEpmf5yy6Vw/s1600/images6.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 269px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEv41yB-1I/AAAAAAAAAlM/JEpmf5yy6Vw/s400/images6.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530754470943783762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kadang-kadang sesuatu yang akan meledak di pasaran dianggap sebagai hal yang tak bakalan laku. Bahkan penilaian itu diberikan oleh pelaku industri itu sendiri. Lihat saja film &lt;em&gt;Star Wars&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;etika George Lucas menawarkan film tentang perang antar galaksi ini ke Hollywood, tak satu pun mau menerimanya sampai akhirnya 20th-Century Fox mau memproduksinya. Untung George tak mau menyerah. Kini kita tahu bahwa Star Wars merupakan salah satu film terlaris sepanjang masa. (Catatan: Star Wars Episode I - The Phantom Menace [1999] berhasil mengeruk pendapatan 926 juta dolar AS atau Rp 8,65 triliun).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : andrie wongso&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-5021705776261322385?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/5021705776261322385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/10/tak-pernah-meyerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5021705776261322385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5021705776261322385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/10/tak-pernah-meyerah.html' title='TAK PERNAH MEYERAH'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TMEvN3n_ToI/AAAAAAAAAkk/U-BKm56TDfo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-2286725806732733080</id><published>2010-10-20T13:10:00.002+07:00</published><updated>2010-10-20T13:18:39.585+07:00</updated><title type='text'>Bai Fang LI Si Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta Untuk Yatim Piatu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TL6Jhxse38I/AAAAAAAAAkU/hap-apv5fdM/s1600/bai.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 294px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TL6Jhxse38I/AAAAAAAAAkU/hap-apv5fdM/s400/bai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530008605826146242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Sumber : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang  karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh&lt;strong&gt; Bai Fang Li&lt;/strong&gt;. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya  sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi.  Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia  menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara  memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup  untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan  sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih  menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim  piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tersentuh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya  menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6  tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat  belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat  upah dari para ibu yang tertolong jasanya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat  sampah untuk makannya.Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk  mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu  uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu  untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana  mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya  entah di mana.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya  tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu  di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh.Sejak itu Bai Fang Li  mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya  untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim  piatu tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tak Menuntut Apapun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak  pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa  saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun  2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih.  Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi  mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa  sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000  yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta.Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu  kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai  Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Melihat semangatnya untuk menyumbang, &lt;strong&gt;Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung.&lt;/strong&gt;  Meskihidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya  sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang  tak terperikan. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-2286725806732733080?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/2286725806732733080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/10/tak-perlu-menggembar-gemborkan-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2286725806732733080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2286725806732733080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/10/tak-perlu-menggembar-gemborkan-sudah.html' title='Bai Fang LI Si Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta Untuk Yatim Piatu'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TL6Jhxse38I/AAAAAAAAAkU/hap-apv5fdM/s72-c/bai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-6734736963327874586</id><published>2010-10-16T13:09:00.001+07:00</published><updated>2010-10-16T13:14:27.581+07:00</updated><title type='text'>Impian Itu Benar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TLlCuJZLI2I/AAAAAAAAAkM/SwayiQVKLcg/s1600/dreamsofsuccess.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TLlCuJZLI2I/AAAAAAAAAkM/SwayiQVKLcg/s400/dreamsofsuccess.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528523378136916834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;/b&gt; : Fariduzzaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 10 tahun saya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta. Kebetulan saya ditugaskan di bagian pemasaran/penjualan produk di perusahaan tempat saya bekerja. Sehingga secara alamiah, saya tergembleng langsung menjadi jiwa yang berani, kuat, tangguh, dan inspiratif dalam menghadapi kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 9 tahun saya bekerja, saya baru sadar bahwa saya sudah mengalami perubahan menjadi manusia yang berbeda dibanding sebelum bekerja dulu. Kalau dulu saya hanya berkeinginan menjadi pekerja yang baik dan menjalani hidup apa adanya. Sekarang saya merasa ada "nuansa lain" di dalam hati yang paling dalam. Nuansa lain itulah yang mungkin sebenarnya saya cari selama ini dan terpendam cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nuansa lain itu? Itu adalah keinginan dari hati nurani saya yang paling dalam untuk menjalani hidup ini sesuai dengan yang saya inginkan, yaitu hidup bebas penuh kebahagiaan. Dan itu sulit saya dapatkan jika saya tidak punya keberanian untuk mengubah jalan hidup. Singkatnya, saya keluar dari bekerja dan mengubah jalan hidup dengan menjalankan usaha sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai dengan membuka usaha "bakso" dan "warung belanja". Ternyata menjalankan usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan secara kasat mata. Pada saat itu omset warung saya baru berkisar Rp. 50.000 s/d Rp100.000 per hari, saya memimpikan bahwa seolah saya sudah memiliki mini market. Dan setiap mimpi ini saya utarakan ke teman, orangtua, bahkan karyawan saya (yang waktu itu baru satu orang). Hampir semua tersenyum "kecut" seraya mengatakan, "Enggak mungkin.......". Terkadang saya juga tergoda dan terpengaruh dengan hal itu, tetapi saya kembali sadar dan kembali menguatkan hati bahwa impian saya pasti terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan setahun..., saya menjadi "pengusaha" (pengusaha sangat kecil). Omset yang tadinya Rp 50.000 sehari, sudah berubah menjadi rata-rata Rp 1,5jt s/d Rp 2jt. Mimpi saya untuk memiliki sebuah minimarket masih jalan terus. Keberadaan produk sudah lebih lengkap, hanya pajangan dan bangunannya masih sangat sederhana untuk ukuran sebuah mini market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus berpikir, bagaimana agar secara fisik tempat usaha saya bisa terlihat sesuai bahwa itu memang minimarket (terlihat masih warung/toko). Pajangan bagus, tempat bagus, megah dan seterusnya. Secara kasat mata, finansial saya saat itu belum bisa mewujudkannya. Pada suatu hari datanglah seseorang yang mewakili sebuah perusahaan tempat beliau bekerja, menawarkan kerja sama promosi yang saling menguntungkan. Setelah berunding dan matang akhirnya saya dan perusahaan tersebut melakukan kerja sama promosi di tempat usaha saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu sekejap, kira-kira satu bulan, tempat usaha saya direnovasi penuh, menjadi jauh lebih bagus dibandingkan kondisi sebelumnya. Di sana juga terdapat rak pajangan baru. Biaya untuk renovasi yang mereka keluarkan tidaklah sedikit, dengan perjanjian kontrak yang bisa diperpanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita lagi, impian saya untuk memiliki sebuah mini market tercapailah sudah. Impian saya sudah menjadi kenyataan. Pasca renovasi omset usaha saya terus naik, sehingga secara finansial saya juga sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ini membuktikan bahwa &lt;strong&gt;impian itu memang benar adanya&lt;/strong&gt;. Kita harus berani bermimpi. &lt;u&gt;Jika mau bersungguh-sungguh dan yakin, pasti menjadi kenyataan&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya tidak berhenti sampai di situ. Jika saya bisa memimpikan hal ini dan mewujudkannya, sudah pasti saya juga bisa memimpikan hal lain dan mewujudkannya. Saya bisa, pasti Anda juga bisa. Salam sukses, luar biasa...!!!&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-6734736963327874586?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/6734736963327874586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/10/impian-itu-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/6734736963327874586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/6734736963327874586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/10/impian-itu-benar.html' title='Impian Itu Benar'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TLlCuJZLI2I/AAAAAAAAAkM/SwayiQVKLcg/s72-c/dreamsofsuccess.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1442186515676169532</id><published>2010-09-28T14:46:00.008+07:00</published><updated>2010-09-28T15:35:35.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BISNIS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><title type='text'>Bisnis dan Emosi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TKGfjhVNzbI/AAAAAAAAAjw/COLmsQ11Bos/s1600/Emotional-Business-Team-500x300.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TKGfjhVNzbI/AAAAAAAAAjw/COLmsQ11Bos/s400/Emotional-Business-Team-500x300.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521870050724531634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Judulnya kereeeenn..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukan bermaksud menggurui, saya cuba menginformasikan fakta di lapangan, bahwa bisnis memang membutuhkan emosi. Disini saya juga gak akan mengkotak-kotakan apa arti emosi dan el el nya. Seminggu ini saya bereksperimen pelayanan di toko&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami. Mulai dari penempatan barang yang dijual , rotasi karyawan, sampai kertas promosi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya tempel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di toko kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Eksperimen ini saya awali dari rasa prihatin saya terhadap penjualan toko yang makin hari makin menurun, setelah sekian lama saya fokus mengurusi usaha lain. Saya kecele melihat data penjualan yang tidak seramai dulu waktu saya masih pegang (emang jagoan apah). Sori &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;aja jack saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukan ahli manajemen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ataupun promosi walaupun saya sekolah di manajemen. Saya lebih&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;mengandalkan naluri dalam berbisnis .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali ke soal emosi, emosi disini adalah emosi nya pelanggan bos..mari kita sebagai penjual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pindahkan hati kita menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembeli, sebagai pembeli pasti kita mencari barang yang kita cari harganya murah, kualitas ok, pelayanan ok, pokoknya ok semua…hhohoh..tapiii soli bos pembeli &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;bukan raja ya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya mulai dari barang yang dijual, apakah masih termasuk mahal, ternyata bener bos masih agak mahalan di banding harga pasaran. Maka stok lama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;harganya saya turunin diskon &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;10% pula mantapkan bos..hehe. posisi atau penempatan barang saya rubah agar pembeli bisa langsung melihat, yailah barang bagus jangan di umpetin kapan lakunya bos..Ketiga untuk pelayanan, karyawan saya rotasi ke toko lainnya biar karyawan dan pembeli gak jenuh, dia lagi-dia lagi bosan bos..Dan yang terakhir promosi, coba tempel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di tempat strategis kasih tulisan GRATIS, DISKON, OBRAL, contohnya beli 3 GRATIS 1…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata dah seminggu saya cuba ngefek banget bos di penjualan, rata-rata &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;naik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;30% bahkan ada yang 300 %.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi kesimpulannya mainkan emosi pelanggan dengan pelayanan ok, barang murah, dan kata-kata hipnotis GRATIS, DISKON, OBRAL dan jangan lupa doa ya bos. Saran saya jangan jual rugi tapi kalau udah bosan hidup silakan jual rugi ambil pahala saja biar mati langsung masuk surga…amiinn&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin ada yang Tanya kalau caranya begitu mah saya sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tau..lawong saya cuba ngingetin aja boss..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;majuuuu..teruuuusss UKM indonesia!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;blere.co.cc&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1442186515676169532?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1442186515676169532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/09/bisnis-dan-emosi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1442186515676169532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1442186515676169532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/09/bisnis-dan-emosi.html' title='Bisnis dan Emosi'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TKGfjhVNzbI/AAAAAAAAAjw/COLmsQ11Bos/s72-c/Emotional-Business-Team-500x300.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3123796162993826390</id><published>2010-07-16T15:33:00.002+07:00</published><updated>2010-07-19T15:11:40.472+07:00</updated><title type='text'>Sehat Ala Nabi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TEAwCXKZ3oI/AAAAAAAAAiI/HXs8ZJDSFig/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494444362527530626" style="display: block; margin: 0px auto 10px; width: 225px; height: 225px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TEAwCXKZ3oI/AAAAAAAAAiI/HXs8ZJDSFig/s400/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="editbox"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="inner"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="inner"&gt;1. Mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari&lt;br /&gt;terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi&lt;br /&gt;penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan&lt;br /&gt;badan tak gemuk.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;2. Rasulullah menganjurkan minum segelas air dingin (bukan air es)&lt;br /&gt;setiap pagi. Manfaatnya Insya Allah jauh dari penyakit. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;3. Ketika sholat subuh disunatkan untuk bertafakur (yaitu sujud&lt;br /&gt;sekurang-kurangnya satu menit setelah membaca doa). Kita akan&lt;br /&gt;terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para&lt;br /&gt;ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari kita perlu bersujud.&lt;br /&gt;Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam&lt;br /&gt;saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka&lt;br /&gt;darah akan mengalir ke ruang tersebut. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;4. Nabi juga mengajarkan kita untuk makan dengan tangan (tidak memakai&lt;br /&gt;sendok) dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli sain&lt;br /&gt;telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari,&lt;br /&gt;yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur(enzyme sejenis alat&lt;br /&gt;percerna makanan). &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sabda Nabi, &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"ilmu itu milik Allah, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan&lt;br /&gt;Insya Allah, Allah akan menggandakan 10 kali &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3123796162993826390?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3123796162993826390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/07/sehat-ala-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3123796162993826390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3123796162993826390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/07/sehat-ala-nabi.html' title='Sehat Ala Nabi'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TEAwCXKZ3oI/AAAAAAAAAiI/HXs8ZJDSFig/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-7992219212747036836</id><published>2010-07-15T13:38:00.003+07:00</published><updated>2010-07-15T13:45:53.260+07:00</updated><title type='text'>PERLU DI RENUNGKAN KAWAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TD6ucsOAXoI/AAAAAAAAAiA/oF6V6l_vBfk/s1600/mind-of-an-entrepreneur.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 321px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TD6ucsOAXoI/AAAAAAAAAiA/oF6V6l_vBfk/s400/mind-of-an-entrepreneur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494020403368058498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-content"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari blog nya pak Roni dengan judul asli  "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jumlah Entrepreneur Kurang Karena Orang Indonesia Takut Ambil Resiko"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah artikel di Harian Seputar  Indonesia, menarik perhatian saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Jumlah pebisnis atau wirausahawan di Indonesia masih sangat minim  jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Salah satu penyebabnya adalah  perilaku masyarakat Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dalam melakukan bisnis, perilaku masyarakat Indonesia tidak mau  mengambil risiko. Meski tidak mau mengambil risiko adalah sebuah  tindakan yang wajar dalam kehidupan, dalam berbisnis hal itu menjadi  tidak wajar.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Umumnya di Indonesia perilakunya tak mau ambil risiko. Untuk  itu, banyak sekali yang mau menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Padahal,  dengan gaji PNS tanpa korupsi, seumur hidup gaji mereka akan habis  untuk sekali ke Amerika,” ungkap Director Center for Innovation  Entrepreneurship and Leadership sekaligus dosen di Sekolah Bisnis ITB,  Dwi Larso pada penyelenggaraan The 2nd Indonesia International  Conference on Innovation Entrepreneurship and Small Business(IICIES)  2010 kemarin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, masalah rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia adalah  masalah mental dan budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah karena bangsa kita terlalu lama dijajah ya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sejarah yang saya ketahui, Belanda itu dengan politik devide et  empera-nya menarik orang-orang Indonesia untuk bekerja pada pemerintah  Belanda. Padahal mereka sebenarnya dijadikan sebagai bemper untuk  melawan rakyatnya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka diangkat jadi juru tulis, asisten, administrator, sampai jadi  Bupati atau Demang. Derajat mereka ditinggikan oleh Belanda, terlihat  keren oleh masyarakat, dipuja puji dan menjadi idaman para perempuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penampilan mereka selalu rapi, bersih, terlihat intelek. Lama  kelamaan profesi menjadi pegawai itu menjadi primadona para orang tua  untuk mencarikan jodoh anak perempuannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia baru merdeka 64 tahun, sementara dijajah 350 tahun. Jelas,  pengaruh yang ditanamkan para penjajah masih bercokol di benak sebagian  besar orang Indonesa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar masyarakat menilai bahwa menjadi wirausaha itu adalah  “pilihan terpaksa” lantaran tidak diterima kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada teman di Surabaya yang orang tuanya begitu malu dengan pilihan  anaknya menjadi wirausaha. Setiap ditanya apa pekerjaan anaknya yang  lulusan sarjana itu selalu dijawab, “Dia usaha sendiri”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istilah “usaha sendiri” itu sebenarnya adalah kata-kata yang  mencerminkan keminderan, malu dan jauh dari bangga. Istilah “usaha  sendiri” itu adalah profesi yang dijalani setelah “tidak laku” di pasar  tenaga kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu saya pun mengalami keminderan serupa. Perusahaan-perusahaan  tidak tertarik dengan saya lantaran nilai IPK saya tidak meyakinkan.  Kalau pun sempat ikut tes psikologi, saya selalu gagal karena tidak  tahan dengan tes yang penuh tekanan itu. Saya sukanya hidup bebas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka saya pun memilih jalan pragmatis dengan “usaha sendiri”. Apa  saja saya kerjakan. Mulai dari ikut MLM, jualan roti, jualan komputer,  jualan ATK, freelancer asuransi, jualan kayu, jualan bahan bangunan  sampai jualan pakaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terus terang, saya malu dan minder dengan status ini. Sementara  teman-teman seangkatan saya sudah mulai hidup enak dengan gaji dari  kantornya. Satu per satu sudah mulai punya mobil. Hidupnya begitu  mantap, berjalan lurus. Bandingkan dengan saya yang selalu belok-belok,  turun-naik, terbentur sana sini. Sedih juga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, wajar saja banyak orang tua yang tidak siap melihat anak  kesayangannya mengalami nasib seperti itu. Risikonya besar sekali,  terutama risiko mental. Mereka tidak ingin anaknya susah. Menjadi  wirausaha adalah mencari susah. Mereka ingin anaknya hidup enak,  terjamin, jalannya lurus sejak awal. Jadi pegawai adalah jalan impian  paling aman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasilnya? Orang Indonesia banyak yang jadi pegawai dan sangat sedikit  jadi wirausaha.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-7992219212747036836?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/7992219212747036836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/07/perlu-di-renungkan-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7992219212747036836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7992219212747036836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/07/perlu-di-renungkan-kawan.html' title='PERLU DI RENUNGKAN KAWAN'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/TD6ucsOAXoI/AAAAAAAAAiA/oF6V6l_vBfk/s72-c/mind-of-an-entrepreneur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4069529751653917522</id><published>2010-04-19T14:30:00.000+07:00</published><updated>2010-04-19T14:30:54.103+07:00</updated><title type='text'>Sembilan Prinsip Bisnis Arifin Panigoro</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S8wF3kHS4iI/AAAAAAAAAhM/XFrJxxEhKKY/s1600/arifin_panigoro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S8wF3kHS4iI/AAAAAAAAAhM/XFrJxxEhKKY/s400/arifin_panigoro.jpg" width="303" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut alumnus Jurusan Teknik Elektro ITB tahun 1973.Kesembilan prinsip bisnis yang dipegang adalah :&lt;br /&gt;1. intuisi (memadukan  kata hati dan akal sehat),&lt;br /&gt;2. kesetaraan (bersikap adil kepada lawan  sekalipun),&lt;br /&gt;3. kejujuran (jujur itu langgeng),&lt;br /&gt;4. percaya diri (yakinkan diri,  pengaruhi orang lain),&lt;br /&gt;5. jejaring (sejuta kawan kurang, satu lawan  jangan),&lt;br /&gt;6. tanggung jawab (tunaikan kewajiban, hadapi persoalan),&lt;br /&gt;7. sumber  daya manusia (pilih yang terbaik dan berdayakan),&lt;br /&gt;8. inovasi (berkarya  tanpa jeda),&lt;br /&gt;9. serta peduli (menumbuhkan &lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;entrepreneurship).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4069529751653917522?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bumiayuwebmatic.com' title='Sembilan Prinsip Bisnis Arifin Panigoro'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4069529751653917522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/04/delapan-prinsip-bisnis-arifin-panigoro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4069529751653917522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4069529751653917522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/04/delapan-prinsip-bisnis-arifin-panigoro.html' title='Sembilan Prinsip Bisnis Arifin Panigoro'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S8wF3kHS4iI/AAAAAAAAAhM/XFrJxxEhKKY/s72-c/arifin_panigoro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3189294155902563108</id><published>2010-04-17T18:44:00.001+07:00</published><updated>2010-04-17T18:45:42.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumiayu webmatic'/><title type='text'>online-kan Bisnis Anda</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Kemajuan teknologi semakin mempermudah UKM Indonesia menembus baik pasar nasional maupun&amp;nbsp; internasional. PT. Sitekno mampu menjawab tantangan tersebut, dengan menghadirkan webmatic yang ramah pengguna (user friendly). Dengan modal bisa mengakses internet, mengetik di word pengguna bisa membuat web bisnis mereka. Tanpa bahasa pemprogaman, apload file via ftp, dan sebagainya yang semua itu menjadi momok sebagian besar para pebisnis offline yang hendak meng onlinekan bisnisnya, dulu mereka beranggapan membuat website itu sulit, mahal, dan harus&amp;nbsp; melek IT, harus punya komputer sendiri, tetapi sekarang momok tersebut tinggallah kenangan, anda bisa membuat website pilihan anda di warnet dalam waktu kurang dari 15 menit..gak percaya?? klik &lt;a href="http://bumiayuwebmatic.com/"&gt;disini&amp;nbsp;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Atau langsung ke TKP, http://bumiayuwebmatic.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;owner :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://bumiayuseluler.co.cc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://bumiayuwebmatic.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3189294155902563108?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bumiayuwebmatic.com' title='online-kan Bisnis Anda'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3189294155902563108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/04/online-kan-bisnis-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3189294155902563108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3189294155902563108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/04/online-kan-bisnis-anda.html' title='online-kan Bisnis Anda'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3575752347239104453</id><published>2010-04-09T14:53:00.002+07:00</published><updated>2010-04-16T21:58:40.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumiayu webmatic'/><title type='text'>15 Menit Bisnis Anda Online</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S77b5ZlR_FI/AAAAAAAAAhI/ZHrTuNu1yBs/s1600/Untitled-1.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="355" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S77b5ZlR_FI/AAAAAAAAAhI/ZHrTuNu1yBs/s400/Untitled-1.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hanya butuh waktu 15 menit web bisnis anda akan online, gambar di atas adalah halaman adminstrator untuk mengedit web anda klo lebih jelasnya klik &lt;a href="http://bumiayuwebmatic.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://bumiayuwebmatic.com&lt;br /&gt;http://bumiayuseluler.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3575752347239104453?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bumiayuwebmatic.com' title='15 Menit Bisnis Anda Online'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3575752347239104453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/04/15-menit-bisnis-anda-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3575752347239104453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3575752347239104453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/04/15-menit-bisnis-anda-online.html' title='15 Menit Bisnis Anda Online'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S77b5ZlR_FI/AAAAAAAAAhI/ZHrTuNu1yBs/s72-c/Untitled-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1806942253330695114</id><published>2010-03-31T20:40:00.002+07:00</published><updated>2010-03-31T21:02:47.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><title type='text'>Cara Cepat, mudah dan murah bikin website</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S7NPAA7P07I/AAAAAAAAAhE/PFrbaW_brYE/s1600-h/web.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S7NPAA7P07I/AAAAAAAAAhE/PFrbaW_brYE/s1600/web.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengen bikin website tanpa bahasa pempograman, diiklankan gratis ke ribuan website, dapat komisi Pay Per Click (PPC), backlink gratis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Bandwidth  unlimited&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;50 email dengan nama domain website anda sendiri  &lt;/b&gt;  (admin@namawebsiteanda.com)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;CMS  (Content Managemen system) sangat mudah dipahami&lt;/b&gt;  ,  sehingga untuk mengelola &amp;amp; mengupdate website secara mandiri tanpa  membutuhkan seorang web developer/web designer&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;Mesin  beriklan gratis yang secara otomatis&lt;/b&gt;  akan menyebarkan  iklan anda ke ribuan website mitra PT SITEkNO&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;Smart  engine Website yang sangat search engine friendly,&lt;/b&gt;   sehingga sangat memudahkan website anda ditemukan di mesin pencarian  seperti Google &amp;amp; Yahoo&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;Tool Kit yang berbentuk DVD tutorial dan buku panduan yang  sangat mudah di paham &lt;/b&gt; i&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;Support customer service online&amp;nbsp; 24 jam via yahoo messenger  &lt;/b&gt; di www.sitekno.com&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;Edukasi  offline yang sudah tersebar di beberapa wilayah di indonesia&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* &lt;b&gt;Bisa dipasarkan ke seluruh dunia (produk internasional) &lt;/b&gt;  dan tidak mengenal batas ruang, jarak dan waktu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;gabung di &lt;a href="http://www.bumiayuwebmatic.com/"&gt;BUMIAYU WEB MATIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;owner :&lt;br /&gt;http://bumiayuseluler.co.cc&lt;br /&gt;http://bumiayuwebmatic.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1806942253330695114?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bumiayuwebmatic.com' title='Cara Cepat, mudah dan murah bikin website'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1806942253330695114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/03/cara-cepat-mudah-dan-murah-bikin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1806942253330695114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1806942253330695114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/03/cara-cepat-mudah-dan-murah-bikin.html' title='Cara Cepat, mudah dan murah bikin website'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S7NPAA7P07I/AAAAAAAAAhE/PFrbaW_brYE/s72-c/web.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-9210794980123782061</id><published>2010-03-23T12:39:00.003+07:00</published><updated>2010-03-23T12:49:20.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><title type='text'>bumiayuseluler.co.cc</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S6hT3O0juXI/AAAAAAAAAgg/P_upT1YyoFw/s1600-h/bumiayusel.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S6hT3O0juXI/AAAAAAAAAgg/P_upT1YyoFw/s320/bumiayusel.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Buat website itu ternyata mudah, walaupun jauh dari sempurna. Dulu saya pikir buat web itu harus tau bahasa pemprograman seperti html, msql, dreamweaver, dll. Dengan adanya sistem CMS memudahkan kita membuat website semudah membuat blog. Cukup sedikit keahlian photoshop, kita bisa membuat web interaktiv, untuk postingan selanjutnya saya bekeinginan untuk menulis tutorial membuat website baik dengan ms. frontpage, joomla atupun yang lainnya pokoknya gak pake bhs pemprograman yg njlimet...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;blere.co.cc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bumiayuseluler.co.cc( gudangnnya no cantik termurah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-9210794980123782061?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bumiayuseluler.co.cc' title='bumiayuseluler.co.cc'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/9210794980123782061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/03/bumiayuselulercocc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9210794980123782061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9210794980123782061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/03/bumiayuselulercocc.html' title='bumiayuseluler.co.cc'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S6hT3O0juXI/AAAAAAAAAgg/P_upT1YyoFw/s72-c/bumiayusel.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8833853791294946882</id><published>2010-02-18T18:07:00.005+07:00</published><updated>2010-02-18T18:15:47.002+07:00</updated><title type='text'>MAKANAN TRADISIONAL  BUMIAYU PART 2</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cbmy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cbmy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cbmy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tadi siang buka facebook ada yang kasih koment di tulisan makanan tradisional bumiayu. Salah satunya dari mas Yasir Onk; “&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Randem/kempong gorengan ampas tahu, mie konyol ditulis jg kang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Randem, nama yang aneh bukan??, orang bumiayu suka kasih nama makanan aneh-aneh, coba buka di google.com, kamus besar bahasa Indonesia, atau kamus besar&amp;nbsp; bahasa jawa atawa yang lainnya..pasti gak ada artinya. Bagi yang belum tau&amp;nbsp; kaya apa itu randem, saya kasih tau nih..bentuknya bulet, bahan dasarnya ampas tahu yang di yang di goring di lapisi tepung, gampangnya di bikin gorengan lah. Rasanya jangan di Tanya, apalagi kalau ditambah cabe rawit /cengis..wuh..mas Yasir lewat pasti saya cuekin..hahaha..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mie Konyol, ini lagi konyol banget makanan haha..Mie jenis ini biasa dimasak di tumis, rasanya kenyal-kenyal gimana gitu. Kalau sudah sampai tenggorokan seperti agar-agar, penasaran? main ke bumiayu, tepatnya di pasar Jero Bumiayu (Sekarang masih ada gak ya) banyak yang jual, terserah mau dipincuk atawa di tempelang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lain lagi kata mas Bima Bumia ayu “Krawu,tiwul,gaplek,opak petiz,semayi,blendung,gethuk mabur,apem,kraca,gendot,...” walah-walah masih inget toh mas..hehe. saya coba jelasin satu persatu ya.. buat yang belum tau aja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Krawu, ada lagi makanan jenis ini terbuat dari singkong yang dipotong kecil-kecil di rebus setelah itu di taburi kelapa parutan. Kebayangkan rasanya? Seret bo..hehe . Krawu ini dinikmati kalau suasana lagi hujan tuh pas banget..sambil selonjoran di bale menghadap ke timur, minumnya kopi.oh surga dunia terasa..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dah dulu ya bsk lanjutin dah cantengan nih jari..kalau teman masih ada stok nama aneka makanan tradisional bumiayu tambahin di komen ya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;(www.blere.co.cc)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8833853791294946882?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8833853791294946882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/02/makanan-tradisional-bumiayu-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8833853791294946882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8833853791294946882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/02/makanan-tradisional-bumiayu-part-2.html' title='MAKANAN TRADISIONAL  BUMIAYU PART 2'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8766655872976331626</id><published>2010-02-17T14:13:00.002+07:00</published><updated>2010-02-17T14:16:03.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>Makanan Tradisional Bumiayu Part 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemaren gak tau kenapa terlintas aneka makanan tradisional bumiayu, kadang membuat saya tersenyum sendiri, kenapa? Karena nama-nama makanan tersebut unik kedengarannya, mau tau ? yu marii..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gorengan Mendoan; makanan jenis ini sudah cukup popular  khususnya di kabupaten brebes dan banyumas . biasanya disajikan untuk lauk makan ataupun cemilan, di bumiayu sendiri banyak sekali yang menjajakan mendoan ini, salah satunya pak Faizin yang cukup terkenal dengan nama lesehan Paijo.  Beliau menjajakan mendoan tempe dan dage dengan sambal kecapnya yg pedas dan minuman teh poci gula batu. Rasanya top markotop lah hehe…Kalau pengen tau alamatnya gampang banget, disamping jembatan kali keruh bumiayu kalau dari arah purwokerto sebelah kiri jalan, biasanya bukanya malam hari…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sogol, aneh bukan namanya? Saya sendiri gak tau arti nama jenis makanan ini. Tapi rasanya ehm ngebayangin aja bikin nelen ludah hahaa..umumnya sogol untuk lauk makan,  bahan dasarnya dari tauge dan kelapa parut . ingat sogol ingat waktu masih SD dulu, hampir setiap hari kalau mau berangkat sekolah lauk sarapannya ada sogolnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8766655872976331626?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8766655872976331626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/02/makanan-tradisional-bumiayu-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8766655872976331626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8766655872976331626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/02/makanan-tradisional-bumiayu-part-1.html' title='Makanan Tradisional Bumiayu Part 1'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4024177210372640516</id><published>2010-02-16T16:26:00.005+07:00</published><updated>2010-02-16T16:54:44.606+07:00</updated><title type='text'>NAMA-NAMA KELURAHAN DI BUMIAYU BREBES JAWA TENGAH</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cbmy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cbmy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cbmy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adisana,_Bumiayu,_Brebes" title="Adisana, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adisana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumiayu,_Bumiayu,_Brebes" title="Bumiayu, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bumiayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dukuhturi,_Bumiayu,_Brebes" title="Dukuhturi, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dukuhturi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jatisawit,_Bumiayu,_Brebes" title="Jatisawit, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jatisawit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalierang,_Bumiayu,_Brebes" title="Kalierang, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalierang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalilangkap,_Bumiayu,_Brebes" title="Kalilangkap, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalilangkap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalinusu,_Bumiayu,_Brebes" title="Kalinusu, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalinusu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalisumur,_Bumiayu,_Brebes" title="Kalisumur, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalisumur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaliwadas,_Bumiayu,_Brebes" title="Kaliwadas, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kaliwadas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langkap,_Bumiayu,_Brebes" title="Langkap, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Langkap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laren,_Bumiayu,_Brebes" title="Laren, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Laren&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negaradaha,_Bumiayu,_Brebes" title="Negaradaha, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Negaradaha, &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pamijen,_Bumiayu,_Brebes" title="Pamijen, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pamijen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panggarutan,_Bumiayu,_Brebes" title="Panggarutan, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Panggarutan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pruwatan,_Bumiayu,_Brebes" title="Pruwatan, Bumiayu, Brebes"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pruwatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketabasa,Galuhtimur,Tonjong&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Ketabasa,Galuhtimur,Tonjong (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketabasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4024177210372640516?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4024177210372640516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/02/nama-nama-desa-di-bumiayu-brebes-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4024177210372640516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4024177210372640516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/02/nama-nama-desa-di-bumiayu-brebes-jawa.html' title='NAMA-NAMA KELURAHAN DI BUMIAYU BREBES JAWA TENGAH'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-9036558179441583998</id><published>2010-01-25T12:43:00.004+07:00</published><updated>2010-02-16T12:53:16.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>Otobiografi  Habibie Afsyah (Internet marketer)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S3oyxZQHXUI/AAAAAAAAAgM/Qxa5E6zi454/s1600-h/habibie-da-ibu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S3oyxZQHXUI/AAAAAAAAAgM/Qxa5E6zi454/s1600/habibie-da-ibu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : bisnis davit&lt;br /&gt;Anda mungkin akan kaget jika mengetahui bahwa Habibie Afsyah  telah sukses menjadi pebisnis Online pada usianya 21 tahun (saat bukunya dibuat thn 2009). Di usia mudanya, Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya.&lt;br /&gt;Habibie terlahir sebagai bayi montok dan sehat yg membuat orangtuanya tidak menaruh curiga terhadap keadaan fisik anaknya.&lt;br /&gt;Baru pada Usia 8 bulan, orang tuanya mulai curiga karena Habibie kecil belum juga  bisa merangkak seperti bayi normal lainnya.&lt;br /&gt;Mulailah Habibie di bawa ke Dokter oleh Ibunya untuk mengetahui penyebab terlambatnya perkembangan fisik tsb.&lt;br /&gt;Setelah dibawa ke berbagai Rumah Sakit dan bertemu dengan banyak dokter, diketahui ternyata Habibie menderita penyakit Muscular Dystrophy Progressive tipe Backer.&lt;br /&gt;Ada kelainan di otak kecil Habibie yg menyebabkan perkembangan syaraf motoriknya terganggu, sehingga pertumbuhannya terhambat dan mengalami kelainan.&lt;br /&gt;Bahkan ada Dokter yg memprediksi umurnya hanya sampai 25 tahun saja.&lt;br /&gt;Habibie sering dibawa ke mana-mana oleh Sang Ibu untuk berobat, baik ke dokter spesialis, maupun ke pengobatan alternatif.  Semua dilakukan Ibunya agar mendapatkan kesembuhan bagi Sang Anak. Bahkan Habibie sempat dibawa terapi khusus dengan memasukkan tubuhnya ke dalam semacam kotak. Kakinya dimasukkan sepatu khusus dengan penyangga besi.&lt;br /&gt;Namun Habibie merasa proses terapinya sangat menyakitkan. Dalam setiap terapi sekitar 15-30 menit itu Habibie kecil selalu menangis ; “Sakit Ma, sakit. Udah ma, Dede ngak mau,” jeritnya. Karena terapi yg menurut Habibie menyakitkan tersebut, pangkal pahanya sempat terlepas dari tulang mangkoknya. Dan hal itu membuat pertumbuhan kakinya menjadi tidak seimbang. Kaki Habibie menjadi panjang sebelah.&lt;br /&gt;Namun keadaan cacat telah mengajarkan Habibie untuk ikhlas menerima keadaan yg diberikan Tuhan. Hal itu bisa dia terima dengan apa adanya.&lt;br /&gt;Yang membuat sangat berat adalah tantangan hidup untuk mendapatkan perlakuan layak dari lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Memang Beliau sangat merasakan diskriminasi ketika mau mendaftar ke sekolah, mau menikmati liburan di tmp wisata bersama keluarga, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Sebagian sekolah beralasan belum memiliki fasilitas untuk menampung Anak Cacat yg berkursi roda untuk belajar di sekolah normal.&lt;br /&gt;Ibu Habibie lah yg berjuang keras ke sana-ke mari untuk mencari tempat pendidikan buat anaknya. Termasuk suatu ketika mendaftarkan Habibie pada Kursus Dasar Internet Marketing selama 2 hari dg pengajar dari Singapura, Mr. Fabian Lim.&lt;br /&gt;Ceritanya setelah bergelut dengan perjuangan untuk bisa lulus sekolah hingga SMA, Habibi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Dia didaftarkan ibunya ikut Kursus Dasar Internet Marketing. Biayanya lumayan besar, Rp. 5 juta. Usai Kursus Dasar Internet Marketing tsb, Habibie mengaku tidak tahu harus melakukan apa lagi karena dia merasa benar-benar buta tentang bidang yg baru dipelajarinya itu. Dia merasa nol besar untuk bidang internet marketing ini. Apalagi kursus yg diberikan dalam Bahasa Inggris dan memakai Alih bahasa (tanslator).&lt;br /&gt;Habibie memang sering membuka internet, namun itu hanya untuk bermain game online sebagai pengisi kesibukannya di rumah. Katanya Komputer yg dipakai juga masih numpang di komputer kakaknya.&lt;br /&gt;Belum habis kebingungan Habibie, Selang beberapa bulan kemudian, Habibie diikutkan kembali oleh ibunya untuk ikut Kursus tingkat lanjut (advanced) Internet Marketing dg pembicara yg sama dari Singapura,Fabian Liem.&lt;br /&gt;Sebenarnya Habibie sempat menolak karena tidak enak melihat Ibunya&lt;br /&gt;harus menjual Mobil sewaannya hanya agar dia bisa ikut pelatihan tsb.&lt;br /&gt;Karena Biaya Kursus tingkat lanjut itu mencapai Rp. 15 Juta.&lt;br /&gt;Dia sempat berdebat dengan ibunya, namun Ibunya tetap memberikan semangat kepada Habibie dan mendorongnya untuk bisa berhasil. “Anggap saja kamu kuliah”, begitu kata mamanya. Akhirnya dengan dorongan mamanya, Habibie mau juga ikut kursus mahal itu.&lt;br /&gt;Di kursus advanced tsb, habibie mengikuti “kuliah” setiap 2 minggu selama 3 bulan. Di tmp kursus inilah pertama kalinya Habibie berkenalan dengan Suwandi Chow, alih bahasa (Translator) kursus itu dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Setelah belajar 3 minggu, Habibie berhasil mendapatkan penjualan pertama dari Amazon.com dg Produk Game PS3. Meski komisinya cuma $24, Habibie senangnya bukan kepalang karena baru kali ini bisa menghasilkan uang dari internet. Pada komisi pertama ini Habibie sebenarnya rugi karena biaya iklan lebih besar dari komisi.&lt;br /&gt;Namun Habibie terus berusaha sampai dia bisa mendapatkan komisi $124, $500, $1000, dan $2000 dari Amazon.  Semua memerlukan proses belajar dan praktek secara konsisten.&lt;br /&gt;Uang hasil penghasilan dari Amazon dipakai Habibie untuk mengikuti kursus-kursus internet marketing lain, seperti Eprofitmatrix, Dokterpim, dan Indonesia Bootcamp.&lt;br /&gt;Dari kursus dan praktek internet marketing, Habibie sudah bisa menerbitkan Ebook Panduan Sukses dari Amazon dan membuat situs Listing Rumah (rumah101.com).&lt;br /&gt;Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eprofitmatrix bersama Gurunya, Suwandi Chow. Itulah pertama kali Habibie menjadi Trainer seminar meskipun usianya masih 20 tahun.&lt;br /&gt;Sejak itu, Habibie sering diundang menjadi pembicara seminar internet marketing di kampus-kampus, hingga diliput koran, tabloid, dan majalah. Puncaknya Habibie diundang pada acara Kick Andy di Metro TV pada episode “Kasih Tiada Bertepi”.&lt;br /&gt;Hikmah yg Bisa Kita Petik dari Profil Habibie&lt;br /&gt;Berikut saya kutip 2 paragraf terakhir dari bukunya :&lt;br /&gt;“Akhirnya, melalui buku ini,aku ingin mengajak Anda semua untuk mensyukuri apa pun yg telah dianugrahkan oleh Tuhan, termasuk diri kita sendiri. Diri kita adalah anugrah yang sangat berharga. Bagaimanapun kondisi kita, kita selalu punya pilihan untuk melejitkan potensi diri kita atau menidurkannya. kelemahan diri, termasuk keterbatasan fisik, tidak harus selalu berujung pada pelumpuhan diri. Pergulatan sudah pasti ada,&lt;br /&gt;tetapi kelemahan bisa diolah menjadi kekuatan”.&lt;br /&gt;“Kalau  Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda”.&lt;br /&gt;——————————————————————–&lt;br /&gt;Hampir saja Saya meneteskan air mata membaca 2 paragraf terakhir tersebut.&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat tsb bukan hanya identik dg perjuangan sang penulis sendiri,&lt;br /&gt;tapi lebih ditujukan buat kita para pembaca yg mau mengambil hikmah.&lt;br /&gt;Apapun keadaan diri kita saat ini ; normal atau cacat, tua atau muda, kaya atau miskin, banyak hutang atau tidak, jatuh atau bangun, sakit atau sehat, lelaki atau perempuan, dst, sesungguhnya “kitalah yg memilih jalan hidup untuk mau berhasil atau tidak!”.&lt;br /&gt;Habibie dengan kursi rodanya mau belajar ke mana saja yg kebanyakan dilakukan orang normal. Habibie dengan kursi rodanya mau memanfaatkan pemberian Tuhan yg paling mahal, yaitu pikiran.&lt;br /&gt;Di usia mudanya (21 thn), Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya. Kabarnya Modal Yayasan didapat dengan menyisihkan sebagian penghasilannya dari internet marketing (bisnis online).&lt;br /&gt;Bahkan diri kita belum melakukan apa-apa di usia kita yg semakin tua. Belum memberikan manfaat yg banyak bagi orang lain…!&lt;br /&gt;“Ya Allah, Maafkan kami selama ini yg tertidur dengan nikmat-nikmat yg telah Engkau berikan. Kami tidak menyadari betapa fisik yg sempurna sebenarnya adalah anugerah terbesar yg Engkau titipkan agar kami berusaha keras”.&lt;br /&gt;“Yang kami lakukan hanyalah berkeluh kesah ketika mendapat kesulitan. Engkau telah membekali fisik kami dengan pikiran yg sempurna,&lt;br /&gt;namun kami tidak bisa memanfaatkannya. Engkau telah memerintahkan kami untuk berfikir mencari jalan keluar dari kesulitan hidup, namun yg kami lakukan adalah berfikir untuk berkeluh kesah, berfikir hanya untuk mengatakan tidak bisa….!”&lt;br /&gt;“Bahkan diri ini tidak lebih baik dari hewan jika hanya mampu berkeluh kesah tanpa berjuang mencari jalan keluar. Ya Allah, ampunilah kami yg membuat bodoh diri sendiri. Mulai saat ini, kami berjanji akan mengerahkan segenap potensi yg Engkau titipkan pd kami, agar kami menjadi manusia yg berguna, bukan hanya buat diri sendiri, tapi juga berguna bagi orang lain dan seisi alam. Kabulkanlah ya Allah!”&lt;br /&gt;www.blere.co.cc&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-9036558179441583998?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/9036558179441583998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/01/otobiografi-habibie-afsyah-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9036558179441583998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/9036558179441583998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/01/otobiografi-habibie-afsyah-internet.html' title='Otobiografi  Habibie Afsyah (Internet marketer)'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S3oyxZQHXUI/AAAAAAAAAgM/Qxa5E6zi454/s72-c/habibie-da-ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-5707182861314789624</id><published>2010-01-23T11:38:00.002+07:00</published><updated>2010-01-23T11:40:14.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>MISTERI JARI TANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S1p9lKYvl3I/AAAAAAAAAew/Vr9snFoO5qU/s1600-h/left-hand.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 328px; height: 324px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S1p9lKYvl3I/AAAAAAAAAew/Vr9snFoO5qU/s400/left-hand.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429790378145322866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : kaskus.us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap orang dapat mengenali apakah seseorang di depannya homoseksual atau bukan hanya dari wajahnya. Temuan ini memperkuat pendapat bahwa pikiran bawah sadar manusia berperan penting dalam memandu perilakunya. Namun ternyata jari manusia dapat lebih mengungkap lebih jauh tentang hubungan erat perilaku "gay" seseorang.Percaya atau tidak, jari-jari tangan ternyata ada hubungannya dengan orientasi seksual seseorang.Baru-baru ini sebuah penelitian yang dilakukan Windy M Brown dan tim, menemukan bahwa ukuran jari berhubungan erat dengan ‘gay’ atau tidaknya seseorang.Dulu pernah ada mitos bahwa ukuran tinggi jari bisa menentukan normal atau tidaknya si pemilik jari, saat ini mitos diperkuat dengan penelitian Windy yang dimuat dalam Archieves of Sexual Behavior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian tersebut,&lt;br /&gt;jika jari manis lebih tinggi daripada jari telunjuk, berarti si pemilik&lt;br /&gt;cenderung memiliki lebih banyak hormon testoteron. Itu menandakan sifat hiperaktif, ageresif,&lt;br /&gt;dan tidak suka hal-hal lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jari telunjuk lebih tinggi daripada jari manis, maka cenderung memiliki lebih banyak&lt;br /&gt;hormon estrogen, yang artinya memiliki banyak sifat sensitif dan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat menarik dalam penelitian Marry dan tim itu, ternyata kebanyakan orang yang&lt;br /&gt;memiliki jari telunjuk dan jari manis yang sejajar adalah Biseksual (pria maupun wanita).&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah yang dilakukan Windy tersebut tak mengemukakan lebih lanjut secara spesfik mengapa demikian, namun bisa jadi kemungkinannya adalah karena tidak adanya tanda hormon dominan pada jari-jari tangan, baik testoteron maupun estrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-5707182861314789624?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/5707182861314789624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/01/misteri-jari-tangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5707182861314789624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/5707182861314789624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/01/misteri-jari-tangan.html' title='MISTERI JARI TANGAN'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S1p9lKYvl3I/AAAAAAAAAew/Vr9snFoO5qU/s72-c/left-hand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-6765888107766079194</id><published>2010-01-19T15:42:00.000+07:00</published><updated>2010-01-19T15:44:49.610+07:00</updated><title type='text'>BUMIAYU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S1Vw4WwPfWI/AAAAAAAAAeo/uPdn6SHkJUg/s1600-h/bumiayu-map.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 329px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S1Vw4WwPfWI/AAAAAAAAAeo/uPdn6SHkJUg/s400/bumiayu-map.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428369039347907938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-6765888107766079194?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/6765888107766079194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/01/bumiayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/6765888107766079194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/6765888107766079194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2010/01/bumiayu.html' title='BUMIAYU'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/S1Vw4WwPfWI/AAAAAAAAAeo/uPdn6SHkJUg/s72-c/bumiayu-map.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1020319242984211205</id><published>2009-11-28T13:27:00.004+07:00</published><updated>2009-12-01T15:05:12.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>Wiraswasta dan Tiga Kejutan yang Tak Terpikirkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SxDDx_hkiqI/AAAAAAAAAeM/uyWrYvvgW2A/s1600/success_entrep.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SxDDx_hkiqI/AAAAAAAAAeM/uyWrYvvgW2A/s400/success_entrep.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409038416105212578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Mario Alisjahbana&lt;br /&gt;Saat ini berbicara mengenai kewiraswastaan sedang sangat populer. Semua orang menganggapnya hebat, semua ingin menjadi wiraswasta dan orang2 bijak berlomba membagi nasehat bagaimana kiat menjadi wiraswasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orang banyak telah mencapai konsensus, saya cenderung untuk melihat dan menggali, men cari2 apakah mungkin ada hal yang bernilai tinggi yang terlupakan atau terabaikan. Hal2 yang berguna bagi mereka yang ingin mendapatkan pemahaman yang lebih jernih mengenai sesuatu. Inilah yang saya temukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang tidak mempunyai karakteristik yang tepat untuk menjadi wiraswata yang berhasil. Paling tidak , kebanyakan orang Indonesia tidak. Ada sejumlah alasan untuk hal ini, tapi saya akan menyempitkannya menjadi tiga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wiraswasta yang berhasil adalah kombinasi antara penjudi berani yang berdarah panas dan analis yang berdarah dingin dan penuh perhitungan. Kebanyakan orang dua2nya pun bukan, apalagi kombinasi dari keduanya. Saya percaya bahwa ini bagian dari kultur dan warisan nenek moyang kita. Apakah anda melihat diri anda sebagai orang yang seberani itu ? Atau senekad itu ? Para wiraswasta seringkali tidak mempunyai informasi cukup untuk membuat keputusan2 investasi yang aman, maka hendaknya mereka adalah orang2 yang merasa nyaman dengan berspekulasi sedikit. Dilain pihak, mereka juga akan berusaha mati2an untuk memperoleh informasi yang se banyak2nya agar mereka dapat mengambil keputusan yang sebaik mungkin. Kedua karakteristik yang berlawanan ini tidak hadir sekaligus dalam kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wiraswasta yang sukses bekerja keras, jauh lebih keras dari kebanyakan pegawai. Bisnis mereka dengan mudahnya menelan jiwa mereka dan segalanya yang lain menjadi nomor dua. Bekerja 12, 15 jam sehari seringkali adalah kondisi normalnya bukan kondisi istimewanya, bagi wiraswasta2 yang sukses. Ini datang dari obsesi mereka dengan ide2nya dan keinginannya yang bergelora untuk menjadikan ide2 tersebut kenyataan. Bekerja sekeras ini berakibat pengorbanan dalam berkeluarga, hidup sosial dan hal2 lain. Tidak terlalu banyak orang yang saya kenal yang siap melakukan pengorbanan2 ini dalam jangka panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wiraswasta yang berhasil akan mengalami saat2 yang paling menyakitkan dan menakutkan murni karena mereka memilih untuk menjadi wiraswasta ketimbang menjadi pegawai dari perusahaan yang baik. Wiraswasta yang relatif hati2 akan berusaha membatasi resiko finansialnya, tetapi kebanyakan, untuk tidak mengatakan semua, wiraswasta sukses yang pernah saya kenal pernah mengalami tekanan keuangan yang sangat besar. Bisnis tidak selamanya berjalan sebagaimana kita harapkan dan seringkali cuma merugi. Lama2 harta si wiraswasta bisa tersedot ke dalam bisnisnya itu sampai seluruh kekayaan pribadinya juga terancam habis. Kemudian timbullah ketegangan dan ketakutan yang mencekamnya di setiap dini hari. Apa yang akan terjadi bila bisnis ini tidak bisa diselamatkan ? Bagaimana saya akan membayar gaji, pesangon dan hutang2 lainnya ? Apakah saya akan dipermalukan di hadapan orang2 yang saya kenal ? Apakah saya akan terpaksa menjual rumah dan harta saya lainnya ? Apa pikiran isteri/suami saya kepada saya nanti ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu2 seperti ini adalah waktu yang paling menyakitkan dan paling menakutkan dalam kehidupan seorang manusia. Seorang wiraswasta adalah manusia yang sendiri-mandiri. Pada akhirnya dia akan harus bertanggung jawab atas segala yang dilakukannya dan dia harus sendirian menanggung segala akibat dari kegagalannya. Tidak mempunyai induk sebagai tempat berlindung adalah ciri khas kehidupan wiraswsta dan jelas tidak pas untuk semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda semua yang sedang menimbang2 untuk menjadi wiraswasta, saya sarankan agar anda meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan apakah kehidupan seperti ini cocok untuk anda. Sesungguhnya, orang kebanyakan lebih menyukai rasa keamanan dan keselamatan yang didapati bila bekerja untuk perusahaan atau lembaga yang besar dan mapan. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Orang kebanyakan tidak menginginkan naik-turun yang meroket, terutama turun yang meroket, yang menjadi bagian dari kehidupan seorang wiraswasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkah anda bahwa yang seperti ini yang anda inginkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1020319242984211205?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1020319242984211205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/wiraswasta-dan-tiga-kejutan-yang-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1020319242984211205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1020319242984211205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/wiraswasta-dan-tiga-kejutan-yang-tak.html' title='Wiraswasta dan Tiga Kejutan yang Tak Terpikirkan'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SxDDx_hkiqI/AAAAAAAAAeM/uyWrYvvgW2A/s72-c/success_entrep.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1064775084058709574</id><published>2009-11-22T18:29:00.002+07:00</published><updated>2009-11-22T18:40:59.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>Kisah Sukses Wong Brebes Jawa Tengah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwkhuL-kV1I/AAAAAAAAAeE/cwxK9vXvQvs/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 388px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwkhuL-kV1I/AAAAAAAAAeE/cwxK9vXvQvs/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406889905007908690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sumber :yukbisnis&lt;br /&gt;Dulu Kondektur Sekarang Juragan Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal, hingga toko bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi, konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal di Brebes, Tegal &amp; Pemalang. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan. "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini. Merintis Sukses Dari Berdagang Bambu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu ayahnya bertani di sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja serabutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab, jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp 470.000 saban bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu. "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang- Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih Muda Sudah Kaya Raya&lt;br /&gt;Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di Tegal dan satunya lagi di Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh, dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah menggurita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan&lt;br /&gt;Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada", kenang Muhadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1064775084058709574?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1064775084058709574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/kisah-sukses-wong-brebes-jawa-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1064775084058709574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1064775084058709574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/kisah-sukses-wong-brebes-jawa-tengah.html' title='Kisah Sukses Wong Brebes Jawa Tengah'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwkhuL-kV1I/AAAAAAAAAeE/cwxK9vXvQvs/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3472577515216043733</id><published>2009-11-20T17:01:00.003+07:00</published><updated>2009-11-22T18:40:10.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>Sebab-Sebab Turunnya Rizki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZqipg5xVI/AAAAAAAAAd8/6W87Vh0d7jQ/s1600/money-run.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 322px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZqipg5xVI/AAAAAAAAAd8/6W87Vh0d7jQ/s400/money-run.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406125546196813138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :pengusahamuslim.com&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Takwa Kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt juga berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Istighfar dan Taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tawakkal Kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Silaturrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sabda Nabi saw, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Infaq fi Sabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah yang lain,artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyambung Haji dengan Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berbuat Baik kepada Orang Lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Serius di dalam Beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Sofwah( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3472577515216043733?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3472577515216043733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/sebab-sebab-turunnya-rizki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3472577515216043733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3472577515216043733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/sebab-sebab-turunnya-rizki.html' title='Sebab-Sebab Turunnya Rizki'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZqipg5xVI/AAAAAAAAAd8/6W87Vh0d7jQ/s72-c/money-run.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-2102113879095402696</id><published>2009-11-20T15:35:00.003+07:00</published><updated>2009-11-22T18:39:45.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>Selusin Karakter Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZVuy4XHMI/AAAAAAAAAd0/vi2tfiNrnnc/s1600/addictive-entrepreneurship.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZVuy4XHMI/AAAAAAAAAd0/vi2tfiNrnnc/s400/addictive-entrepreneurship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406102665125371074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Tom MC Ifle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini saya simpulkan berdasarkan pengalaman, riset dan interview di media masa tentang entrepreneur sukses. Ternyata ada kesamaan yang mutlak dimiliki yang oleh entrepreneur sukses. Semua entrepreneur memiliki semangat, ciri khas, gaya, serta dorongan untuk maju. Untuk memudahkan saya memecahnya menjadi 12 karakteristik yang dimiliki oleh semua entrepreneur sukses. Saya membagikan ini agar siapa pun yang ingin menjadi seorang entrepreneur dapat mempelajari dan mengikuti jejak yang ditinggalkan mereka. &lt;br /&gt;#1) Percaya Diri &lt;br /&gt;Percaya diri adalah ciri khas seorang entrepreneur. Ini adalah modal pertama yang harus dimiliki. Kita memang tidak dilahirkan dengan tingkat percaya diri yang sama, namun bukan berarti Anda tidak mampu. Brad Sugars - founder dan CEO ActionCOACH - mengatakan "confident" muncul karena tindakan dan pengambilan keputusan yang berani saat mereka dalam keraguan. Justru disaat ragu mereka lebih banyak memutuskan "Yes" daripada "No". &lt;br /&gt;Saya dengar, Napoleon Hill memberikan komentar kepada seseorang yang lebih sering mengatakan ‘Tidak', ‘Tunggu Dulu,' atau saya rundingkan dengan istri, team, anak buah, dst' adalah seorang pemimpin yang lemah. Mereka yang sering mengalami keraguan harus lebih sering mengambil keputusan kecil dan besar. Dengan demikian keputusan ini akan memupuk rasa percaya diri dan respek dari kawan maupun lawan. &lt;br /&gt;#2) Memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi. &lt;br /&gt;Mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Mereka bertindak dan memberi perhatian penuh terhadap proses. Mereka melihat solusi dari setiap masalah, bukan menyalahkan keadaan atau anak buah betapapun sulit keadaan itu. Mereka memiliki rasa bangga ketika mencari solusi, selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas perusahaan. Ownership di sini sangat berbeda dengan ingin mengontrol segala sesuatu atau control freak. Justru dengan mental positif ini sang pengusaha mengajarkan seluruh karyawan untuk belajar bertanggung jawab. Mereka menggerakkan setiap individu agar dapat diandalkan dan membiarkan setiap individu merasakan nikmatnya memenangkan profit, teamwork, dan kesuksesan bisnis. &lt;br /&gt;#3) Mampu berkomunikasi. &lt;br /&gt;Entrepreneur menyadari bahwa faktor manusia sangat penting bagi kesuksesan bisnis. Bukan hanya karyawan tapi termasuk juga customer, business partner, strategic alliances dan elemen manusia lainnyalah yang membuat bisnis sukses atau hancur berkeping-keping. Maka komunikasi menjadi kunci kesuksesan dalam menciptakan hubungan yang harmonis. &lt;br /&gt;Seorang entrepreneur mau berpikiran terbuka untuk mempelajari cara berkomunikasi efektif, baik secara tulisan maupun lisan. Demi komunikasi efektif, mereka tidak segan-segan menginvestasikan uang dan waktu untuk mengambil kursus komunikasi, public speaking, computer, e-mail, neurolingusitic programming, search engine optimization yang berhubungan dengan komunikasi dengan prospek dan customer. Mereka mau mendengar, berpikiran terbuka, menjaga integritas dengan mengatakan secara jujur apa yang ada didalam pikirannya. &lt;br /&gt;#4) Sangat Terbuka untuk Belajar Hal Baru. &lt;br /&gt;Ini adalah salah satu karakteristik yang paling saya kagumi. Enterpreneurs adalah pembelajar sejati. Mereka sangat terbuka dengan semua hal yang berhubungan dengan ilmu baru. Banyak yang tidak mengecap pendidikan bisnis secara formal, namun mereka penuh semangat mencari informasi, bertanya, riset dan membaca buku. Tidak sedikit entrepreneur yang autodidak, mereka belajar dari kesalahan. Mereka tidak memiliki arogansi, ego dan dibutakan dengan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Mereka selalu menganjurkan karyawan untuk terus belajar. &lt;br /&gt;Thomas Alfa Edison hanya mengecap pendidikan selama tiga bulan. Beliau bukan ilmuwan, bahkan tidak tahu cara yang benar ketika menciptakan bola lampu pijar. Namun beliau dikelilingi orang-orang yang lebih pandai dari beliau. Demikian pula dengan entrepreneur, mereka sangat menghargai edukasi dan menjadi pelajar seumur hidup dari kehidupan dan pengalaman. &lt;br /&gt;#5) Team Player &lt;br /&gt;Ini satu hal yang menarik berdasarkan penelitian para pakar bisnis. Entrepreneur adalah pemain tim yang penuh komitmen. Mereka menyadari bahwa sebatang lidi bisa dengan mudah dipatahkan, namun sapu lidi sangat sulit untuk dihancurkan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Mereka juga menciptakan leverage, daya ungkit dari teamwork untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang rumit dan berat. Tidak ada entrepreneur yang sukses tanpa dukungan tim sukses. &lt;br /&gt;#6) System-Oriented &lt;br /&gt;Seperti seorang ahli matematika, formula yang benar akan memberikan hasil yang benar terus menerus. Selama kita masih menggunakan formula yang sama, hasilnya pasti sama. Seorang entrepreneur sangat mengandalkan sistem. Mereka sangat system oriented. Mereka berupaya menyelesaikan masalah dengan sistem sebelum mencari penyelesaian manusia. Mereka percaya bahwa bisnis yang sukses bukan karena mengandalkan manusianya tapi sistemlah yang bekerja. Manusia bisa sakit, cuti, resign. Jika entrepreneur mengandalkan manusia, maka sistem akan berhenti saat manusianya tidak di tempat. &lt;br /&gt;Untuk itu entrepreneur perlu membuat sebuah blueprint, peta, dan kompas agar saat terjadi sesuatu ada alat yang bisa memandu untuk mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten. Nah, saat terjadi sebuah masalah, seorang entrepreneur akan menganalisa sistem yang sudah ada, melakukan desain ulang, implementasi, dan menyempurnakan system tersebut.. Bagaimana dengan Anda? &lt;br /&gt;#7) Dedikasi Tinggi &lt;br /&gt;Seorang entrepreneur mendedikasikan dirinya untuk menyelesaikan rencana-rencananya, visinya, dan mimpi-mimpinya yang merupakan tujuan hidupnya. Salah satu alasan mengapa sebuah perusahaan gagal adalah karena bisnis tersebut kehilangan fokus. Contoh yang sangat nyata, Donald Trump sangat fokus dengan property, Anita Roddick sangat fokus dengan kosmetik ramah lingkungan, Warren Buffet sangat fokus dengan investing, Bill Gates sangat fokus dengan Microsoft, Michael Dell sangat fokus dengan Dell Computer, Robert Kyosaki sangat fokus dengan edukasi financial, Anthony Robbins sangat fokus dengan peak performance coach. Tidak menghiraukan masalah dan upaya yang harus dilakukan, seorang pengusaha sangat berdedikasi tinggi dan single-minded atas komitmen terhadap goal mereka. &lt;br /&gt;#8) Grateful &lt;br /&gt;Entrepreneur sejati ternyata adalah orang-orang yang penuh rasa syukur. Mereka sadari semakin bersyukur, semakin tangan terbuka semakin terbuka pula pintu-pintu berkat. Karena hanya orang yang menghargai pemberian akan lebih banyak diberi. Mereka bukan hanya bersyukur menerima kebaikan, namun mereka juga bersyukur karena mendapat pembelajaran dari kesalahan. Mereka tidak menganggap remeh apapun, dan inilah yang memberikan mereka ketekunan, daya tahan serta fleksibilitas untuk terus maju. &lt;br /&gt;Entrepreneur sejati menyadari bahwa ‘kaya' tidak semata-mata diukur oleh benda-benda dan kemewahan, ‘kekayaan' diukur oleh kepuasan hati, kenikmatan memberi, berkontribusi dan pencapaian prestasi. Donald Trump mengatakan, "Money was never my greatest motivation, it's my way of keeping the score, the true excitement is playing the game." &lt;br /&gt;#9) Optimistic &lt;br /&gt;Mereka sangat optimis. Mereka tidak menjadikan kegagalan masa lalu menjadi hambatan untuk maju. Ambil hikmah dari kegagalan dan ciptakan momentum baru. Saat musim kemarau mereka tetap menaruh harapan bahwa musim hujan akan tiba dan saat makmur menghampiri, mereka menambah keyakinan, iman, dan pengharapan bahwa dunia akan menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;#10) FUN &lt;br /&gt;Semangat tinggi. Sebanyak 80% kegagalan di dunia bisnis disebabkan oleh manusia. Untuk itu entrepreneur sangat menghargai hubungan antar-manusia. Mereka sangat mudah didekati, suka bersosialisasi. Semangat mereka menular kepada team, pelanggan, teman, suplier. Meskipun mereka adalah pekerja keras, mereka juga seimbang dalam membagi kesenangan, bersama keluarga. Para psikolog mengakui, entrepreneur yang memiliki keseimbangan antara kerja keras dengan fun adalah orang yang lebih berpotensi memiliki karir dan kesuksesan lebih tinggi lagi. Justru entrepeneur adalah orang yang penuh perhatian, kesabaran dan Fun. Tidak selamanya serius dan pemarah. &lt;br /&gt;#11) A Leader by Example &lt;br /&gt;Selain self motivated, mereka juga memiliki kemampuan untuk memimpin orang. Mereka memahami pentingnya teamwork, dan mereka memahami bahwa mendukung orang lain untuk sukses dan menjadi pemimpin akan membawa hasil yang lebih memuaskan lagi. Mereka bukan leader yang tidak bisa digantikan sehingga organisasi bisa bertumbuh tanpa mereka dan akhirnya meraih kemakmuran dan kebebasan yang di idam-idamkan. &lt;br /&gt;Seorang business consultant dan pensiunan United States Air Force Major General, Perry M. Smith menulis, "Seorang pemimpin yang membagikan kekuasaannya akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Pemimpin sejati memahami bahwa kepempimpinan adalah pembebasan bakat terpendam; mereka mencapai kejayaan bukan hanya karena menyerahkan kekuasaan namun karena tidak pernah menarik kekuasaan kembali." &lt;br /&gt;#12) Not Afraid of Risk or Success &lt;br /&gt;Mereka tidak takut resiko. Bukan hanya mengambil kesempatan, namun mereka mengambil resiko. Banyak orang menghambat kesuksesan dengan cara menurunkan mimpi dan takut dengan kemungkinan sukses. Ada pengusaha yang masih memiliki employee mindset bertahan dengan familiarity, zona nyaman, dan berusaha untuk tidak berubah. &lt;br /&gt;Entrepreneurs bukan orang yang tak kenal rasa takut. Mereka menciptakan prioritas sehingga mengalahkan rasa takut gagal, frustrasi, kebosanan, ketidakpuasan dan takut sukses. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sangat mudah mengenali seorang individu yang memiliki kualitas entreprenur sejati. Ada pula yang perlu bersusah payah membangun kualitas tersebut dalam dirinya. Ada seorang pengusaha yang sudah menyadari kualitas ini ada pula karyawan yang memiliki sifat-sifat entrepreneur. Apapun alasannya, Anda bisa memupuk sifat ini dengan guidance, edukasi, pengetahuan, coaching secara konsisten. Tidak semua orang berbakat menjadi entrepreneur. Banyak orang telah mengorbankan waktu, tenaga, uang, membangun bisnis yang akhirnya menyadari bahwa mereka tidak cocok menjadi pengusaha. Mereka mengambil jalan yang salah karena kurang pengetahuan dan akhirnya membuang waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun karenanya. &lt;br /&gt;Keith Cunningham dan "Rich Dad" Robert Kyosaki mengatakan, "Segala sesuatu yang belum Anda ketahui mengakibatkan biaya besar, namun tidak semua yang Anda ketahui bisa dijadikan uang." Semoga mempelajari gejala, ciri-ciri, dan karakteristik seorang entrepreneur akan menambahkan harapan, energi, bahan bakar bagi Anda yang memiliki aspirasi untuk menjadi entrepreneur sejati. Kejarlah cita-cita yang lebih tinggi lagi, pencapaian yang lebih fantastis, dengan menambah ilmu, meningkatkan confidence, insight, serta determinasi dengan memiliki winning attitude seorang entrepreneur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-2102113879095402696?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/2102113879095402696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/selusin-karakter-entrepreneur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2102113879095402696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2102113879095402696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/selusin-karakter-entrepreneur.html' title='Selusin Karakter Entrepreneur'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZVuy4XHMI/AAAAAAAAAd0/vi2tfiNrnnc/s72-c/addictive-entrepreneurship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-7756275978635069366</id><published>2009-11-20T14:49:00.003+07:00</published><updated>2009-11-22T18:39:13.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>LIKA-LIKU BISNIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZLJYAQaII/AAAAAAAAAds/o7BAwbyn1W8/s1600/3270995992_f30ac12bc0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZLJYAQaII/AAAAAAAAAds/o7BAwbyn1W8/s400/3270995992_f30ac12bc0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406091027139291266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Roniyuzirman (judul asli : Memulai Bisnis, Haruskah Semahal ini Harga yang Dibayarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memulai bisnis semua harapan terbentang luas dan indah. Kenyataannya ternyata tidak seindah itu. Bahkan bisa menjadi mimpi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memulai bisnis semua harapan terbentang luas dan indah. Kenyataannya ternyata tidak seindah itu. Bahkan bisa menjadi mimpi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah kisah dua orang pemuda muslim di Inggris ini. Mark dan Naz, adalah dua orang keturunan Arab yang sepakat mewujudkan impian mereka, membuka restoran burger cepat saji yang lezat dan sehat. Mereka mempertaruhkan segalanya untuk meraih impian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat usaha yang gigih akhirnya restoran itu pun dibuka dari hasil patungan dan bantuan modal 100.000 pound dari David, salah seorang teman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para keluarga dan teman-teman dikumpulkan untuk mencicipi The Real Burger World, demikian mereka memberi nama restoran ini. Mereka semua memuji kelezatan burger itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian pertama pun datang, alat penghisap asap malah berfungsi sebaliknya, menghembuskan asap. Alarm berbunyi nyaring. Panik, mereka pun menghubungi vendor. Karena hari libur, kantor vendor tutup dan terpaksa mereka menutup sementara restoran hingga hari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian berikutnya datang lagi. Para tetangga protes dengan asap dan suara bising dari restoran itu. Mereka dipanggil oleh pemerintah kota dan diminta menghentikan operasi sampai dapat ijin dari pihak berwenang dan para tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian ketiga yang lebih dahsyat juga menghampiri mereka. Pengelola gedung, tempat mereka menyewa ruangan keberatan dengan restoran burger itu. Mereka khawatir kehadiran restoran itu akan mengurangi minat calon pembeli atau penyewa apartemen yang berada di atasnya. Mereka diminta menutup restoran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masalah yang paling menekan. Mereka pun bernegosiasi dengan segala cara. Akhirnya dicapai kesepakatan berat. Uang sewa dinaikkan dan mereka harus mengganti papan nama restoran. Nama Real Burger World harus diganti dengan RBW saja, supaya tersamar. Masalahnya, apakah calon pembeli akan dengan gampang mengenali bahwa itu adalah restoran burger?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis harus jalan terus, apa pun risikonya. Mereka harus tetap berjalan dengan "kaki yang pincang". Angka minimal penjualan 1.000 pound per hari harus dikejar untuk mencapai titik impas dan memuaskan investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berusaha memaksimalkan upaya pemasaran dengan anggaran terbatas. Ide-ide pemasaran kreatif berbiaya murah pun dicoba. Mulai dari menyebar brosur, membagikan tester di pinggir jalan, sampai memakai baju badut dan berjoget di pinggir jalan pun mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pengunjung masih ogah mampir. Penjualan terus melorot sampai titik yang mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus memeras otak, dan AHA! Ide nyeleneh pun keluar. Mereka mengerahkan para teman dan anggota keluarga untuk melakukan demo di depan Mc Donald. Demo mengkampanyekan gerakan anti fast food yang tidak sehat. Tujuannya, tentu saja mengarahkan orang-orang untuk mampir ke restoran mereka sambil membagi-bagikan voucher burger murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boom! Restoran ramai bukan kepalang. Pengunjung pun rela mengantri mengular sampai ke trotoar. Penjualan mencapai rekor tertinggi 1.100 burger hari itu. Semua bekerja keras melayani, tapi bahagia dengan pencapaian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booming itu ternyata hanya berlangsung sehari saja. Besoknya penjualan kembali normal alias sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keputusan berat terpaksa diambil lagi. Sang general manager yang juga adalah teman dekat mereka, terpaksa dipecat. Penggantinya adalah seorang profesional di bidang manajemen restoran. Diharapkan pergantian ini akan memperbaiki kinerja. Kinerja pelayanan memang meningkat tapi tidak untuk penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pusing dan panik bukan kepalang. Kerugian dari hari ke hari mulai menggerogoti cash flow bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terakhir pun ditempuh. Mereka mengadukan masalah kepada sang investor pasif. Investor ingin menyelamatkan uangnya. Ia meminta hak untuk turut ikut di dalam manajemen dan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keputusan paling berat pun akhirnya harus ditelan. Salah seorang dari mereka harus mundur. Naz dinilai tidak becus oleh investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ending dari acara Risking It All yang ditayangkan BBC Knowledge ini memang tidak mengenakkan. Sad ending. Itulah bisnis. Meski pun mereka telah mempertaruhkan segalanya, impian itu masih jauh dari tercapai. Waktu, uang, pikiran, tenaga dan bahkan persahabatan pun harus mereka relakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran berharga bagi yang mau mulai bisnis...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-7756275978635069366?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/7756275978635069366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/lika-liku-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7756275978635069366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/7756275978635069366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/lika-liku-bisnis.html' title='LIKA-LIKU BISNIS'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwZLJYAQaII/AAAAAAAAAds/o7BAwbyn1W8/s72-c/3270995992_f30ac12bc0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-2182583850201015706</id><published>2009-11-19T14:44:00.003+07:00</published><updated>2009-11-22T18:38:40.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>INSPIRATIF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwT5ASxiAnI/AAAAAAAAAdk/YkTFCaUycOc/s1600/baby-on-computer.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwT5ASxiAnI/AAAAAAAAAdk/YkTFCaUycOc/s400/baby-on-computer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405719236186342002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari webnya andrie wongso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengar yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, &amp; lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!! &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-2182583850201015706?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/2182583850201015706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/inspiratif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2182583850201015706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2182583850201015706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/11/inspiratif.html' title='INSPIRATIF'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SwT5ASxiAnI/AAAAAAAAAdk/YkTFCaUycOc/s72-c/baby-on-computer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-4365978682312363533</id><published>2009-10-10T15:55:00.005+07:00</published><updated>2009-11-22T18:38:03.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa tengah'/><title type='text'>ILMU DAGANG DARI TEMAN TIONGHOA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/StBOCHL6ijI/AAAAAAAAAdU/fK-vamQ5x8w/s1600-h/CA0RID4R.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/StBOCHL6ijI/AAAAAAAAAdU/fK-vamQ5x8w/s400/CA0RID4R.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390894552158210610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;berikut adalah Postingan pak hadikuntoro yang saya kopas dari blognya di &lt;a href="http://hadikuntoro.blogspot.com"&gt;sini&lt;/a&gt;, klo mau baca dari sumbernya monggo klik aja.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawa, dagangan bapakmu begitu banyak apa saja ada, gimana cara menghitung hari ini untung berapa.? Hari ini rugi apa enggak misalnya..?” tanyaku pada salah seorang sahabat Cina yang dulu pernah bareng-bareng sebangku sekolah di kampungku, panggilannya Wawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walah-walah...Coro de’e emang wong Cino dikiro uteke canggih banget po iso ngetung detail ngono kuwi .? (Walah..menurut kamu dikira orang cina canggih banget bisa menghitung detail seperti itu.?)” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya penasaran sekali dengan hasil temuan yang saya dapatkan. Harga-harga barang di tempat Cina-cina di kampungku yang jualan grosir kok kadang harganya mepet sekali dengan harga termurah yang saya survei grosir-grosir di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan itulah saya akhir-akhir ini saya sering merapat banyak mengumpulkan informasi dan sharing dari temen-temen Cina, dan juga dari temen-temen yang pernah atau masih bekerja di toko-toko Sahabat-sahabat Cina di kampungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngene (gini) tak ajari ilmu rahasia Engkoh-engkoh itu ya, hanya wong apikan koyo kowe wae sing tak ajari loh..hehehe...” Katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Napas bisnis itu adalah cashflow, pokoke nek duit itu bisa muter terus pasti awake dewe (kita) bisa numpang urip (hidup). Namanya uang berputar itu tidak harus selalu diatas terus, kadang dibawah juga. Kadang ada kenaikan harga di hulu sana kita ketinggalan harga dan jual rugi itu juga biasa, enggak apa-apa teruslah memutarkan uang kita” katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun enggak ada saingannya, kita hanya ambil margin sedikit saja, 10% itu sudah gede banget, beberapa malah 1-2 % saja, tapi perputarannya yang diutamakan dan nanti secara periodik kita ambil sedikit demi sedikit secara berkala. Misalnya di test kita ambil modal kita 500ribu disimpan apakah masih bisa jalan..? kalau bisa maka yang kita sebut KEUNTUNGAN BISNIS ya yang 500ribu itu. Bulan depan modal kita tarik lagi...kalau memungkinkan nariknya lebih banyak..lebih banyak..gitu terus..dan kalau nanti cashfow terganggu ya kita kurangin penarikanya, gampang kan..?” Katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uang-uang tarikan modal itu nanti buat beli tempat lagi, atau disimpan dalam bentuk emas, dan gitu terus, dan yang paling penting GAYA HIDUP kami meski bisnis lagi bagus tetap tidak berubah, makanya nabungnya makin lama makin gede. Kamu bisa lihat toko Cina yang hanya jualan teh di depan itu yang kelihatannya kusam dan enggak laku, jangan salah Enkoh tua yang sering kemana-mana gandengan sama istrinya emas batangannya banyak sekali..hehehe..” Mmmmm..begitu ya...kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo..sakjane hanya sederhana saja ya.?” Kataku pada Wawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya iya Cuma gitu, gila apa, emang cerdas banget, orangtuan atau embah-embah kita harus menghitung detail banget one by one seperak dua perak keuntungan kita seperti itung2an di alfamaret atau indomaret itu.?” Saya tersenyum dengan gaya bicara sahabat Cina saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, orang-orang Cina di kampungku itu sebagaian besar hubungannya dengan orang-orang jawa baik-baik sekali. Bahkan kadang ada yang bahasa jawanya lebih medok dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog sederhana Saya dan Wawa ini saya tuliskan disini agar para kita yang bukan Etnis Cina juga bisa belajar dan mengaplikasikan hal ini pada bisnis kita. Tahun ketiga saya berbisnis banyak sekali saya menemukan banyak temen-temen yang memulai bisnis dan berhenti tidak lama sebelum seumuran jagung hanya karena tidak memiliki wawasan seperti ini barangkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung yang segede-gedenya, adalah jurus yang umumnya dipakai oleh kawan-kawan pebisnis pemula. Ketika ada kawan lainnya yang ternyata jual lebih murah mereka kelabakan dan menganggap bisnis yang ada depannya itu tidak lagi bisnis yang nyaman, dan dia akan ganti lagi...nanti ganti lagi..begitu terus...hehe..dan suatu saat berhenti kecapekan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMBIL MARGIN SEDIKIT SAJA...inilah yang saya akan ingat-ingat...putar Terus uang kita, karena CASHFLOW ADALAH NAPAS bisnis dan TARIK MODAL SECARA PERIODIK dengan catatan bisnis tetap jalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita langsung dari lapangan mengenai strategi bisnis temen2 Tionghoa yang lainnya nanti akan saya ceritakan lagi..banyak sekali kok yang bisa kita pelajari dari mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-4365978682312363533?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/4365978682312363533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/10/ilmu-dagang-dari-teman-tionghoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4365978682312363533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/4365978682312363533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/10/ilmu-dagang-dari-teman-tionghoa.html' title='ILMU DAGANG DARI TEMAN TIONGHOA'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/StBOCHL6ijI/AAAAAAAAAdU/fK-vamQ5x8w/s72-c/CA0RID4R.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-8806243732581417859</id><published>2009-08-03T10:54:00.008+07:00</published><updated>2010-05-25T14:06:48.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BISNIS'/><title type='text'>BUMIAYU DAHSYAT RELOAD (Bisnis Pulsa 1 Chip Untuk Semua Operator)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SnZfswHeNmI/AAAAAAAAAZU/FicS-jOuV3k/s1600-h/IMG0092A.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365581228493649506" src="http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SnZfswHeNmI/AAAAAAAAAZU/FicS-jOuV3k/s400/IMG0092A.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 221px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bumiayuseluler.co.cc/"&gt;http://bumiayuseluler.co.cc&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INOVASI ATAU MATI...betul apa yang dikatakan oleh Gede Prama. Bisnis pulsa makin hari makin rame dan makin banyak pesaingnya. Bumiayu Cellular sudah mahfum betul dengan keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Bumiayu Cellular tidak tanggap sudah barang tentu terlibas oleh pesaing. Di sinilah indah nya dunia bisnis, yang tidak di temukan di dunia lain, inutisi, pikiran dan hasrat harus terus hidup dah diasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bumiayuseluler.co.cc/"&gt;Bumiayu Cellular&lt;/a&gt; kini melakukan inovasi pelayanan dengan menambah produk Multichip &lt;a href="http://bumiayuseluler.co.cc/"&gt;(Bumiayu Dahsyat Reload)&lt;/a&gt; yaitu 1 chip untuk semua operator. Alhamdullilah produk kami diterima baik oleh para pelanggan, terbukti baru berjalan sekitar 1 bulan sudah ada 60 an lebih konter yang membeli Multi chip di Bumiayu Cellular. Adapun rata-rata transaksi perhari dari Multi Chip berkisar antar 1500 transaksi sampai dengan 1700 transaksi dari target 10000 transaksi perhari. Insya Allah target ini terlaksana 4 bulan kedepan amiiin...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-8806243732581417859?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/8806243732581417859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/08/coming-soon-bumiayu-dahsyat-reload.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8806243732581417859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/8806243732581417859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/08/coming-soon-bumiayu-dahsyat-reload.html' title='BUMIAYU DAHSYAT RELOAD (Bisnis Pulsa 1 Chip Untuk Semua Operator)'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SnZfswHeNmI/AAAAAAAAAZU/FicS-jOuV3k/s72-c/IMG0092A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-1725706539190308204</id><published>2009-08-03T10:34:00.004+07:00</published><updated>2009-09-11T14:45:52.816+07:00</updated><title type='text'>BUKA WARUNG MAKAN "MBOK LASEM" BUMIAYU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SnZcL2BX8YI/AAAAAAAAAZM/Iy04-n0YnJ0/s1600-h/IMG0087A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 385px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SnZcL2BX8YI/AAAAAAAAAZM/Iy04-n0YnJ0/s400/IMG0087A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365577364608119170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah warung makan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mbok Lasem Bumiayu&lt;/span&gt; akhirnya di buka juga, setelah tertunda lebih dari 1 tahun. Nama Mbok Lasem sendiri saya ambil dari nama nenek saya, yakni Lasmiati. Konon karena dulu terkenal cantiknya sering di panggil dengan sebutan Lasem (siapa yang liat pasti kesengsem/suka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullillah sampai tulisan ini di tulis, menu yang dijajakan Mbok Lasem tiap hari Ludes. Padahal menu di warung ini cukup sederhana, seperti halnya warung kebanyakan, akan tetapi Mbok lasem selalu mengedapankan kebersihan warung, disamping rasa dan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-1725706539190308204?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/1725706539190308204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/08/buka-warung-makan-mbok-lasem-bumiayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1725706539190308204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/1725706539190308204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/08/buka-warung-makan-mbok-lasem-bumiayu.html' title='BUKA WARUNG MAKAN &quot;MBOK LASEM&quot; BUMIAYU'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SnZcL2BX8YI/AAAAAAAAAZM/Iy04-n0YnJ0/s72-c/IMG0087A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-296759425996137800</id><published>2009-06-24T21:29:00.002+07:00</published><updated>2009-06-24T21:36:02.712+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Orang Yahudi Banyak Yang Pintar ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SkI5xDlY9eI/AAAAAAAAAZE/K4aHfeIS3KA/s1600-h/albert-einstein.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350902822208075234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SkI5xDlY9eI/AAAAAAAAAZE/K4aHfeIS3KA/s400/albert-einstein.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah posting hasil kopas dari blog miliknya Pak Cheppy, kalau mau baca dari pusatnya langsung aja ke tkp &lt;a href="http://chappyhakim.kompasiana.com/2009/02/05/mengapa-orang-yahudi-banyak-yang-pintar/"&gt;disini&lt;/a&gt;, kalu mau baca di blog saya, ya moggo-monggo aja barangkali jadi inspirasi...selamat membaca...&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.&lt;br /&gt;Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.&lt;br /&gt;Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).&lt;br /&gt;Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.&lt;br /&gt;Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu ! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.&lt;br /&gt;Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.&lt;br /&gt;Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“.&lt;br /&gt;Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !&lt;br /&gt;Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.&lt;br /&gt;Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar ! Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-296759425996137800?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/296759425996137800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/06/mengapa-orang-yahudi-banyak-yang-pintar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/296759425996137800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/296759425996137800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/06/mengapa-orang-yahudi-banyak-yang-pintar.html' title='Mengapa Orang Yahudi Banyak Yang Pintar ?'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SkI5xDlY9eI/AAAAAAAAAZE/K4aHfeIS3KA/s72-c/albert-einstein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-2592260976787187669</id><published>2009-06-13T10:50:00.011+07:00</published><updated>2009-06-14T20:23:51.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BISNIS'/><title type='text'>Ada-ada saja,ana-ana bae, ono-ono bae, aya-aya wae,ado-ado sajo..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SjMitKm22wI/AAAAAAAAAYs/5AoECnClP9c/s1600-h/bakso.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346655341955701506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 330px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SjMitKm22wI/AAAAAAAAAYs/5AoECnClP9c/s400/bakso.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada ungkapan bilang apalah arti sebuah nama, mungkin ungkapan ini berlaku untuk jenis kuliner yang satu ini. Bakso setan, nama yang seram bukan? Kalau orang bumiayu bilang gak lumrah namanya, setan di jadikan nama makanan. Sementara kalau di daerah saya bumiayu ada yang namanya Bakso muda-mudi, bakso tulloh, bakso jenggot, diantara ketiganya memiliki kekhasan tersendiri akan tetapi nama dari baksonya gak sebombastis bakso setan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bakso setan sepengetahuan saya baru di buka kurang lebih dua bulan yang lalu di sekitar daerah itc roxi mas Jakarta Pusat. Akan tetapi antusiasme masyarakat gak terpengaruh oleh nama setan yang melekat di warung bakso tersebut. Bahkan warung bakso ini saya perhatiin semakin hari semakin rame saja. Terlihat pada jam –jam istirahat dan pulang kerja karyawan Roxi dan perkantoran Roxi rela antri untuk mendapatkan semangkuk bakso setan. Rupanya kehadiran bakso setan dapat menyihir pelanggannya .&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fenomena seperti ini merupakan tren baru yang ada di Jakarta, taruhlah jenis makanan yang mengangkat nama-nama yang gak lazim seperti halnya bakso setan yaitu nasi goreng gila, es pocong, rawon syetan dll. Kembali membahas bakso setan, saya dibikin heran, apasih yang bikin laris manis bakso ini, apakah karena namanya yang nyeleneh, ataukah rasanya?. Saya sendiri gak begitu doyan dengan jenis makanan yang satu ini, liat baksonya yang gedenya sekepalan tangan pria dewasa saja saya sudah kenyang dan nek gimana kalau makannya. Tapi karena hampir tiap hari saya melewati warung bakso ini, alih-alaih jadi dedektif kuliner ;), saya terpaksa beli bakso setan juga. Warungnya sederhana banget Cuma pake tenda, nempatin luas tanah sekitar 3x4m, didalamya ada 1 etalase buat nyimpan mie sekagus buat rebus bakso dan satu meja kasir, jumlah karyawan 3 orang. Lokasinya persis samping jalan raya, jadi sudah barang tentu jauh dari kesan hieginis, kalau lagi panas apalagi, debu dari jalanan beterbangan ditambah asap dari kendaraan bermotor yang berlalu lalang. Kayaknya pemandangan seperti ini yang dijadikan peyedap rasa sampai orang rela antre berpanas-panasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau mengenai rasa dari bakso ini saya sendiri belum coba enak atau gaknya, karena pada saat beli bakso ini gak saya makan sendiri tapi yang makan si &lt;a href="http://evelifes.blogspot.com/"&gt;Teteh&lt;/a&gt;, menerut kesaksian si Teteh cieee..kesaksian kayak apa aja..emang di pengadian? hehe..rasanya uenak buanget, baksonya benar-benar di bikin dari daging semua jadi rasanya krezz banget (ehm namanya jg cewek..kalau liat bakso pasti ngiler dddd..). Jadi apa yang bikin rame bakso ini? Menurut saya sih disamping namanya yang ngejual , yang pasti rasanya, memang rasa adalah segalanya..so apa yang kita petik dari Bakso setan ini? Yang pasti 9 dari 10 riski Allah dari berdagang, jangan menghabiskan waktu hanya sekedar memikirkan sebuah brand (merk), jadilah yang paling beda dari yang ada dan yang terakhir jangan banyak pikir TAKE ACTION….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatulloh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Owner &lt;a href="http://bumiayucellular.blogspot.com/"&gt;BUMIAYU Cellular&lt;/a&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam WOW DAHSYAT!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-2592260976787187669?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/2592260976787187669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/06/ada-ada-sajaana-ana-bae-ono-ono-bae-aya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2592260976787187669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/2592260976787187669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/06/ada-ada-sajaana-ana-bae-ono-ono-bae-aya.html' title='Ada-ada saja,ana-ana bae, ono-ono bae, aya-aya wae,ado-ado sajo..'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SjMitKm22wI/AAAAAAAAAYs/5AoECnClP9c/s72-c/bakso.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-3520153311193434352</id><published>2009-06-09T23:32:00.005+07:00</published><updated>2009-06-10T20:03:50.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BISNIS'/><title type='text'>Jangan Pandang Kami Sebelah Mata</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/Si6d7nucPbI/AAAAAAAAAYU/ITWfeGbN5QY/s1600-h/pkl.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345383455336971698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/Si6d7nucPbI/AAAAAAAAAYU/ITWfeGbN5QY/s400/pkl.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gak kuaat..judulnya heehe.., akhir-akhir ini saya sering dikejutkan dengan bisnis yang sering orang bilang bisnis ecek-ecek atau bisnis recehan, tapi hasilnya bikin kita tercengang. Seminggu yang lalu saya jalan-jalan di Jakarta pusat, karena suasana Jakarta yang cukup panas, saya mampir beli es di pinggir jalan.&lt;br /&gt;Sering sih saya liat nama es ini tapi baru kali ini saya beli. Es liang Teh Medan, ya nama es ini mengusung nama daerah di Sumatra. Untuk ngilangin rasa haus dan penasaran saya langsung minum saja di pinggir gerobaknya. Memang rasanya beda dari es sejenis yang berbahan dasar teh dan harga nya pun tergolong murah meriah, beli seribu perakpun dilayanin sama si Abang Esnya.Sepintas gak ada yang istimewa dari Es ini, saya perhatiin dari tampilan gerobaknyapun sederhana sekali,begitu juga kemasan esnya hanya pake plastik biasa. Tapi saya heran juga ,kok bisa rame? Kalau di liat dari ilmunya mbah Philip kotler ya jelas bertolak belakang sekali. Di sini tidak mengenal yang namanya Marketing Mix..hehe..memang ilmu jalanan lebih falid dari ilmu kampus.&lt;br /&gt;Setelah habis 1 gelas, untuk ngurangin rasa penasaran saya coba korek –korek dikit ilmu jalanannya dari si Abang Es ini. Saya mulai dari pertanyaan basi dulu:&lt;br /&gt;saya : Bang apa bener Es ini asli dari medan?&lt;br /&gt;Abang es : ya bener mas ini asli medan…&lt;br /&gt;Saya : abang orang medan juga?&lt;br /&gt;Abang es : hehe..bukan mas saya orang Solo&lt;br /&gt;Saya : lho kok bisa ?( saya heran orang solo jualan es medan, trus kalau orang medan apa bisa bikin baso??)&lt;br /&gt;Abang es : namanya juga orang cari duit mas…apa saja yang penting hallal..&lt;br /&gt;Saya : oooo…ya betul juga…trus ini es bikin sendiri?&lt;br /&gt;Abang es : ngga mas..saya ambil dari bos…&lt;br /&gt;Saya : ada bosnya toh…bosnya tuh orang medan?&lt;br /&gt;Abang es : ya mas &lt;S&gt;china&lt;/s&gt; orang medan…&lt;br /&gt;Saya : bosnya sudah punya berapa gerobak?&lt;br /&gt;Abang es : banyak mas… lebih dari sepuluh..&lt;br /&gt;Saya : banyak juga ya…trus caranya gimana biar bisa jualan es seperti ini..?&lt;br /&gt;Abang es : ya pertama nyerahin KTP saja mas…kalu kita ngambil satu termos harganya 30 rb, kaya saya nih saya bawa 3 termos jadi saya banyar 90 rb…&lt;br /&gt;Saya : sehari 3 termos bisa habis mas??&lt;br /&gt;Abang es : alhamdullilah mas… seringnya habis…&lt;br /&gt;Itulah penggalan interview dari wartawan jalanan..hehe..so apa yang dapat kita petik dari ilmu jalanan tadi?, coba saja kita bisa bayangkan berapa omset si bos es tersebut, kalau saja si bos es punya lebih 10 gerobak, masing-masing gerobak di isi 3 termos, satu termos di hargai 30 rb hasilnya banyak bozzz..padahal yang dijual Cuma air… , lagi –lagi faktor kali berperan disini…dan memang benar adanya 9 dari 10 dari rizki Alloh dari berdagang….majulah terus UKM Indonesia…!!! Kalu ekonomi kita sudah maju…mana berani tuch Malaysucks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7765396585058541215-3520153311193434352?l=blere.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blere.blogspot.com/feeds/3520153311193434352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/06/jangan-pandang-kami-sebelah-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3520153311193434352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7765396585058541215/posts/default/3520153311193434352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blere.blogspot.com/2009/06/jangan-pandang-kami-sebelah-mata.html' title='Jangan Pandang Kami Sebelah Mata'/><author><name>Kang Dayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12207253574756462292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/-EvYD6ZR9Ixk/Tez06I39vMI/AAAAAAAAAtY/M5cS7b4FXaM/s220/kangdayat%2BdotKom.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/Si6d7nucPbI/AAAAAAAAAYU/ITWfeGbN5QY/s72-c/pkl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7765396585058541215.post-265350996330647953</id><published>2009-05-30T01:00:00.011+07:00</published><updated>2009-05-31T03:02:44.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMIAYU'/><title type='text'>SMU MUHAMMADIYAH BUMIAYU BREBES JATENG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SiAkAzmJGxI/AAAAAAAAAVE/5lWE46lYbgo/s1600-h/smu-m.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341308754330196754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 263px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_XSojYRkxhV0/SiAkAzmJGxI/AAAAAAAAAVE/5lWE46lYbgo/s400/smu-m.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tampak Sekolahanku dulu ( &lt;em&gt;&lt;strong&gt;SMU MUHI BUMIAYU JATENG )&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Saya di besarkan di lingkungan Muhammadiyah dan NU, bapakku orang Nahdlatul Ulama, sedangkan ibu Muhammadiyah. Perbedaan memilih Organisasi khususnya di Bumiayu sangat mencolok. Dalam satu desa bisa di ketahui siapa yang warga Muhammadiyah dan siapa yang warga NU. Kadang perbedaan inilah yang menjadi kerikil-kerikil tajam di Bumiayu. Saya gak habis pikir kenapa mereka begitu fanatik terhadap Organisasi tersebut. Padahal dua organisasi ini didirikan oleh pendirinya untuk maksud yang sama, yaitu mempersatukan kembali umat islam dari penjajah kolonial.&lt;br /&g
